Javascript must be enabled to continue!
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
View through CrossRef
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah satunya dengan mengetahui faktor maternal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asfiksia, sehingga dapat melakukan upaya deteksi dini dan melakukan tindakan preventif serta antisipatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor maternal yang berhubungan terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Metode dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 194 responden dengan teknik pengambilan data total sampling, serta menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,053), dan ada hubungan yang signifikan antara komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,031). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
Title: RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Description:
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir.
Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah satunya dengan mengetahui faktor maternal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asfiksia, sehingga dapat melakukan upaya deteksi dini dan melakukan tindakan preventif serta antisipatif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor maternal yang berhubungan terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
Metode dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 194 responden dengan teknik pengambilan data total sampling, serta menggunakan uji chi-square.
Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,053), dan ada hubungan yang signifikan antara komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,031).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
Related Results
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat. Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian b...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Background: Newborn deaths are still a major health problem and several health efforts have been made to improve children's health. Based on the results of the Indonesian Demograph...
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adal...
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Abstrak
Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus, dan me...
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Gangguan pendengaran pada masa bayi dapat menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. The Jo...
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan anta...

