Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Faktor Meteorologi terhadap Dispersi Emisi NO₂, SO₂, dan PM dari Cerobong Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Model AERMOD dan Analisis PCA

View through CrossRef
Industri kelapa sawit merupakan salah satu sumber emisi pencemar udara yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan memengaruhi kesehatan masyarakat melalui pelepasan partikulat (PM), nitrogen dioksida (NO₂), dan sulfur dioksida (SO₂) dari proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dispersi PM, NO₂, dan SO₂ yang berasal dari cerobong industri kelapa sawit, mengevaluasi distribusi spasial konsentrasi polutan terhadap baku mutu udara ambien, serta mengidentifikasi faktor meteorologi yang memengaruhi variasi konsentrasi polutan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Penelitian dilakukan pada kawasan industri kelapa sawit PT XY yang memiliki 122 sumber emisi. Pemodelan dispersi dilakukan menggunakan AERMOD dengan data meteorologi periode 2015–2024 yang diolah melalui AERMET dan data topografi Digital Elevation Model (DEM) yang diproses menggunakan AERMAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah angin dominan berasal dari Timur–Tenggara sehingga pola sebaran polutan cenderung bergerak ke Barat–Barat Laut. Konsentrasi maksimum PM mencapai 378 µg/m³ dan melebihi baku mutu udara ambien di area dekat sumber emisi, sedangkan konsentrasi maksimum NO₂ dan SO₂ masing-masing sebesar 20,5 µg/m³ dan 17,9 µg/m³ masih berada di bawah baku mutu nasional. Sumber emisi terbesar berasal dari tungku bakar dengan laju emisi PM sebesar 361,46 g/s, NO₂ sebesar 22,527 g/s, dan SO₂ sebesar 20,5 g/s. Analisis PCA menghasilkan tiga komponen utama yang mampu menjelaskan 82,7% total variasi data. Curah hujan, radiasi matahari, tekanan udara, suhu, kelembapan, arah angin, dan tutupan awan merupakan faktor meteorologi dominan yang memengaruhi variasi konsentrasi polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain besarnya emisi dari sumber, kondisi meteorologi berperan penting dalam menentukan pola dispersi dan distribusi konsentrasi polutan di kawasan industri kelapa sawit.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pengaruh Faktor Meteorologi terhadap Dispersi Emisi NO₂, SO₂, dan PM dari Cerobong Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Model AERMOD dan Analisis PCA
Description:
Industri kelapa sawit merupakan salah satu sumber emisi pencemar udara yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan memengaruhi kesehatan masyarakat melalui pelepasan partikulat (PM), nitrogen dioksida (NO₂), dan sulfur dioksida (SO₂) dari proses pembakaran.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dispersi PM, NO₂, dan SO₂ yang berasal dari cerobong industri kelapa sawit, mengevaluasi distribusi spasial konsentrasi polutan terhadap baku mutu udara ambien, serta mengidentifikasi faktor meteorologi yang memengaruhi variasi konsentrasi polutan menggunakan Principal Component Analysis (PCA).
Penelitian dilakukan pada kawasan industri kelapa sawit PT XY yang memiliki 122 sumber emisi.
Pemodelan dispersi dilakukan menggunakan AERMOD dengan data meteorologi periode 2015–2024 yang diolah melalui AERMET dan data topografi Digital Elevation Model (DEM) yang diproses menggunakan AERMAP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah angin dominan berasal dari Timur–Tenggara sehingga pola sebaran polutan cenderung bergerak ke Barat–Barat Laut.
Konsentrasi maksimum PM mencapai 378 µg/m³ dan melebihi baku mutu udara ambien di area dekat sumber emisi, sedangkan konsentrasi maksimum NO₂ dan SO₂ masing-masing sebesar 20,5 µg/m³ dan 17,9 µg/m³ masih berada di bawah baku mutu nasional.
Sumber emisi terbesar berasal dari tungku bakar dengan laju emisi PM sebesar 361,46 g/s, NO₂ sebesar 22,527 g/s, dan SO₂ sebesar 20,5 g/s.
Analisis PCA menghasilkan tiga komponen utama yang mampu menjelaskan 82,7% total variasi data.
Curah hujan, radiasi matahari, tekanan udara, suhu, kelembapan, arah angin, dan tutupan awan merupakan faktor meteorologi dominan yang memengaruhi variasi konsentrasi polutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain besarnya emisi dari sumber, kondisi meteorologi berperan penting dalam menentukan pola dispersi dan distribusi konsentrasi polutan di kawasan industri kelapa sawit.

Related Results

PENYEBARAN POLUTAN DI KEGIATAN PEMANFAATAN OLI BEKAS
PENYEBARAN POLUTAN DI KEGIATAN PEMANFAATAN OLI BEKAS
Aktivitas industri pada proses pemanfaatan oli bekas menghasilkan emisi salah satunya berupa CO yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagian besar CO diemisikan mela...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Analisis Keuntungan Pengepul Kelapa Sawit di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Keuntungan Pengepul Kelapa Sawit di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Kecamatan Panyipatan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Laut yang sebagian petani bermata pencaharian sebagai petani kelapa sawit dan sebagian menjadi penge...

Back to Top