Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

METAKOGNISI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN INTELLEGENCE QUOTIENT (IQ)

View through CrossRef
Metakognisi memiliki peran penting pada proses pembelajaran matematika terutama pada pemecahan masalah, siswa dapat menyadari kemampuan berpikirnya dan mengevaluasi dirinya sendiri terhadap hasil kemampuan berpikirnya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui metakognisi siswa dalam suatu pembelajaran matematika.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa berdasarkan Intellegence Quotient (IQ).  Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes Intellegence Quotient(IQ), tes kemampuan metakognisi, dan wawancara tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan tes Intellegence Quotient (IQ yaitu tiga peserta didik dari setiap kategori tingkatan Intellegence Quotient (IQ) tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan met.akognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) tinggi memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, dan penilaian. serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Reflective Use. (2) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) sedang, memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan dan pemantauan. Serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Strategic Use. (3) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) rendah, tidak memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, maupun penilaian, serta memiliki kemampuan metakognisi tingkat Tacit Use. Metacognition ability has an important role in the process of learning mathematics, especially in problem solving, students will be aware of the results of their thinking abilities and evaluate themselves against the results of their thinking abilities. Therefore, it is important for teachers to know students' metacognition abilities in a mathematics lesson. This study aims to analyze students' metacognitive abilities based on Intelligence Quotient (IQ). The type of research used is qualitative with descriptive research methods. Data collection techniques in this study used Intelligence Quotient (IQ) tests, metacognition ability tests, and unstructured interviews. The subjects in this study were based on the Intelligence Quotient (IQ) test, namely three students from each category of high, medium, and low Intelligence Quotient (IQ) levels. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and verification. The results showed that ( 1) The cognitive abilities of students in the high Intelligence Quotient (IQ) level category have good metacognitive abilities at the planning, monitoring, and assessment stages and have the metacognitive abilities at the Reflective Use level (2) The metacognitive abilities of students in the Intelligence Quotient level category (IQ) is moderate, has good metacognitive abilities at the planning and monitoring stages and has metacognitive abilities at the Strategic Use level (3) Metacognitive abilities of students in the low Intelligence Quotient (IQ) level category, do not have good metacognitive abilities at the planning stage , monitoring, and assessment, as well as having a capability female tacit use metacognition level
Title: METAKOGNISI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN INTELLEGENCE QUOTIENT (IQ)
Description:
Metakognisi memiliki peran penting pada proses pembelajaran matematika terutama pada pemecahan masalah, siswa dapat menyadari kemampuan berpikirnya dan mengevaluasi dirinya sendiri terhadap hasil kemampuan berpikirnya.
Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui metakognisi siswa dalam suatu pembelajaran matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa berdasarkan Intellegence Quotient (IQ).
  Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes Intellegence Quotient(IQ), tes kemampuan metakognisi, dan wawancara tidak terstruktur.
Subjek dalam penelitian ini berdasarkan tes Intellegence Quotient (IQ yaitu tiga peserta didik dari setiap kategori tingkatan Intellegence Quotient (IQ) tinggi, sedang, dan rendah.
Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan met.
akognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) tinggi memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, dan penilaian.
serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Reflective Use.
(2) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) sedang, memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan dan pemantauan.
Serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Strategic Use.
(3) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) rendah, tidak memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, maupun penilaian, serta memiliki kemampuan metakognisi tingkat Tacit Use.
 Metacognition ability has an important role in the process of learning mathematics, especially in problem solving, students will be aware of the results of their thinking abilities and evaluate themselves against the results of their thinking abilities.
Therefore, it is important for teachers to know students' metacognition abilities in a mathematics lesson.
This study aims to analyze students' metacognitive abilities based on Intelligence Quotient (IQ).
The type of research used is qualitative with descriptive research methods.
Data collection techniques in this study used Intelligence Quotient (IQ) tests, metacognition ability tests, and unstructured interviews.
The subjects in this study were based on the Intelligence Quotient (IQ) test, namely three students from each category of high, medium, and low Intelligence Quotient (IQ) levels.
The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and verification.
The results showed that ( 1) The cognitive abilities of students in the high Intelligence Quotient (IQ) level category have good metacognitive abilities at the planning, monitoring, and assessment stages and have the metacognitive abilities at the Reflective Use level (2) The metacognitive abilities of students in the Intelligence Quotient level category (IQ) is moderate, has good metacognitive abilities at the planning and monitoring stages and has metacognitive abilities at the Strategic Use level (3) Metacognitive abilities of students in the low Intelligence Quotient (IQ) level category, do not have good metacognitive abilities at the planning stage , monitoring, and assessment, as well as having a capability female tacit use metacognition level.

Related Results

Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ...
Metakognisi dalam pembelajaran matematika
Metakognisi dalam pembelajaran matematika
Pada proses pembelajaran terkadang terdapat kesalahan konsep pada informasiyang diperoleh peserta didik yang telah disampaikan oleh guru. Terkait dengan haltersebut, metakognisi da...
Profil Kemampuan Metakognisi Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Atambua dalam Pembelajaran Matematika
Profil Kemampuan Metakognisi Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Atambua dalam Pembelajaran Matematika
Kemampuan metakognisi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini mengkaji tentang profil kemampuan metakognitif siswa. ...
Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
Abstract: The ways students solve problems become one of the main target of physics learning. Investigation about how students solve problems is explored in the context of metacogn...
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital terhadap kemampuan pemecahan...
Analisis Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Melalui Strategi Review Artikel Ilmiah
Analisis Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Melalui Strategi Review Artikel Ilmiah
Abstrak: Mahasiswa masih kesulitan dalam mengelola informasi baru dan menghubungkannya dengan materi yang telah diterima sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat pada hasil belajar ko...
ADVERSITY QUOTIENT REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME
ADVERSITY QUOTIENT REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME
Abstract: The purpose of the research is to find out the adversity quotient of adolescents who experienced broken home. What factors influence adversity quotient of adolescents who...

Back to Top