Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
View through CrossRef
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum." Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum. Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa ketuban pecah dini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asfiksia neonatorum. Risiko ini lebih tinggi pada KPD yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai cukup bulan (preterm) dibandingkan dengan KPD pada usia kehamilan cukup bulan. Mekanisme yang mendasari meliputi infeksi intrauterin, gangguan aliran darah pada plasenta, dan stres janin akibat berkurangnya cairan ketuban. Selain itu, pengelolaan persalinan yang kurang optimal pada kasus KPD dapat memperparah risiko asfiksia. Kesimpulan: Ketuban pecah dini (KPD) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan peningkatan risiko asfiksia neonatorum. Penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini dan intervensi obstetri yang memadai, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada bayi baru lahir. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif serta manajemen yang holistik untuk mengurangi risiko asfiksia yang disebabkan oleh KPD.
Ikatan Dosen Menulis
Title: HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
Description:
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang.
Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri.
Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur.
Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024.
Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum.
" Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum.
Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa ketuban pecah dini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asfiksia neonatorum.
Risiko ini lebih tinggi pada KPD yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai cukup bulan (preterm) dibandingkan dengan KPD pada usia kehamilan cukup bulan.
Mekanisme yang mendasari meliputi infeksi intrauterin, gangguan aliran darah pada plasenta, dan stres janin akibat berkurangnya cairan ketuban.
Selain itu, pengelolaan persalinan yang kurang optimal pada kasus KPD dapat memperparah risiko asfiksia.
Kesimpulan: Ketuban pecah dini (KPD) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan peningkatan risiko asfiksia neonatorum.
Penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini dan intervensi obstetri yang memadai, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada bayi baru lahir.
Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif serta manajemen yang holistik untuk mengurangi risiko asfiksia yang disebabkan oleh KPD.
Related Results
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat. Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian b...
Perbedaan Sebaran Jumlah Pembuluh Darah pada Selaput Ketuban Kasus Ketuban Pecah Dini Dan Tidak Ketuban Pecah Dini
Perbedaan Sebaran Jumlah Pembuluh Darah pada Selaput Ketuban Kasus Ketuban Pecah Dini Dan Tidak Ketuban Pecah Dini
ABSTRAK
Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa setiap tahunnya wanita yang bersalin meninggal dunia mencapai lebih dari 500.000 orang. Di Indonesia ...
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN
Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibat. Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) mendekati 10% dari semua persalin...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Martha Friska
Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Martha Friska
Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Ketuban Pecah Dini pada ...
Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam obstetrik berkaitan dengan penyulit kelahiran dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis yang meningkatkan morbiditas ...
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah ...
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum di ruang perinatologi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Wangaya Kota Denpasar
Background: Newborn deaths are still a major health problem and several health efforts have been made to improve children's health. Based on the results of the Indonesian Demograph...

