Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Dan Analisis Desa Tertinggal Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Bogor

View through CrossRef
"AbstraksiSalah satu ukuran keberhasilan pembangunan desa diukur dengan pencapaian Indeks Desa Membangun (IDM), status keberhasilan dalam IDM tersebut dilihat dari 5 kategori yakni (1). Status desa sangat tertinggal, (2), Desa tertinggal (3), Desa berkembang (4), Desa maju dan (5), Desa mandiri. Desa-desa di daerah perbatasan sungguh memprihatinkan. Berdasarkan ukuran Indeks Desa Membangun (IDM) 2020 jumlah desa-desa di perbatasan yang memiliki status tertinggal dan sangat tertinggal sangat dominan. desa Wirajaya merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Jasinga yang masuk pada kategori desa tertinggal dengan IDM tahun 2020 sebesar 0,5819. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan data pada seluruh aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Setiap indikator memiliki skor. Penetapan skor menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Perhitungan indeks pada setiap dimensi dilakukan dengan metode skoring yang kemudian ditransformasikan menjadi sebuah indeks. Indikator kesehatan memiliki kontribusi terendah sebesar 0,57. Indikator ekonomi kontribusi terendah adalah indikator akses distribusi logistik sebesar 0,00. Indikator ketahanan lingkungan kontribusi terendah adalah indikator potensi rawan bencana sebesar 0,00..AbstractOne measure of the success of village development is measured by the achievement of the Village Building Index (IDM), the status of success in the IDM is seen from 5 categories, namely (1). The status of the village is very underdeveloped, (2), underdeveloped village (3), developing village (4), developed village and (5) independent village. The villages in the border areas are really worrying. Based on the size of the Developing Village Index (IDM) 2020, the number of villages on the border that have the status of being left behind and very underdeveloped is very dominant. Wirajaya village is the only village in Jasinga District that is included in the category of underdeveloped village with an IDM in 2020 of 0.5819. Sampling was carried out by collecting data on all economic, social and environmental aspects. Each indicator has a score. The scoring uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The index calculation for each dimension is carried out using a scoring method which is then transformed into an index. Health indicators have the lowest contribution of 0.57. Economic indikator the lowest contribution is the logistics distribution access indicator of 0.00. The environmental resilience index consists of 3 indicators, namely, environmental quality indicators, disaster-prone potential and disaster response. Of the three indicators, the lowest contribution is the indicator of disaster-prone potential of 0.00.."
Title: Identifikasi Dan Analisis Desa Tertinggal Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Bogor
Description:
"AbstraksiSalah satu ukuran keberhasilan pembangunan desa diukur dengan pencapaian Indeks Desa Membangun (IDM), status keberhasilan dalam IDM tersebut dilihat dari 5 kategori yakni (1).
Status desa sangat tertinggal, (2), Desa tertinggal (3), Desa berkembang (4), Desa maju dan (5), Desa mandiri.
Desa-desa di daerah perbatasan sungguh memprihatinkan.
Berdasarkan ukuran Indeks Desa Membangun (IDM) 2020 jumlah desa-desa di perbatasan yang memiliki status tertinggal dan sangat tertinggal sangat dominan.
desa Wirajaya merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Jasinga yang masuk pada kategori desa tertinggal dengan IDM tahun 2020 sebesar 0,5819.
Pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan data pada seluruh aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
Setiap indikator memiliki skor.
Penetapan skor menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP).
Perhitungan indeks pada setiap dimensi dilakukan dengan metode skoring yang kemudian ditransformasikan menjadi sebuah indeks.
Indikator kesehatan memiliki kontribusi terendah sebesar 0,57.
Indikator ekonomi kontribusi terendah adalah indikator akses distribusi logistik sebesar 0,00.
Indikator ketahanan lingkungan kontribusi terendah adalah indikator potensi rawan bencana sebesar 0,00.
AbstractOne measure of the success of village development is measured by the achievement of the Village Building Index (IDM), the status of success in the IDM is seen from 5 categories, namely (1).
The status of the village is very underdeveloped, (2), underdeveloped village (3), developing village (4), developed village and (5) independent village.
The villages in the border areas are really worrying.
Based on the size of the Developing Village Index (IDM) 2020, the number of villages on the border that have the status of being left behind and very underdeveloped is very dominant.
Wirajaya village is the only village in Jasinga District that is included in the category of underdeveloped village with an IDM in 2020 of 0.
5819.
Sampling was carried out by collecting data on all economic, social and environmental aspects.
Each indicator has a score.
The scoring uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method.
The index calculation for each dimension is carried out using a scoring method which is then transformed into an index.
Health indicators have the lowest contribution of 0.
57.
Economic indikator the lowest contribution is the logistics distribution access indicator of 0.
00.
The environmental resilience index consists of 3 indicators, namely, environmental quality indicators, disaster-prone potential and disaster response.
Of the three indicators, the lowest contribution is the indicator of disaster-prone potential of 0.
00.
".

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Peran TNI dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia
Peran TNI dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia
Wilayah perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara.  Wilayah ini sangat rawan terjadinya berbag...
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Ketika daerah perbatasan belum mampu menjadi beranda dan etalase estetis bagi suatu negara, pembangunan daerah perbatasan layak menjadi sebuah isu strategis yang perlu diprioritask...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
Identifikasi Potensi Investasi Wilayah Perbatasan Indonesia
Identifikasi Potensi Investasi Wilayah Perbatasan Indonesia
Wilayah perbatasan Indonesia identik dengan wilayah yang belum sejahtera. Kondisi ini menarik untuk dibahas potensi yang dapat dikembangkan di wilayah perbatasan Indonesia sehingga...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

Back to Top