Javascript must be enabled to continue!
Transformasi Manajemen Kreatif Kerabat Kerja Produksi Acara Televisi
View through CrossRef
Manajemen kreatif adalah istilah lain dari manajemen produksi acara televisi baik untuk produksi studio (indoor) menggunakan multi kamera dengan teknik live on tape, baik untuk siaran langsung maupun rekaman. Juga untuk manajemen produksi luar studio (outdoor) dengan menggunakan teknik single camera dan/atau film style atau juga teknik master scene dan triple take. Dengan tumbuh kembangnya lembaga pendidikan bidang penyiaran (broadcasting) di mana para peserta didik diajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan memproduksi acara televisi, termasuk film, konten untuk multi media; media online, dan media sosial, menjadikan peserta didik, memiliki pengetahuan dan keterampilan, multi skill dan multi tasking dalam berbagai fungsi kerja produksi karya audio visual (acara televisi). Mulai dari praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Tidak hanya, pengetahuan dan keterampilan yang berkembang pada peserta didik bidang penyiaran, yang saat ini sudah dan akan bekerja di industri televisi, tetapi juga teknologi siaran dan produksi ragam content dan packaging acara televisi kian berkembang. Memberikan ruang kepada kerabat kerja atau kru, dalam hal kreativitas, kemudahan, efisiensi dan efektivitas dalam berkarya. Dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang multiskill dan multitasking serta didukung teknologi modern, menyebabkan terjadi tranformasi manajemen produksi yang memengaruhi unsur-unsur dalam proses produksi dan output karya yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekataan penelitian studi dokumen (document study), dan juga menggunakan pendekatan pengamatan alami (natural observation). Hasil penelitian yang diperoleh, bahwa transformasi manajemen kreatif produksi acara televisi, mengalami perubahan. Utamanya, pada unsur-unsur, jumlah kerabat kerja (crew) yang terlibat dalam produksi acara televisi berkurang, demikian juga dengan biaya produksi, dan durasi produksi yang semakin singkat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Media Digital Emtek
Title: Transformasi Manajemen Kreatif Kerabat Kerja Produksi Acara Televisi
Description:
Manajemen kreatif adalah istilah lain dari manajemen produksi acara televisi baik untuk produksi studio (indoor) menggunakan multi kamera dengan teknik live on tape, baik untuk siaran langsung maupun rekaman.
Juga untuk manajemen produksi luar studio (outdoor) dengan menggunakan teknik single camera dan/atau film style atau juga teknik master scene dan triple take.
Dengan tumbuh kembangnya lembaga pendidikan bidang penyiaran (broadcasting) di mana para peserta didik diajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan memproduksi acara televisi, termasuk film, konten untuk multi media; media online, dan media sosial, menjadikan peserta didik, memiliki pengetahuan dan keterampilan, multi skill dan multi tasking dalam berbagai fungsi kerja produksi karya audio visual (acara televisi).
Mulai dari praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.
Tidak hanya, pengetahuan dan keterampilan yang berkembang pada peserta didik bidang penyiaran, yang saat ini sudah dan akan bekerja di industri televisi, tetapi juga teknologi siaran dan produksi ragam content dan packaging acara televisi kian berkembang.
Memberikan ruang kepada kerabat kerja atau kru, dalam hal kreativitas, kemudahan, efisiensi dan efektivitas dalam berkarya.
Dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang multiskill dan multitasking serta didukung teknologi modern, menyebabkan terjadi tranformasi manajemen produksi yang memengaruhi unsur-unsur dalam proses produksi dan output karya yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.
Pendekataan penelitian studi dokumen (document study), dan juga menggunakan pendekatan pengamatan alami (natural observation).
Hasil penelitian yang diperoleh, bahwa transformasi manajemen kreatif produksi acara televisi, mengalami perubahan.
Utamanya, pada unsur-unsur, jumlah kerabat kerja (crew) yang terlibat dalam produksi acara televisi berkurang, demikian juga dengan biaya produksi, dan durasi produksi yang semakin singkat.
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
Saat ini menonton televisi tidak menjadi pilihan utama bagi generasi saat ini. Di era globalilasi saat ini banya sekali media yang dipilih selain televisi. Penggunaan Televisi berb...
PENGGUNAAN BAHASA PIJIN DAN KREOL DALAM ACARA TELEVISI
PENGGUNAAN BAHASA PIJIN DAN KREOL DALAM ACARA TELEVISI
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bahasa pijin pada acara televisi swasta di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Pendek...
Analisis Proses Produksi Program Halo Makassar di Celebes TV Makassar
Analisis Proses Produksi Program Halo Makassar di Celebes TV Makassar
Di era global ini, tentu kita tidak asing lagi dengan kata “teknologi informasi”. Salah satu jenis teknologi informasi itu adalah televisi, teknologi informasi yang satu ini umum d...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
LITERASI MEDIA TAYANGAN TELEVISI PADA SISWA SDN MELONG MANDIRI V KOTA CIMAHI
LITERASI MEDIA TAYANGAN TELEVISI PADA SISWA SDN MELONG MANDIRI V KOTA CIMAHI
Pola konsumsi media yang sudah beralih ke media digital saat ini, tidak membuat masyarakat di Indonesia mengesampingkan televisi sebagai media sumber informasi dan hiburan di ruang...

