Javascript must be enabled to continue!
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
View through CrossRef
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat. Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian bayi baru lahir adalah asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi yang terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen selama proses kelahiran. Pengendalian faktor penyebab asfiksia neonatorum sangat penting dalam upaya menurunkan prevalensi terjadinya asfiksia neonatorum. Oleh karena itu perlu dilakukan studi literatur terkait faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah literatur review. Populasi penelitian ini adalah seluruh artikel hasil penelitian tentang faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum. Hasil: Hasil literatur review dari lima artikel menunjukkan bahwa faktor penyebab asfiksia neonatorum terdiri dari cairan ketuban dengan pewarnaan meconium, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), persalinan lama, operasi Caesar, ketuban pecah dini, ibu primipara, persalinan rumit, cairan ketuban yang bernoda darah, ibu berumur ? 35 tahun, primigravida, tali pusat ketat, gawat janin intrapartum, malpresentasi janin, dilahirkan melalui rute vagina dengan bantuan vakum, dilahirkan pada malam hari dan dilahirkan dengan bantuan dokter magang sendiri. Kesimpulan: berdasarkan review dari literatur ini dapat disimpulkan bahwa cairan ketuban bernoda meconium, BBLR, persalinan lama dan ketuban pecah dini merupakan faktor penyebab asfiksia neonatorum yang memiliki pengaruh lebih besar.
Kata kunci: asfiksia neonatorum, faktor penyebab
Background: Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator to reflect the state of health status in a society. One of the intrapartum events that has a large contribution to the death of newborns is neonatal asphyxia. Asphyxia neonatorum is a condition that occurs when the baby does not get enough oxygen during the birth process. Therefore, controlling the factors that cause neonatal disease is very important in aneffort to reduce the prevalence of neonatal asphyxia. Objectives: To determine the factors causing the incidence of neonatal asphyxia. Methode: The research design of this scientific paper is a literature review. The population of this study were all journals of research results on the factors causing the occurrence of asphyxia neonatorum. Results: The results of the literature review from the 5 journals show the causes of neonatal asphyxia consisting of meconium stained amniotic fluid, low birth weight (LBW), prolonged labor, caesarean section, premature rupture of membranes, primiparous mothers, complicated labor, fluids. Blood stained amniotic fluid, mother ? 35 years old, primigravida, tight umbilical cord, intrapartum fetal distress, fetal malpresentation, via vaginal route with vacuum assistance, assistance at night and assisting with the help of the interns themselves.
Conclusion: This study can show that meconium stained amniotic fluid, low birth weight, prolonged labor and premature rupture of membranes are factors causing neonatal asphyxia which have a greater effect.
Keywords: Asphyxia Neonatorum, Causative Factor
Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta
Title: LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
Description:
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat.
Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian bayi baru lahir adalah asfiksia neonatorum.
Asfiksia neonatorum adalah suatu kondisi yang terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen selama proses kelahiran.
Pengendalian faktor penyebab asfiksia neonatorum sangat penting dalam upaya menurunkan prevalensi terjadinya asfiksia neonatorum.
Oleh karena itu perlu dilakukan studi literatur terkait faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum.
Metode Penelitian: Desain penelitian adalah literatur review.
Populasi penelitian ini adalah seluruh artikel hasil penelitian tentang faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum.
Hasil: Hasil literatur review dari lima artikel menunjukkan bahwa faktor penyebab asfiksia neonatorum terdiri dari cairan ketuban dengan pewarnaan meconium, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), persalinan lama, operasi Caesar, ketuban pecah dini, ibu primipara, persalinan rumit, cairan ketuban yang bernoda darah, ibu berumur ? 35 tahun, primigravida, tali pusat ketat, gawat janin intrapartum, malpresentasi janin, dilahirkan melalui rute vagina dengan bantuan vakum, dilahirkan pada malam hari dan dilahirkan dengan bantuan dokter magang sendiri.
Kesimpulan: berdasarkan review dari literatur ini dapat disimpulkan bahwa cairan ketuban bernoda meconium, BBLR, persalinan lama dan ketuban pecah dini merupakan faktor penyebab asfiksia neonatorum yang memiliki pengaruh lebih besar.
Kata kunci: asfiksia neonatorum, faktor penyebab
Background: Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator to reflect the state of health status in a society.
One of the intrapartum events that has a large contribution to the death of newborns is neonatal asphyxia.
Asphyxia neonatorum is a condition that occurs when the baby does not get enough oxygen during the birth process.
Therefore, controlling the factors that cause neonatal disease is very important in aneffort to reduce the prevalence of neonatal asphyxia.
Objectives: To determine the factors causing the incidence of neonatal asphyxia.
Methode: The research design of this scientific paper is a literature review.
The population of this study were all journals of research results on the factors causing the occurrence of asphyxia neonatorum.
Results: The results of the literature review from the 5 journals show the causes of neonatal asphyxia consisting of meconium stained amniotic fluid, low birth weight (LBW), prolonged labor, caesarean section, premature rupture of membranes, primiparous mothers, complicated labor, fluids.
Blood stained amniotic fluid, mother ? 35 years old, primigravida, tight umbilical cord, intrapartum fetal distress, fetal malpresentation, via vaginal route with vacuum assistance, assistance at night and assisting with the help of the interns themselves.
Conclusion: This study can show that meconium stained amniotic fluid, low birth weight, prolonged labor and premature rupture of membranes are factors causing neonatal asphyxia which have a greater effect.
Keywords: Asphyxia Neonatorum, Causative Factor
.
Related Results
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Background: Newborn deaths are still a major health problem and several health efforts have been made to improve children's health. Based on the results of the Indonesian Demograph...
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah ...
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adal...
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan anta...
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Abstrak
Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus, dan me...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Latar Belakang : Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, dan as...
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Gangguan pendengaran pada masa bayi dapat menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. The Jo...

