Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM

View through CrossRef
Bagi para pemikir politik, politik terkait erat dengan etika. Bedanya jika pemikir Yunani membicarakan keterkaitan itu dalam wilayah filsafat moral, sementara pemikir plitik islam mendiskusikan dalam naungan teologi. Konsep etika politik dalam teologi Islam berakar pada ajaran tauhid yang menempatkan Allah sebagai sumber segala kekuasaan. Manusia hanya bertindak sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelola kehidupan sesuai dengan ketentuan-Nya. Prinsip ini melahirkan berbagai nilai politik seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Di era modern, ketika sistem politik menghadapi berbagai tantangan global, kajian mengenai relevansi etika politik dalam teologi Islam menjadi semakin penting. Nilai-nilai yang terkandung dalam teologi Islam dapat menjadi alternatif dalam membangun budaya politik yang berintegritas dan berkeadilan. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan, menganalisa, dan menjelaskan relevansi konsep etika politik dalam teologi islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) yaitu dengan cara meneliti, membaca, dan memahami buku-buku yang berkenaan dengan judul penelitian tersebut. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) atau analisis tekstual dan metode interprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan sosio-historis. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan melalui pendekatan kualitatif. Relevansi konsep Etika politik dalam teologi islam, meliputi; Pertama, Sejarah kemunculan politik dalam yaitu di mulai saat Muawiyyah tidak menerima   pengangkatan   Ali   sebagai   khalifah dan terjadilah peperangan antar keduanya yang dalam sejarah dikenal dengan perang Shiffin. Sebenarnya  perseteruan  tersebut  dimenanangkan  oleh  pihak Ali  bin  Abi Thalib. Tetapi  sewaktu  pasukan  Muawiyyah  terdesak  dan mulai  tampak  tanda-tanda  kekalahan,  Muawiyyah  meminta  salah satu utusannya untuk meletakkan al-Quran diatas tombak, kemudian menunjukkannya kepada pasukan Ali dan meminta perdamaian atau tahkim. Kedua, Konsep etika politik dalam teologi Islam adalah seperangkat nilai moral dan prinsip keagamaan yang mengatur bagaimana kekuasaan diperoleh, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan menurut ajaran Islam. Ketiga, Landasan dasar etika politik dalam teologi islam, yaitu Tauhid, Khilafah, Amanah, Mas'uliyyah (akuntabilitas). Prinsip-prinsip etika politik dalam teologi islam, yaitu  Keadilan (al-'adl), Musyawarah (syura), Persamaan (al-musawah), Kemaslahatan (maslahah), Kejujuran dan Integritas. Keempat, Etika politik dalam teologi Islam sangat relevan karena menjembatani antara keyakinan (akidah), nilai moral (akhlak), dan praktik kekuasaan (siyasah). Berikut beberapa poin utama relevansi etika politik dalam teologi islam, yaitu: Politik sebagai bagian dari amanah moral, Keadilan sebagai prinsip teologis, Kekuasaan dibatasi oleh syariah dan nilai akhlak, Tanggung jawab pemimpin (khilafah), Koreksi terhadap penyalahgunaan agama dalam politik, Relevansi dalam konteks modern.
Universitas Alwashliyah Medan
Title: RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM
Description:
Bagi para pemikir politik, politik terkait erat dengan etika.
Bedanya jika pemikir Yunani membicarakan keterkaitan itu dalam wilayah filsafat moral, sementara pemikir plitik islam mendiskusikan dalam naungan teologi.
Konsep etika politik dalam teologi Islam berakar pada ajaran tauhid yang menempatkan Allah sebagai sumber segala kekuasaan.
Manusia hanya bertindak sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelola kehidupan sesuai dengan ketentuan-Nya.
Prinsip ini melahirkan berbagai nilai politik seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial.
Di era modern, ketika sistem politik menghadapi berbagai tantangan global, kajian mengenai relevansi etika politik dalam teologi Islam menjadi semakin penting.
Nilai-nilai yang terkandung dalam teologi Islam dapat menjadi alternatif dalam membangun budaya politik yang berintegritas dan berkeadilan.
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan, menganalisa, dan menjelaskan relevansi konsep etika politik dalam teologi islam.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) yaitu dengan cara meneliti, membaca, dan memahami buku-buku yang berkenaan dengan judul penelitian tersebut.
Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) atau analisis tekstual dan metode interprestasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan sosio-historis.
Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan melalui pendekatan kualitatif.
Relevansi konsep Etika politik dalam teologi islam, meliputi; Pertama, Sejarah kemunculan politik dalam yaitu di mulai saat Muawiyyah tidak menerima   pengangkatan   Ali   sebagai   khalifah dan terjadilah peperangan antar keduanya yang dalam sejarah dikenal dengan perang Shiffin.
Sebenarnya  perseteruan  tersebut  dimenanangkan  oleh  pihak Ali  bin  Abi Thalib.
Tetapi  sewaktu  pasukan  Muawiyyah  terdesak  dan mulai  tampak  tanda-tanda  kekalahan,  Muawiyyah  meminta  salah satu utusannya untuk meletakkan al-Quran diatas tombak, kemudian menunjukkannya kepada pasukan Ali dan meminta perdamaian atau tahkim.
Kedua, Konsep etika politik dalam teologi Islam adalah seperangkat nilai moral dan prinsip keagamaan yang mengatur bagaimana kekuasaan diperoleh, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan menurut ajaran Islam.
Ketiga, Landasan dasar etika politik dalam teologi islam, yaitu Tauhid, Khilafah, Amanah, Mas'uliyyah (akuntabilitas).
Prinsip-prinsip etika politik dalam teologi islam, yaitu  Keadilan (al-'adl), Musyawarah (syura), Persamaan (al-musawah), Kemaslahatan (maslahah), Kejujuran dan Integritas.
Keempat, Etika politik dalam teologi Islam sangat relevan karena menjembatani antara keyakinan (akidah), nilai moral (akhlak), dan praktik kekuasaan (siyasah).
Berikut beberapa poin utama relevansi etika politik dalam teologi islam, yaitu: Politik sebagai bagian dari amanah moral, Keadilan sebagai prinsip teologis, Kekuasaan dibatasi oleh syariah dan nilai akhlak, Tanggung jawab pemimpin (khilafah), Koreksi terhadap penyalahgunaan agama dalam politik, Relevansi dalam konteks modern.

Related Results

TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Teologi kontemporer merupakan teologi yang selalu mengedepankan rasio dibandingkan iman. Teologi kontemporer merupakan hasil berpikir dari historis kritis para teolog. Teologi ini ...
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
REVOLUSI ETIKA POLITIK TEORI FILSAFAT KONTEMPORER TERHADAP KONSEP ETIKA IBN SINA
REVOLUSI ETIKA POLITIK TEORI FILSAFAT KONTEMPORER TERHADAP KONSEP ETIKA IBN SINA
: Tema etika dalam dunia filsafat Islam dewasa ini kurang diberikan tempat yang eksis atau tinggi. Pembahasan tentang etika hanya difokuskan pada area privat dan belum pernah dikaj...
Etika Politik dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam
Etika Politik dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam
Tantangan yang sering dihadapi dalam menerapkan Pendidikan Agama Islam sebagai fondasi etika politik beberapa di antaranya adalah dualisme sistem pendidikan, di mana di beberapa ne...
ETIKA POLITIK DALAM ISLAM (KONSTRUKSI DAN PERSFEKTIF)
ETIKA POLITIK DALAM ISLAM (KONSTRUKSI DAN PERSFEKTIF)
Etika dalam Islam dipandang sebagai bagian dari ibadah sehingga harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ibadah. Ada dua alasan pentingnya etika dalam islam. Pertama politik dip...
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperj...
Membumikan Nilai dan Etika Politik Kristen dalam Teologi Titus 3:1-7 Bagi Politikus Kristen Masa Kini
Membumikan Nilai dan Etika Politik Kristen dalam Teologi Titus 3:1-7 Bagi Politikus Kristen Masa Kini
Many people of God feel reluctant or unwilling to discuss political ethics. Moreover, when Christians talk about politics, they will unilaterally stay away from it.  Because there ...
Pentingnya Penerapan Pemikiran Nurcholish Madjid Mengenai Etika Politik di Indonesia
Pentingnya Penerapan Pemikiran Nurcholish Madjid Mengenai Etika Politik di Indonesia
Etika politik yang minim di dalam pemerintahan dan masyarakat sering kali menciptakan lingkungan di mana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dapat berkembang dengan bebas. Praktik...

Back to Top