Javascript must be enabled to continue!
IBNU SINA: JIWA DAN KEABADIAN JIWA
View through CrossRef
Ibn Sina adalah seorang dokter, ahli kimia, dan filsuf Islam. Ibnu Sina memiliki nama lengkap Abu Ali al-Husain Ibn Abdullah Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Sina. Lahirkan di Afsyana, daerah dekat Bukhara, tahun 980 M. Memiliki konsep jiwa dengan membaginya menjadi 3, yaitu:jiwa tumbuhan, hewan dan manusia. Selain konsep jiwa ia memiliki konsep tentang kemiuistahilan rengkarnasi yang di percaya sebaagian dari manusia. Metode kualitatif digunakan peneliti dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menjabarkan tentang konsep keabadian jiwa dan kemustahilan rengkarnasi. Keabadian jiwa setelah kematian, dimana saat badan hancur maka jiwa tidak ikut hancur. Akan tetapi, tidak ikut hancurnya jiwa manusia bukan berari ia akan di bangkitkan dibumi. Karena ibnu sina memiliki pendat tentang kemustahil pada rengkarnasi pada makhluk ciptaan tuhan. Itukah mengapa ibnu sina menolak tentang konsep rengkarnasi dan mengikuti konsep- konsep filsuf ”“filsuf terdahulu tentang jiwa manusia.
Title: IBNU SINA: JIWA DAN KEABADIAN JIWA
Description:
Ibn Sina adalah seorang dokter, ahli kimia, dan filsuf Islam.
Ibnu Sina memiliki nama lengkap Abu Ali al-Husain Ibn Abdullah Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Sina.
Lahirkan di Afsyana, daerah dekat Bukhara, tahun 980 M.
Memiliki konsep jiwa dengan membaginya menjadi 3, yaitu:jiwa tumbuhan, hewan dan manusia.
Selain konsep jiwa ia memiliki konsep tentang kemiuistahilan rengkarnasi yang di percaya sebaagian dari manusia.
Metode kualitatif digunakan peneliti dengan pendekatan studi pustaka.
Hasil penelitian ini menjabarkan tentang konsep keabadian jiwa dan kemustahilan rengkarnasi.
Keabadian jiwa setelah kematian, dimana saat badan hancur maka jiwa tidak ikut hancur.
Akan tetapi, tidak ikut hancurnya jiwa manusia bukan berari ia akan di bangkitkan dibumi.
Karena ibnu sina memiliki pendat tentang kemustahil pada rengkarnasi pada makhluk ciptaan tuhan.
Itukah mengapa ibnu sina menolak tentang konsep rengkarnasi dan mengikuti konsep- konsep filsuf ”“filsuf terdahulu tentang jiwa manusia.
Related Results
RELEVANSI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PENDIDIKAN JIWA PERSPEKTIF IBNU SINA
RELEVANSI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PENDIDIKAN JIWA PERSPEKTIF IBNU SINA
Artikel ini membahas relevansi antara konsep pembelajaran berdiferensiasi dengan konsep pendidikan jiwa perspektif Ibnu Sina. Ibnu Sina menegaskan pentingnya memperhatikan perkemba...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina, atau Avicenna, merupakan salah satu ilmuwan dan filsuf besar yang memberikan kontribusi signifikan dalam filsafat dan kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali...
PERANAN ANALISIS SWOT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN STIE IBNU SINA BATAM TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA
PERANAN ANALISIS SWOT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN STIE IBNU SINA BATAM TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan STIE Ibnu Sina Batam terhadap mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis SWOT di STIE Ibnu Si...
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
PENGEMBANGAN PIKIRAN MODERN ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA
PENGEMBANGAN PIKIRAN MODERN ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA
Abstrak: Ibnu sina merupakan tokoh pemikir yang telah banyak memberikan kontribusi dan pemikirannya untuk kemajuan zaman, pemikiran – pemikiran ini lah yang sudah banyak digunakan ...
Bilgi Herkese Açık mı? İbn Sînâ’da Felsefî Bilginin Aktarımı, Liyakat ve Ahlakî Sınırlar
Bilgi Herkese Açık mı? İbn Sînâ’da Felsefî Bilginin Aktarımı, Liyakat ve Ahlakî Sınırlar
Bu makale, İslam felsefe geleneğinde felsefî bilginin aktarımına dair geliştirilen seçici yaklaşımı, özellikle İbn Sînâ’nın pedagojik ve ahlâkî tutumu üzerinden incelemektedir. Çal...

