Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
View through CrossRef
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengusahakan budidaya mentimun. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Objek dalam penelitian ini adalah para petani yang berusahatani mentimun (Cucumis sativus L.) yang berada di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pendapatan usahatani, subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Rata-rata umur petani mentimun adalah 41,2 tahun, dengan masa pendidikan 8,9 tahun, pengalaman berusahatani 13,3 tahun dan besarnya tanggungan keluarga rata-rata 4 orang. Rata-rata umur petani tergolong produktif, masa pendidikan tergolong rendah karena masa pendidikan 8,9 tahun antara SLTP dan SLTA, sedangkan jumlah tanggungan keluarga 4 orang relatif tinggi.
Hasil Penelitian dimana rata-rata luas lahan garapan usahatani mentimun di Desa Jamur Jelatang adalah 0,23 Ha, Desa Jamur Labu 0,16 Ha dan Desa Ingin Jaya 0,16 Ha. Sedangkan rata-rata luas garapan petani mentimun di daerah penelitian adalah 0,18 Ha. Rata-rata biaya produksi usahatani mentimun di daerah penelitian yaitu Rp. 2.046.947,- per usahatani dan Rp. 11.371.926,- per hektar. Penggunaan biaya produksi terbesar terdapat di Desa Jamur Jelatang yaitu Rp. 2.495.991 per usahatani. Rata-rata pendapatan kotor/nilai produksi usahatani mentimun didaerah penelitian adalah sebesar Rp. 4.583.333,-/UT atau Rp. 25.462.963,-/Ha, sedangkan rata-rata pendapatan bersih usahatani mentimun adalah Rp. 2.536.387,-/UT atau Rp. 14.091.037,-/Ha.
Dari analisis statistik dengan menggunakan Regresi Linier Berganda diperoleh persamaan regresi yaitu Y= -18,89 + 0,062 X1 + 0,21 X2 + 1,41 X3. Hasil perhitungan diperoleh (R2) = 0,70 atau 70 %. Ini berarti subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen mempengaruhi pendapatan usahatani mentimun di daerah penelitian sebesar 70% sedangkan 30% di pengaruhi faktor-faktor lain diluar penelitian yang tidak dihitung nilainya, seperti faktor harga, permintaan, penawaran dan sebagainya. Hasil pengujian secara serempak menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara parsial berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Fakultas Hukum Universitas Samudra
Title: PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
Description:
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengusahakan budidaya mentimun.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey.
Objek dalam penelitian ini adalah para petani yang berusahatani mentimun (Cucumis sativus L.
) yang berada di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pendapatan usahatani, subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Rata-rata umur petani mentimun adalah 41,2 tahun, dengan masa pendidikan 8,9 tahun, pengalaman berusahatani 13,3 tahun dan besarnya tanggungan keluarga rata-rata 4 orang.
Rata-rata umur petani tergolong produktif, masa pendidikan tergolong rendah karena masa pendidikan 8,9 tahun antara SLTP dan SLTA, sedangkan jumlah tanggungan keluarga 4 orang relatif tinggi.
Hasil Penelitian dimana rata-rata luas lahan garapan usahatani mentimun di Desa Jamur Jelatang adalah 0,23 Ha, Desa Jamur Labu 0,16 Ha dan Desa Ingin Jaya 0,16 Ha.
Sedangkan rata-rata luas garapan petani mentimun di daerah penelitian adalah 0,18 Ha.
Rata-rata biaya produksi usahatani mentimun di daerah penelitian yaitu Rp.
2.
046.
947,- per usahatani dan Rp.
11.
371.
926,- per hektar.
Penggunaan biaya produksi terbesar terdapat di Desa Jamur Jelatang yaitu Rp.
2.
495.
991 per usahatani.
Rata-rata pendapatan kotor/nilai produksi usahatani mentimun didaerah penelitian adalah sebesar Rp.
4.
583.
333,-/UT atau Rp.
25.
462.
963,-/Ha, sedangkan rata-rata pendapatan bersih usahatani mentimun adalah Rp.
2.
536.
387,-/UT atau Rp.
14.
091.
037,-/Ha.
Dari analisis statistik dengan menggunakan Regresi Linier Berganda diperoleh persamaan regresi yaitu Y= -18,89 + 0,062 X1 + 0,21 X2 + 1,41 X3.
Hasil perhitungan diperoleh (R2) = 0,70 atau 70 %.
Ini berarti subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen mempengaruhi pendapatan usahatani mentimun di daerah penelitian sebesar 70% sedangkan 30% di pengaruhi faktor-faktor lain diluar penelitian yang tidak dihitung nilainya, seperti faktor harga, permintaan, penawaran dan sebagainya.
Hasil pengujian secara serempak menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara parsial berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Komunikasi, Lingkungan Kerja dan Pengembangan Pegawai Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Dikantor Camat Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang
Pengaruh Komunikasi, Lingkungan Kerja dan Pengembangan Pegawai Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Dikantor Camat Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang
The aims of this study are: (1) To determine the effect of communication on employee work motivation at the Kantor Camat Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. (2) To determine the effe...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi limbah cair produksi tahu terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)Metode yang digunakan ad...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan seperti tertu...
Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum
Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum
Layu Fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura. Salah satu alternatif p...

