Javascript must be enabled to continue!
Mengembangkan Konsep Pemikiran Pendidikan Jiwa Menurut Ibnu Sina
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan konsep pendidikan jiwa menurut Ibn Sina serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan modern cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan teknis, sementara aspek moral dan spiritual sering terabaikan, sehingga memicu krisis etika dan karakter. Ibn Sina menawarkan kerangka pendidikan holistik yang mengintegrasikan perkembangan intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sumber primer berupa karya-karya Ibn Sina serta sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina memandang jiwa sebagai substansi immaterial yang memiliki tingkatan hierarkis, yaitu jiwa nabati, jiwa hewani, dan jiwa rasional, yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan manusia. Tujuan utama pendidikan jiwa adalah mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil) melalui pengembangan akal, pembentukan akhlak, dan pendalaman spiritualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Sina tetap sangat relevan bagi pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam menjawab krisis moral dan mengintegrasikan kembali nilai-nilai etika dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
Title: Mengembangkan Konsep Pemikiran Pendidikan Jiwa Menurut Ibnu Sina
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan konsep pendidikan jiwa menurut Ibn Sina serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer.
Pendidikan modern cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan teknis, sementara aspek moral dan spiritual sering terabaikan, sehingga memicu krisis etika dan karakter.
Ibn Sina menawarkan kerangka pendidikan holistik yang mengintegrasikan perkembangan intelektual, moral, dan spiritual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sumber primer berupa karya-karya Ibn Sina serta sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan Islam.
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina memandang jiwa sebagai substansi immaterial yang memiliki tingkatan hierarkis, yaitu jiwa nabati, jiwa hewani, dan jiwa rasional, yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan manusia.
Tujuan utama pendidikan jiwa adalah mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil) melalui pengembangan akal, pembentukan akhlak, dan pendalaman spiritualitas.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Sina tetap sangat relevan bagi pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam menjawab krisis moral dan mengintegrasikan kembali nilai-nilai etika dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
Related Results
IBNU SINA: JIWA DAN KEABADIAN JIWA
IBNU SINA: JIWA DAN KEABADIAN JIWA
Ibn Sina adalah seorang dokter, ahli kimia, dan filsuf Islam. Ibnu Sina memiliki nama lengkap Abu Ali al-Husain Ibn Abdullah Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Sina. Lahirkan di Afsyana, daerah...
RELEVANSI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PENDIDIKAN JIWA PERSPEKTIF IBNU SINA
RELEVANSI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PENDIDIKAN JIWA PERSPEKTIF IBNU SINA
Artikel ini membahas relevansi antara konsep pembelajaran berdiferensiasi dengan konsep pendidikan jiwa perspektif Ibnu Sina. Ibnu Sina menegaskan pentingnya memperhatikan perkemba...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
PENGEMBANGAN PIKIRAN MODERN ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA
PENGEMBANGAN PIKIRAN MODERN ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA
Abstrak: Ibnu sina merupakan tokoh pemikir yang telah banyak memberikan kontribusi dan pemikirannya untuk kemajuan zaman, pemikiran – pemikiran ini lah yang sudah banyak digunakan ...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...
Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun dan Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional
Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun dan Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional
Abstract. The decline of Islamic education can be seen from different sectors, concepts, systems, curriculum, methods that are considered less relevant to society’s needs. Whereas ...
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN : KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN IBNU MISKAWAH
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN : KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN IBNU MISKAWAH
Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk karakter manusia yang beriman dan berkepribadian mulia. Tantangan moral y...

