Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Stasiun Kerja Proses Canting Berdasarkan Pendekatan Ergonomi
View through CrossRef
Batik Tulis Tengah Sawah merupakan salah satu UKM yang terdapat di Pacitan dan bergerak dalam bidang kerajinan batik tulis. Dalam proses produksi, pembatik melakukan proses canting dengan posisi duduk pada kursi pendek (dingklik) terbuat dari kayu tanpa sandaran punggung. Kompor yang digunakan untuk melelehkan malam berukuran kecil dan tidak terdapat meja untuk meletakkan kompor serta digunakan oleh 2 pembatik sehingga mengharuskan pembatik duduk serong menghadap gawangan dan menyebabkan pembatik duduk dengan keadaan sedikit membungkuk. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan mengenai fasilitas kerja dan stasiun kerja proses canting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi postur kerja pembatik dan melakukan perancangan usulan stasiun kerja proses canting bagi pembatik. Penelitian ini dilakukan dengan lima tahap, yaitu penilaian level risiko postur kerja, perancangan usulan kursi pembatik, perancangan usulan meja kompor, perancangan usulan gawangan dan perancangan usulan stasiun kerja proses canting. Hasil dari penelitian ini adalah kursi pembatik dengan fitur sandaran punggung, busa duduk, sandaran tangan dan wadah tempat minum. Meja kompor digunakan untuk menambah ketinggian kompor dan gawangan untuk menyesuaikan dengan ketinggian pembatik ketika duduk di kursi pembatik. Serta perancangan stasiun kerja untuk menciptakan stasiun kerja lebih tertata dan memberikan kenyamanan pembatik selama proses canting sehingga dapat meminimasi postur tubuh membungkuk.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Title: Perancangan Stasiun Kerja Proses Canting Berdasarkan Pendekatan Ergonomi
Description:
Batik Tulis Tengah Sawah merupakan salah satu UKM yang terdapat di Pacitan dan bergerak dalam bidang kerajinan batik tulis.
Dalam proses produksi, pembatik melakukan proses canting dengan posisi duduk pada kursi pendek (dingklik) terbuat dari kayu tanpa sandaran punggung.
Kompor yang digunakan untuk melelehkan malam berukuran kecil dan tidak terdapat meja untuk meletakkan kompor serta digunakan oleh 2 pembatik sehingga mengharuskan pembatik duduk serong menghadap gawangan dan menyebabkan pembatik duduk dengan keadaan sedikit membungkuk.
Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan mengenai fasilitas kerja dan stasiun kerja proses canting.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi postur kerja pembatik dan melakukan perancangan usulan stasiun kerja proses canting bagi pembatik.
Penelitian ini dilakukan dengan lima tahap, yaitu penilaian level risiko postur kerja, perancangan usulan kursi pembatik, perancangan usulan meja kompor, perancangan usulan gawangan dan perancangan usulan stasiun kerja proses canting.
Hasil dari penelitian ini adalah kursi pembatik dengan fitur sandaran punggung, busa duduk, sandaran tangan dan wadah tempat minum.
Meja kompor digunakan untuk menambah ketinggian kompor dan gawangan untuk menyesuaikan dengan ketinggian pembatik ketika duduk di kursi pembatik.
Serta perancangan stasiun kerja untuk menciptakan stasiun kerja lebih tertata dan memberikan kenyamanan pembatik selama proses canting sehingga dapat meminimasi postur tubuh membungkuk.
Related Results
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...
BIOLOGY ASPECT OF MANGROVE SNAILS (Telescopium telescopium) AT LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM MAKASSAR CITY
BIOLOGY ASPECT OF MANGROVE SNAILS (Telescopium telescopium) AT LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM MAKASSAR CITY
Keong bakau (Telescopium telescopium) adalah salah satu biota yang dapat berperan dalam proses mineralisasi materi organik dan dekomposisi serasah pada tanaman mangrove. Tujuan pen...
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai pendekatan yang telah dilakukan pada penerapan ergonomi partisipatif di berbagai industri dan mengambil pembelajaran dari impleme...
Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
Di era globalisasi permintaan konsumen akan suatu barang semakin meningkat setiap waktunya, hal tersebut membuat pekerjaan harus dilakukan dengan cepat agar memenuhi akan keinginan...
Granulometric and Bioindex Analysis of Macrobenthos in Malalayang Coastal Waters
Granulometric and Bioindex Analysis of Macrobenthos in Malalayang Coastal Waters
 The purpose of this study was (1) to describe macrozoobenthos and calculate and analyze bio-indexes including density, diversity, domination, and proprietary macrozoobenthos genu...
EVALUASI PELAYANAN STASIUN TANGERANG KOTA TANGERANG
EVALUASI PELAYANAN STASIUN TANGERANG KOTA TANGERANG
Stasiun Tangerang merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Stasiun Tangerang termasuk ke dalam kelas Stasiun Besar. Namun, pembangunan dan perbaikan saa...

