Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum

View through CrossRef
Layu Fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura. Salah satu alternatif pengendali penyakit layu fusarium bersumber dari senyawa bioaktif yang diperoleh dari ekstrak tanaman mentimun yang diketahui mengandung beragam fitokimia dengan potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan metabolit sekunder ekstrak organ daun, batang dan akar tanaman mentimun yang berpotensi sebagai antijamur Fusarium oxysporum. Hasil uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan ekstrak organ daun, batang dan akar mentimun mengandung kelompok senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, steroid dan tanin, sedangkan hasil uji GC-MS mendeteksi keberadaan kelompok senyawa asam lemak dari ekstrak organ mentimun. Uji aktivitas antifungi ekstrak mentimun menunjukkan bahwa semua ekstrak organ tanaman mentimun yang meliputi akar, batang dan daun dapat menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum. Konsentrasi optimal ekstrak mentimun yang dapat menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum adalah 50% dengan rerata diameter hambatan ekstrak akar mentimun 5,05 mm, ekstrak batang mentimun 5,75 mm dan ekstrak daun mentimun 7,70 mm , dan semua nilai penghambatan ini lebih besar daripada diameter zona hambat dari kontrol positif (K+)
Title: Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum
Description:
Layu Fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum.
Jamur ini menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura.
Salah satu alternatif pengendali penyakit layu fusarium bersumber dari senyawa bioaktif yang diperoleh dari ekstrak tanaman mentimun yang diketahui mengandung beragam fitokimia dengan potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan antijamur.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan metabolit sekunder ekstrak organ daun, batang dan akar tanaman mentimun yang berpotensi sebagai antijamur Fusarium oxysporum.
Hasil uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan ekstrak organ daun, batang dan akar mentimun mengandung kelompok senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, steroid dan tanin, sedangkan hasil uji GC-MS mendeteksi keberadaan kelompok senyawa asam lemak dari ekstrak organ mentimun.
Uji aktivitas antifungi ekstrak mentimun menunjukkan bahwa semua ekstrak organ tanaman mentimun yang meliputi akar, batang dan daun dapat menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum.
Konsentrasi optimal ekstrak mentimun yang dapat menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum adalah 50% dengan rerata diameter hambatan ekstrak akar mentimun 5,05 mm, ekstrak batang mentimun 5,75 mm dan ekstrak daun mentimun 7,70 mm , dan semua nilai penghambatan ini lebih besar daripada diameter zona hambat dari kontrol positif (K+).

Related Results

UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan peneli...
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah  tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamia...
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi limbah cair produksi tahu terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)Metode yang digunakan ad...
Synergistic Effects of Cucumis Sativus and Glimepiride on Blood Glucose Reduction: Implications for Diabetes Management
Synergistic Effects of Cucumis Sativus and Glimepiride on Blood Glucose Reduction: Implications for Diabetes Management
Background: This study investigated the interactive effects of Cucumis sativus (cucumber) extract and glimepiride on blood glucose reduction in an alloxan-induced diabetic mouse mo...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Katu (Sauropus androgynus) yang difermentasi terhadap kualitas karkas pada broiler. Penelitian ini menggunakan Ran...

Back to Top