Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Upaya Mengurangi Keluhan Sistem Muskuloskeletal pada Pekerja Percetakan

View through CrossRef
Potensi bahaya industri percetakan terdiri dari bahaya kesehatan dan bahaya keselamatan. Contoh bahaya keselamatan seperti terjadinya kebakaran, kemudian contoh bahaya kesehatan antara lain bahaya akibat paparan bahan kimia dan bahaya akibat posisi kerja yang salah atau desain stasiun kerja yang kurang ergonomis. Dari beberapa permasalahan tersebut, maka melakukan sosialisasi ergonomi dianggap sangat penting dan efektif. Pada  aktivitas kerja seringkali menimbulkan nyeri pada tulang  belakang dan pinggang para pekerja,  hal ini diketahui  dari hasil wawancara  kepada  para pekerja disana. Kegiatan  ini mempunyai tujuan  untuk  memberikan pengetahuan kepada para pekerja percetakan tentang ergonomi sehingga terhindar dari risiko penyakit MSDs. Upaya mengurangi keluhan sistem muskuloskeletal dilakukan  dengan  melakukan training kepada para pekerja yang meliputi memberikan pengetahuan megenai MSDs dan Ergonomi, kemudian memberikan solusi bagaimana cara mencegah risiko ergonomi. Sebelumnya diukur dahulu bagaimana tingkat pengetahuan para pekerja tentang hal-hal tersebut melalui kuesioner. Kemudian setelah dilakukan training, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis tingkat pengetahuan para pekerja melalui post test. Kemudian 1 bulan setelah sosialisasi dilakukan akan diadakan pengambilan data dari para pekerja untuk melihat apakah keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeketal masih dirasakan atau tidak. Dari 30 orang pekerja percetakan yang ikut dalam kegiatan ini, sebagian besar para pekerja pernah mengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang (18 orang) dan cidera pada pinggang (5 orang). Hasil identifikasi sebanyak 4 responden (17,39%) menyatakan sudah tidak merasakan Penyakit Akibat Kerja setelah 1 bulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan. Data ini diambil dari 23 responden yang sebelumnya menjawab pernah mengalami Penyakit Akibat Kerja. Berdasarkan hasil  yang  diperoleh  dapat  diketahui bahwa  kegiatan  pengabdian  berhasil,  karena  telah  meningkatkan  pengetahuan  pekerja tentang Pencegahan Risiko Ergonomi dan mengurangi Penyakit Akibat Kerja yang sebelumnya dialami oleh para pekerja.
Title: Upaya Mengurangi Keluhan Sistem Muskuloskeletal pada Pekerja Percetakan
Description:
Potensi bahaya industri percetakan terdiri dari bahaya kesehatan dan bahaya keselamatan.
Contoh bahaya keselamatan seperti terjadinya kebakaran, kemudian contoh bahaya kesehatan antara lain bahaya akibat paparan bahan kimia dan bahaya akibat posisi kerja yang salah atau desain stasiun kerja yang kurang ergonomis.
Dari beberapa permasalahan tersebut, maka melakukan sosialisasi ergonomi dianggap sangat penting dan efektif.
Pada  aktivitas kerja seringkali menimbulkan nyeri pada tulang  belakang dan pinggang para pekerja,  hal ini diketahui  dari hasil wawancara  kepada  para pekerja disana.
Kegiatan  ini mempunyai tujuan  untuk  memberikan pengetahuan kepada para pekerja percetakan tentang ergonomi sehingga terhindar dari risiko penyakit MSDs.
Upaya mengurangi keluhan sistem muskuloskeletal dilakukan  dengan  melakukan training kepada para pekerja yang meliputi memberikan pengetahuan megenai MSDs dan Ergonomi, kemudian memberikan solusi bagaimana cara mencegah risiko ergonomi.
Sebelumnya diukur dahulu bagaimana tingkat pengetahuan para pekerja tentang hal-hal tersebut melalui kuesioner.
Kemudian setelah dilakukan training, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis tingkat pengetahuan para pekerja melalui post test.
Kemudian 1 bulan setelah sosialisasi dilakukan akan diadakan pengambilan data dari para pekerja untuk melihat apakah keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeketal masih dirasakan atau tidak.
Dari 30 orang pekerja percetakan yang ikut dalam kegiatan ini, sebagian besar para pekerja pernah mengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang (18 orang) dan cidera pada pinggang (5 orang).
Hasil identifikasi sebanyak 4 responden (17,39%) menyatakan sudah tidak merasakan Penyakit Akibat Kerja setelah 1 bulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan.
Data ini diambil dari 23 responden yang sebelumnya menjawab pernah mengalami Penyakit Akibat Kerja.
Berdasarkan hasil  yang  diperoleh  dapat  diketahui bahwa  kegiatan  pengabdian  berhasil,  karena  telah  meningkatkan  pengetahuan  pekerja tentang Pencegahan Risiko Ergonomi dan mengurangi Penyakit Akibat Kerja yang sebelumnya dialami oleh para pekerja.

Related Results

Perbaikan Fasilitas Kerja Untuk Mengurangi Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Di CV. XYZ
Perbaikan Fasilitas Kerja Untuk Mengurangi Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Di CV. XYZ
Keluhan pada sistem muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan oleh seseorang pada bagian otot dan rangka dengan tingkat keluhan yang berbeda - beda , keluhan hingga kerusakan i...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT TUGU PARAS TARO
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT TUGU PARAS TARO
ABSTRACT Informal sector is an employment sector that does not yet have a good occupational health and safety implementation. Based on occupational and individual factors, wo...
Studi Potensi Moskuluskletal Disorders (MSDs) pada Pendulang Emas Tradisional Perempuan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Studi Potensi Moskuluskletal Disorders (MSDs) pada Pendulang Emas Tradisional Perempuan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Muskuloskeletal disorder adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, sistem syaraf, struktur tulang. Muskuloskeletal disorder pada awalnya men...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja di Proyek Hotel Soll Marina
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja di Proyek Hotel Soll Marina
Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan yang melibatkan jasa serta tenagaseseorang untuk melaksanakan segala kegiatannya, oleh karena itu para pekerjakonstruksi memiliki peluang b...
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai pendekatan yang telah dilakukan pada penerapan ergonomi partisipatif di berbagai industri dan mengambil pembelajaran dari impleme...
Perbaikan Sistem Kerja Melalui Analisis Ergonomi
Perbaikan Sistem Kerja Melalui Analisis Ergonomi
Pekerja kelelahan dan keluhan akibat pengangkatan pompa yang manual. Penelitian bertujuan menganalisis keluhan musculoskeletal dan memberikan solusi rancangan yang ergonomis. Metod...
Hubungan antara Sikap Kerja terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Angkat Angkut Penyuplai Minimarket Lely
Hubungan antara Sikap Kerja terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Angkat Angkut Penyuplai Minimarket Lely
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan sekumpulan kelainan sistem muskuloskeletal pada titik ekstrim tubuh ekstremitas atas serta bawah. Beberapa faktor utama yang memicu timbu...

Back to Top