Javascript must be enabled to continue!
Kohesi Gramatikal Konjungsi Pada Karangan Mahasiswa
View through CrossRef
Judul penelitian ini adalah Kohesi Gramatikal Konjungsi pada Karangan Mahasiswa STBA JIA. Kohesi mengacu kepada kepaduan bentuk dalam sebuah wacana. Salah satu aspek kohesi adalah kohesi gramatikal konjungsi. Konjungsi dalam suatu wacana memiliki peran penting untuk menghubungkan antar kalimat atau klausa sehingga membuat wacana menjadi padu. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal konjungsi dan fungsi dari penanda tersebut yang membuat kalimat tersebut kohesif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan mahasiswa STBA JIA Semester IV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan seluruh 5 jenis konjungsi berdasarkan teori Iori (2000) yaitu konjungsi berurutan, konjungsi waktu, konjungsi sebab-tujuan, konjungsi pengandaian dan konjungsi pertentangan. Konjungsi yang paling banyak digunakan ditandai dengan penggunaan ~kara yang berfungsi sebagai konjungsi sebab. Konjungsi ini paling banyak ditemukan karena telah dipelajari di level dasar di semester 1. Penggunaan konjungsi dalam bahasa Jepang membantu menciptakan teks yang kohesif dan terstruktur, memudahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran penulis. Meskipun demikian, ditemukan pula data yang tidak kohesif karena tidak menggunakan kata hubung (konjungsi) yang tepat.
Kata kunci : Analisis wacana, kohesi gramatikal, konjungsi
Dosen Muslim Indonesia
Title: Kohesi Gramatikal Konjungsi Pada Karangan Mahasiswa
Description:
Judul penelitian ini adalah Kohesi Gramatikal Konjungsi pada Karangan Mahasiswa STBA JIA.
Kohesi mengacu kepada kepaduan bentuk dalam sebuah wacana.
Salah satu aspek kohesi adalah kohesi gramatikal konjungsi.
Konjungsi dalam suatu wacana memiliki peran penting untuk menghubungkan antar kalimat atau klausa sehingga membuat wacana menjadi padu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal konjungsi dan fungsi dari penanda tersebut yang membuat kalimat tersebut kohesif.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan mahasiswa STBA JIA Semester IV.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan seluruh 5 jenis konjungsi berdasarkan teori Iori (2000) yaitu konjungsi berurutan, konjungsi waktu, konjungsi sebab-tujuan, konjungsi pengandaian dan konjungsi pertentangan.
Konjungsi yang paling banyak digunakan ditandai dengan penggunaan ~kara yang berfungsi sebagai konjungsi sebab.
Konjungsi ini paling banyak ditemukan karena telah dipelajari di level dasar di semester 1.
Penggunaan konjungsi dalam bahasa Jepang membantu menciptakan teks yang kohesif dan terstruktur, memudahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran penulis.
Meskipun demikian, ditemukan pula data yang tidak kohesif karena tidak menggunakan kata hubung (konjungsi) yang tepat.
Kata kunci : Analisis wacana, kohesi gramatikal, konjungsi.
Related Results
Terjemahan Alat Kohesi pada Teks Hikayat Raja-Raja Pasai The chronicle of the Kings Of Pasai
Terjemahan Alat Kohesi pada Teks Hikayat Raja-Raja Pasai The chronicle of the Kings Of Pasai
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) bentuk-bentuk alat kohesi grammatikal pada teks Hikayat Raja-Raja Pasai dan terjemahannya The Chronicle of the Kings of Pasai (2) tingka...
Piranti Kohesi Persona Dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sma Kelas XI Karangan Maryanto
Piranti Kohesi Persona Dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sma Kelas XI Karangan Maryanto
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk piranti kohesi persona yang terdapat dalam buku Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Karangan Maryant...
Analisis Gramatikal dan Leksikal Pada Lirik Lagu Takut Karya Brigita Meliala
Analisis Gramatikal dan Leksikal Pada Lirik Lagu Takut Karya Brigita Meliala
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk kohesi gramatikal dan kohesi leksikal pada lirik lagu Takut karya Brigita Meliala. Analisis ini menggunakan pendekatan ...
Kohesi Gramatikal Penghubung dalam Karangan Berbahasa Melayu
Kohesi Gramatikal Penghubung dalam Karangan Berbahasa Melayu
Kohesi bermakna teks atau wacana berhubung antara satu sama lain bagi membina makna yang lebih jelas dan akhirnya dapat difahami oleh pembaca. Tiadanya kohesi dalam penulisan menye...
Novia Mauli Putri, ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA TEKS CERPEN, TEKS PROSEDUR, TEKS LINGKUNGAN DAN KEMUNGKINAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Novia Mauli Putri, ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA TEKS CERPEN, TEKS PROSEDUR, TEKS LINGKUNGAN DAN KEMUNGKINAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Kata wacana berasal dari kata vacana ‘bacaan’ dalam bahasa sanskerta kemudian masuk dalam bahasa Jawa Kuno dan bahasa Jawa Baru yaitu wacana atau ‘bicara, kata, ucapan’. Menurut Po...
KONJUNGSI DALAM ANTOLOGI GALUH PURBA
KONJUNGSI DALAM ANTOLOGI GALUH PURBA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk konjungsi dalam Antologi Galuh Purba; (2) penanda hubungan yang ditunjukkan konjungsi dalam Antologi Galuh Purba. Peneliti...
Kohesi Gramatikal pada Deskripsi Unggahan Akun Instagram Jokowi
Kohesi Gramatikal pada Deskripsi Unggahan Akun Instagram Jokowi
Kohesi adalah hubungan antarkalimat, baik gramatikal maupun leksikal, yang menciptakan kesatuan dalam sebuah wacana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur...
PENGGUNAAN KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM NOVEL LAUT TENGAH KARYA BERLIANA KIMBERLY
PENGGUNAAN KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM NOVEL LAUT TENGAH KARYA BERLIANA KIMBERLY
Masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah konjungsi subordinatif yang digunakan dalam Novel Laut Tengah karya Berliana Kimberly. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan j...

