Javascript must be enabled to continue!
MODEL PEMBANGUNAN HUTAN DESA DI KELURAHAN LATUPPA KECAMATAN MUNGKAJANG KOTA PALOPO
View through CrossRef
Aktivitas masyarakat dalam kawasan hutanseperti penebangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan mengakibatkan kerusakan hutan. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan hutan oleh masyarakat secara lestari. Tujuan dari penelitianyaitu untuk mengetahui bentuk pemanfaatan hutan oleh masyarakat sekitar calon lokasi hutan desa dan merumuskan model pembangunan hutan desa di Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan survei lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ada dua macam pemanfaatan hutan oleh masyarakat yaituberkebun dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Tanaman yang dibudidayakan di lahan kebun yaitu kakao,cengkeh, buah-buahan dan tanaman kehutanan. Sedangkan Hasil hutan bukan kayu yang telah dimanfaatkan oleh Masyarakat yaitu nira aren, bambu, budidaya lebah, pala, kemiri dan buah-buahan serta jasa lingkungan pemanfaatan air bersih. Hasil hutan bukan kayu yang belum dimanfaatkan yaitu rotan dan potensi wisata yang cukup besar. Pemanfaatan rotan belum dilakukan karena masyarakat belum memiliki izin pemanfaatan. Model pembangunan desa yang cocok untuk Hutan Lindung Siguntu yaitu pemanfaatan secara maksimal hasil hutan bukan kayu dan pemanfaatan lahan yang rusak dengan penanaman tanaman MPTs seperti pala dan kemiri serta pemanfaatan air terjun sebagai potensiwisata alam
Universitas Andi Djemma
Title: MODEL PEMBANGUNAN HUTAN DESA DI KELURAHAN LATUPPA KECAMATAN MUNGKAJANG KOTA PALOPO
Description:
Aktivitas masyarakat dalam kawasan hutanseperti penebangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan mengakibatkan kerusakan hutan.
Oleh karena itu diperlukan pengelolaan hutan oleh masyarakat secara lestari.
Tujuan dari penelitianyaitu untuk mengetahui bentuk pemanfaatan hutan oleh masyarakat sekitar calon lokasi hutan desa dan merumuskan model pembangunan hutan desa di Kota Palopo.
Metode penelitian yang digunakan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan survei lapangan.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil menunjukkan bahwa ada dua macam pemanfaatan hutan oleh masyarakat yaituberkebun dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.
Tanaman yang dibudidayakan di lahan kebun yaitu kakao,cengkeh, buah-buahan dan tanaman kehutanan.
Sedangkan Hasil hutan bukan kayu yang telah dimanfaatkan oleh Masyarakat yaitu nira aren, bambu, budidaya lebah, pala, kemiri dan buah-buahan serta jasa lingkungan pemanfaatan air bersih.
Hasil hutan bukan kayu yang belum dimanfaatkan yaitu rotan dan potensi wisata yang cukup besar.
Pemanfaatan rotan belum dilakukan karena masyarakat belum memiliki izin pemanfaatan.
Model pembangunan desa yang cocok untuk Hutan Lindung Siguntu yaitu pemanfaatan secara maksimal hasil hutan bukan kayu dan pemanfaatan lahan yang rusak dengan penanaman tanaman MPTs seperti pala dan kemiri serta pemanfaatan air terjun sebagai potensiwisata alam.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
Kota Palopo adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang...
Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian yang dilaksanakan di kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dimana fokus penelitian mengkaji tentang penguatan kelembagaan desa dalam mempersiapkan pelaksanaan musrenbang desa...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
AbstrakSeiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk terus meningkat, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan data BPS Kota Palopo terjadi pertamba...
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Tingkat Lanjutan Di Rumah Sakit Umum St. Madyang Kota Palopo
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Tingkat Lanjutan Di Rumah Sakit Umum St. Madyang Kota Palopo
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tampilan fisik terhadap kepuasan pasien rawat jalan tingkat lanjutan di RSU St Madyang Kota Palopo; menganalisis pengaruh k...
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
ABSTRACT
The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is includ...
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Kelurahan Pasir Panjang-Kecamatan Lembeh Selatan-Kota Bitung
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Kelurahan Pasir Panjang-Kecamatan Lembeh Selatan-Kota Bitung
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu aset nasional yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Pemanfaatan sumberdaya ini, harus...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...

