Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BIOLOGY ASPECT OF MANGROVE SNAILS (Telescopium telescopium) AT LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM MAKASSAR CITY

View through CrossRef
Keong bakau (Telescopium telescopium) adalah salah satu biota yang dapat berperan dalam proses mineralisasi materi organik dan dekomposisi serasah pada tanaman mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan, struktur ukuran, pola pertumbuhan keong bakau (Telescopium telescopium) dan kualitas perairan di Ekowisata Mangrove Lantebung kota Makassar. Metode pengumpulan keong bakau secara purposive sampling menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m2 dengan tiga kali pengulangan pada tiga stasiun pengamatan. Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, salinitas, pH, dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan keong bakau berturut-turut 45 individu (Stasiun I), 46 individu (Stasiun II), dan 45 individu (Stasiun III). Struktur ukuran panjang keong bakau (Telescopium telescopium) stasiun I berkisar antara 55,5-78,1 mm, stasiun II 52,9-72,6 mm dan stasiun III 55,3-77,1 mm.  Struktur ukuran bobot keong bakau (Telescopium telescopium) stasiun I berkisar antara 17,0-37,4 g, stasiun II 17,0-30,3 dan stasiun III 17,0-41,0 g. Pola pertumbuhan keong bakau berdasarkan hubungan panjang bobot pada ketiga stasiun menunjukkan persamaan allometrik negative (b<3) yakni pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot. Kelimpahan keong bakau tertinggi terdapat pada stasiun II dan kelimpahan terendah pada stasiun I dan stasiun III. Ukuran keong bakau dari segi panjang cangkang pada stasiun I lebih Panjang daripada stasiun II dan III dan dari segi bobot pada stasiun III lebih berat daripada stasiun I dan stasiun II. Kualitas perairan mengacu Peraturan Pemerintah no 22 tahun 2021 lampiran VIII untuk biota laut masih mendukung kehidupan keong bakau.
Title: BIOLOGY ASPECT OF MANGROVE SNAILS (Telescopium telescopium) AT LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM MAKASSAR CITY
Description:
Keong bakau (Telescopium telescopium) adalah salah satu biota yang dapat berperan dalam proses mineralisasi materi organik dan dekomposisi serasah pada tanaman mangrove.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan, struktur ukuran, pola pertumbuhan keong bakau (Telescopium telescopium) dan kualitas perairan di Ekowisata Mangrove Lantebung kota Makassar.
Metode pengumpulan keong bakau secara purposive sampling menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m2 dengan tiga kali pengulangan pada tiga stasiun pengamatan.
Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, salinitas, pH, dan sedimen.
Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan keong bakau berturut-turut 45 individu (Stasiun I), 46 individu (Stasiun II), dan 45 individu (Stasiun III).
Struktur ukuran panjang keong bakau (Telescopium telescopium) stasiun I berkisar antara 55,5-78,1 mm, stasiun II 52,9-72,6 mm dan stasiun III 55,3-77,1 mm.
  Struktur ukuran bobot keong bakau (Telescopium telescopium) stasiun I berkisar antara 17,0-37,4 g, stasiun II 17,0-30,3 dan stasiun III 17,0-41,0 g.
Pola pertumbuhan keong bakau berdasarkan hubungan panjang bobot pada ketiga stasiun menunjukkan persamaan allometrik negative (b<3) yakni pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot.
Kelimpahan keong bakau tertinggi terdapat pada stasiun II dan kelimpahan terendah pada stasiun I dan stasiun III.
Ukuran keong bakau dari segi panjang cangkang pada stasiun I lebih Panjang daripada stasiun II dan III dan dari segi bobot pada stasiun III lebih berat daripada stasiun I dan stasiun II.
Kualitas perairan mengacu Peraturan Pemerintah no 22 tahun 2021 lampiran VIII untuk biota laut masih mendukung kehidupan keong bakau.

Related Results

Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Penelitian nilai ekonomi ekosistem mangrove dilakukan di Kawasan Wisata Lantebung, Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi mangrove di Kawasan Wisata...
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH
Ecotourism is a tourist activity that aims to conserve. In its implementation, institutions have a very important role for sustainable ecotourism management. This study aims to det...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Green Lecture dan Penanaman Mangrove Di Kawasan Ekowisata Lantebung
Green Lecture dan Penanaman Mangrove Di Kawasan Ekowisata Lantebung
Coastal areas are transition areas between land and sea ecosystems that have various potential natural resources, but the increasing rate of abrasion can be a threat to ecosystem l...
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...
Diversity and role of insect in Lantebung mangrove forest, Makassar, Indonesia
Diversity and role of insect in Lantebung mangrove forest, Makassar, Indonesia
Abstract The objective of this study is to analyze the types of insects and assess the level of insect diversity in the mangrove forest area....
Mercury Content on Mangrove Roots and Telescopium telescopium in Kao Bay, North Halmahera
Mercury Content on Mangrove Roots and Telescopium telescopium in Kao Bay, North Halmahera
The process of extracting gold using mercury (Hg) carried out by Nusa Halmahera Minerals industries (PT. NHM) as well as by the community of illegal gold mining or gold mining with...

Back to Top