Javascript must be enabled to continue!
Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia
View through CrossRef
Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983. Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara. Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
Title: Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia
Description:
Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983.
Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara.
Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka.
Related Results
Orientasi Politik Aktivis Eks Hizbut Tahrir Indonesia Pasca Dibubarkan
Orientasi Politik Aktivis Eks Hizbut Tahrir Indonesia Pasca Dibubarkan
Abstrak: Artikel ini ingin mengetahui orientasi politik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah dibubarkan oleh pemerintah melalui peraturan pemerintah (Perpu) No 2 tahun 2017, sebag...
Peran Gerakan Nasionalisme Lokal Dalam Membangun Integrasi Nasional Indonesia
Peran Gerakan Nasionalisme Lokal Dalam Membangun Integrasi Nasional Indonesia
Artikel ini membahas tentang peran gerakan nasionalisme lokal dalam membangun integrasi nasional Indonesia.Gerakan nasionalisme lokal adalah upaya yang dilakukan oleh kelompok masy...
Konstruksi Sistem Khilafah Hizbut Tahrir
Konstruksi Sistem Khilafah Hizbut Tahrir
This research traces and criticizes the construction of the Hizbut Tahrir caliphate. For this purpose, the researcher will process the data from Hizbut Tahrir's books by using qua...
Konsep Dakwah Syeikh Taqiyuddin An-nabhani dan Implementasinya dalam Gerakan Dakwah Hizbut Tahrir di Kota Bandung
Konsep Dakwah Syeikh Taqiyuddin An-nabhani dan Implementasinya dalam Gerakan Dakwah Hizbut Tahrir di Kota Bandung
Abstract. The decline of Muslims is partly due to the decline in understanding of Islam due to the influence of modernization and globalization which encourages individuals to sepa...
Dinamika Hizbut Tahrir Indonesia: Sejarah, Ideologi, dan Dampaknya terhadap Stabilitas Politik Serta Demokrasi di Indonesia
Dinamika Hizbut Tahrir Indonesia: Sejarah, Ideologi, dan Dampaknya terhadap Stabilitas Politik Serta Demokrasi di Indonesia
Hizbut Tahrir merupakan salah satu paham ideologi transnasional yang patut diwaspadai keberadaannya karena gagasan khilafah legendarisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali s...
SUMBER POLITIS PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
SUMBER POLITIS PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
Indonesia sebagai negara yang mempunyai dasar Negara yaitu pancasila yang memiliki sebuah arti penting memiliki ideologi. Setiap bangsa dan negara ingin berdiri kokoh, tidak mudah ...
GERAKAN SOSIAL EKS HIZBUT TAHRIR INDONESIA PASCA PEMBUBARAN (Studi Kasus di Bengkulu)
GERAKAN SOSIAL EKS HIZBUT TAHRIR INDONESIA PASCA PEMBUBARAN (Studi Kasus di Bengkulu)
Gerakan reformasi pada tahun 1998 telah membuka kran kebebasan sosial politik bagi warga negara Indonesia. Akibatnya, animo masyarakat untuk mendirikan ormas sebagai wadah perkumpu...
NASIONALISME DALAM FILM SURAT KALENG KARYA AZHARI MEUGIT
NASIONALISME DALAM FILM SURAT KALENG KARYA AZHARI MEUGIT
This article studies about nationalism in the film Tin Can by Azhari Meugit the directed by Fauzan Santa. The film was published in 2018 with a 1950s film background. This film is ...

