Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJI EKSPERIMEN MESIN KOMPRESI UDARA DENGAN MEMODIFIKASI GIGI SENTRIS MOTOR BENSIN 4-TAK SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF KENDARAAN BERMOTOR BEBAS EMISI

View through CrossRef
Mesin kompresi udara merupakan alternatif yang ramah lingkungan dengan keuntungan bebas emisi gas buang dan proses pengisian cepat sehingga sesuai untuk diaplikasi sebagai daya utama pada kendaraan. Penelitian terdahulu mesin tenaga kompresi udara yang memodifikasi mesin pembakaran dalam dilakukan dengan merubah bentuk camshaft. Hal ini rumit, sehingga solusi lain adalah dengan merubah perbandingan gigi sentris. Namun demikian, penelitian modifikasi gigi sentris masih belum ada. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin kompresi udara dengan modifikasi gigi sentris. Penelitian ini menyajikan kaji eksperimental mesin piston yang didorong oleh kompresi udara dimana alat ujinya yaitu mesin pembakaran dalam 4-tak yang di ubah menjadi 2-tak dengan memodifikasi perbandingan gigi sentris yang awalnya 2 : 1 menjadi 1 : 1. Torsi yang dihasilkan mesin diukur menggunakan prony brake dimana variasi tekanan rem berkisar 0,4 bar – 2 bar dengan perubahan tekanan rem tiap 0,2. Adapun variasi tekanan udara antara 3 bar – 9 bar dengan perubahan tekanan udara 1 bar. Putaran mesin yang dihasilkan diukur menggunakan tachometer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tekanan udara merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja mesin kompresi udara, semakin besar tekanan udara yang dikompresikan maka semakin besar daya yang dihasilkan. Performa terbaik mesin kompresi udara berada pada percobaan tekanan udara tertinggi yaitu 8 bar dengan menghasilkan daya 2,36 kW pada putaran mesin 724,33 rpm dengan torsi 31,09 Nm, tetapi torsi tertinggi yang di dapat ialah 34,55 Nm di putaran mesin 618,67 rpm.
Title: KAJI EKSPERIMEN MESIN KOMPRESI UDARA DENGAN MEMODIFIKASI GIGI SENTRIS MOTOR BENSIN 4-TAK SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF KENDARAAN BERMOTOR BEBAS EMISI
Description:
Mesin kompresi udara merupakan alternatif yang ramah lingkungan dengan keuntungan bebas emisi gas buang dan proses pengisian cepat sehingga sesuai untuk diaplikasi sebagai daya utama pada kendaraan.
Penelitian terdahulu mesin tenaga kompresi udara yang memodifikasi mesin pembakaran dalam dilakukan dengan merubah bentuk camshaft.
Hal ini rumit, sehingga solusi lain adalah dengan merubah perbandingan gigi sentris.
Namun demikian, penelitian modifikasi gigi sentris masih belum ada.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin kompresi udara dengan modifikasi gigi sentris.
Penelitian ini menyajikan kaji eksperimental mesin piston yang didorong oleh kompresi udara dimana alat ujinya yaitu mesin pembakaran dalam 4-tak yang di ubah menjadi 2-tak dengan memodifikasi perbandingan gigi sentris yang awalnya 2 : 1 menjadi 1 : 1.
Torsi yang dihasilkan mesin diukur menggunakan prony brake dimana variasi tekanan rem berkisar 0,4 bar – 2 bar dengan perubahan tekanan rem tiap 0,2.
Adapun variasi tekanan udara antara 3 bar – 9 bar dengan perubahan tekanan udara 1 bar.
Putaran mesin yang dihasilkan diukur menggunakan tachometer.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tekanan udara merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja mesin kompresi udara, semakin besar tekanan udara yang dikompresikan maka semakin besar daya yang dihasilkan.
Performa terbaik mesin kompresi udara berada pada percobaan tekanan udara tertinggi yaitu 8 bar dengan menghasilkan daya 2,36 kW pada putaran mesin 724,33 rpm dengan torsi 31,09 Nm, tetapi torsi tertinggi yang di dapat ialah 34,55 Nm di putaran mesin 618,67 rpm.

Related Results

KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
Kendaraan atau angkutan adalah wahana alat transportasi, baik yang digerakkan oleh mesin maupun oleh mahluk hidup. Kendaraan terdiri dari kendaraan bermotor dan kendaraan tidak ber...
Evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor
Evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor
Risiko kebakaran kendaraan bermotor terus meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi kendaraan bermotor serta mobilitas masyarakat. Kebakaran kendaraan bermotor dapat terjadi d...
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dengan Kejadian Abrasi Gigi
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dengan Kejadian Abrasi Gigi
Abstract: Tooth abrasion is the loss of tooth structure resulting from clinically abnormal mechanical wear with further risk of fracture in the cervical region of the tooth. Tooth ...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
TELEOLOGI HUKUM PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN HARI BEBAS KENDARAAN BERMOTOR
TELEOLOGI HUKUM PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN HARI BEBAS KENDARAAN BERMOTOR
Paradigma hukum dalam suatu bidang memiliki definisi yang berbeda-beda. Pembagian ilmu hukum ini hanya terkait peminatan dari seseorang yang belajar ilmu hukum. paradigma dalam kon...
Penerapan Metode Waterfall pada Skema Sistem Pengaman Sepeda Motor dengan Arduino Nano
Penerapan Metode Waterfall pada Skema Sistem Pengaman Sepeda Motor dengan Arduino Nano
INTISASIDengan meningkatnya pertumbuhan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan bermotor roda dua setiap tahun, juga menyebabkan peningkatan kejahatan yang terjadi di masyarakat. B...
Analisis Flame Temperatur Terhadap Magnetisasi Campuran Bahan Bakar Bensin Dan Bioetanol Pada Mesin Bensin
Analisis Flame Temperatur Terhadap Magnetisasi Campuran Bahan Bakar Bensin Dan Bioetanol Pada Mesin Bensin
Telah dilakukan perhitungan flame temperature pada bahan bakar campuran bensin dan bioethanol. Flame temperature diperlukan untuk mengetahui berapa besar panas yang terjadi ketika ...

Back to Top