Javascript must be enabled to continue!
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak akar dan daun Ageratum. conyzoides L. terhadap gambaran fisiologis darah (jumlah butir darah merah, jumlah butir darah putih) mencit, berat badan, dan berat organ (hati dan ginjal). Rancangan penelitian menggunakan model rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama adalah dosis (kontrol, 14, 28, 42, 56, 70 mg/kg BB) ekstrak akar dan daun Ageratum. conyzoides L., faktor kelompok kedua yaitu hari pengamatan ke-1, 3, 5, dan 7. Hewan uji yang digunakan adalah mencit betina umur 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun dan akar Ageratum conyzoides L. sebesar 14, 28, 42, 56, 70 mg/kg BB tidak mempengaruhi berat badan mencit, butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin, berat ginjal dan berat hati. Pemberian ekstrak daun dan akar Ageratum conyzoides L. pada hari ke-1, 3, 5 dan 7 tidak berpengaruh terhadap berat badan mencit. Jumlah butir darah merah meningkat pada hari ke-5 (3,443 x 106/mm3) akibat pemberian ekstrak daun. Akiba pemmberian esktrak akar, butir darah merah menurun pada hari ke-3 namun naik lagi pada hari ke-5 dan 7. Jumlah butir darah putih tidak berpengaruh pada pemberian ektrak daun, namun pada ekstrak akar menurun. Kadar hemoglobin menurun akibat pemberian ekstrak akar dan daun seiring waktu pengamatan, namun masih pada batas yang normal. Perbandingan pemberian ekstrak akar dan daun Ageratum conyzoides L. pada dosis yang sama memperlihatkan hasil yang berbeda, dimana esktrak daun lebih memberikan nilai yang berfluktuasi terhadap parameter butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin, dan ginjal, sedangkan ekstrak akar relative lebih stabil. Kesimpulan bahwa secara umum pemberian esktrak daun dan akar Ageratum. conyzoides L. tidak mengganggu fisiologis tubuh mencit, yang dilihat berdasarkan berat badan, butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin dan berat organ (hati dan ginjal).
Universitas Pasundan
Title: UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Description:
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L.
dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit.
Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak akar dan daun Ageratum.
conyzoides L.
terhadap gambaran fisiologis darah (jumlah butir darah merah, jumlah butir darah putih) mencit, berat badan, dan berat organ (hati dan ginjal).
Rancangan penelitian menggunakan model rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama adalah dosis (kontrol, 14, 28, 42, 56, 70 mg/kg BB) ekstrak akar dan daun Ageratum.
conyzoides L.
, faktor kelompok kedua yaitu hari pengamatan ke-1, 3, 5, dan 7.
Hewan uji yang digunakan adalah mencit betina umur 3 bulan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun dan akar Ageratum conyzoides L.
sebesar 14, 28, 42, 56, 70 mg/kg BB tidak mempengaruhi berat badan mencit, butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin, berat ginjal dan berat hati.
Pemberian ekstrak daun dan akar Ageratum conyzoides L.
pada hari ke-1, 3, 5 dan 7 tidak berpengaruh terhadap berat badan mencit.
Jumlah butir darah merah meningkat pada hari ke-5 (3,443 x 106/mm3) akibat pemberian ekstrak daun.
Akiba pemmberian esktrak akar, butir darah merah menurun pada hari ke-3 namun naik lagi pada hari ke-5 dan 7.
Jumlah butir darah putih tidak berpengaruh pada pemberian ektrak daun, namun pada ekstrak akar menurun.
Kadar hemoglobin menurun akibat pemberian ekstrak akar dan daun seiring waktu pengamatan, namun masih pada batas yang normal.
Perbandingan pemberian ekstrak akar dan daun Ageratum conyzoides L.
pada dosis yang sama memperlihatkan hasil yang berbeda, dimana esktrak daun lebih memberikan nilai yang berfluktuasi terhadap parameter butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin, dan ginjal, sedangkan ekstrak akar relative lebih stabil.
Kesimpulan bahwa secara umum pemberian esktrak daun dan akar Ageratum.
conyzoides L.
tidak mengganggu fisiologis tubuh mencit, yang dilihat berdasarkan berat badan, butir darah merah, butir darah putih, hemoglobin dan berat organ (hati dan ginjal).
Related Results
Defense Molecules of the Invasive Plant Species Ageratum conyzoides
Defense Molecules of the Invasive Plant Species Ageratum conyzoides
Ageratum conyzoides L. is native to Tropical America, and it has naturalized in many other tropical, subtropical, and temperate countries in South America, Central and Southern Afr...
Potensi Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) sebagai Pencegah Diabetes Melitus dan Komplikasi Terkait Platelet: Pendekatan in vivo
Potensi Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) sebagai Pencegah Diabetes Melitus dan Komplikasi Terkait Platelet: Pendekatan in vivo
Daun Ageratum conyzoides Linn. memiliki efek sebagai antidiabetes melitus, namun data terkait efeknya terhadap kondisi kelainan agregasi platelet karena komplikasi DM belum pernah ...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Studi Pustaka Potensi Aktivitas Antimikroba dari Babadotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Bakteri dan Fungi
Studi Pustaka Potensi Aktivitas Antimikroba dari Babadotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Bakteri dan Fungi
Abstract. Babadotan plants (Ageratum conyzoides L.) is a wild plant that is empirically used as a treatment for several infectious diseases. Bacteria that cause infection include G...
Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol beberapa Tumbuhan Famili Asteraceae
Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol beberapa Tumbuhan Famili Asteraceae
Tumbuhan famili Asteraceae sering digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Efek farmakologi tumbuhan Asteraceae dapat dikaitkan dengan berbagai senyawa fitokimia, termasuk po...
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Mencit (Mus musculus)
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Mencit (Mus musculus)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut dari ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) pada mencit (Mus musculus) dan untuk mengetahui dosis dari ...
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE
Virus Newcastle disease merupakan avian paramyxovirus yang bisa menyerang sistem pernapasan. ND memiliki protein HN (hemagglutinin neuraminidase) mengaglutinasi sel darah merah. Se...
Uji Toksisitas dan Gambaran Histologi Pankreas Mencit (Mus musculus) yang Diberikan Ekstrak Etil Asetat Ranting Puspa (Schima wallichii) sebagai Antidiabetes
Uji Toksisitas dan Gambaran Histologi Pankreas Mencit (Mus musculus) yang Diberikan Ekstrak Etil Asetat Ranting Puspa (Schima wallichii) sebagai Antidiabetes
Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Tanaman puspa (Schima wallichii) berpotensi sebagai antidiabe...

