Javascript must be enabled to continue!
PENYEBARAN POLUTAN DI KEGIATAN PEMANFAATAN OLI BEKAS
View through CrossRef
Aktivitas industri pada proses pemanfaatan oli bekas menghasilkan emisi salah satunya berupa CO yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagian besar CO diemisikan melalui cerobong dan terdispersi disekitar area industri, sesuai kondisi meteorologi lokalnya. Dalam penelitian telah dianalisis kuantitas emisi debu dari cerobong industri pemanfaat oli bekas dan pola sebarannya. Pola sebaran dibedakan dalam periode musim kemarau.
Pola dispersi CO di area sekitar industri diestimasi menggunakan persamaan umum model Gauss. Karakteristik udara menggunakan data iklim periode pengamatan tahun 2018. Hasil analisis pola umum angin berupa arah dan kecepatan angin digambarkan dalam mawar angin (wind rose). Stabilitas atmosfer ditentukan berdasarkan kecepatan angin dan pola radiasi harian. Perhitungan konsentrasi ambien dilakukan pada setiap titik dengan perubahan 50 meter searah angin (sumbu–x) dan arah tegak lurus arah angin (sumbu-y) dari masing-masing titik cerobong. Hasil ini kemudian dianalisis dan digambarkan dalam peta konsentrasi yang dioverlay pada peta wilayah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan pola angin pada kondisi atmosfer rata-rata musim kemarau (bulan Oktober) dominan ke arah selatan. Stabilitas atmosfer berdasarkan data meteorologi diperoleh pada periode musim kemarau adalah katogori D (Netral). Sebaran emisi berupa CO paling tinggi cerobong 1 adalah 118,94 μg/m3 dengan jarak 150 meter dari sumber emisi. Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 124,14 μg/m dengan jarak 150 meter. Pada sebaran jarak terjauh 500 meter cerobong 1 adalah 34,07 μg/Nm3 dan cerobong 2 adalah 35,90 μg/Nm3. Sedangkan persebaran emisi kearah barat daya dengan arah angin ke selatan pada stabilitas atmosfer D konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 106,02 μg/m3 dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi. Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 110,66 μg/m dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi. Pada jarak terjauh yaitu jarak x 400 meter konsentrasi CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 44,34 μg/Nm3 dan Cerobong 2 adalah 46,70 μg/Nm3 dari sumber emisi.
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: PENYEBARAN POLUTAN DI KEGIATAN PEMANFAATAN OLI BEKAS
Description:
Aktivitas industri pada proses pemanfaatan oli bekas menghasilkan emisi salah satunya berupa CO yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Sebagian besar CO diemisikan melalui cerobong dan terdispersi disekitar area industri, sesuai kondisi meteorologi lokalnya.
Dalam penelitian telah dianalisis kuantitas emisi debu dari cerobong industri pemanfaat oli bekas dan pola sebarannya.
Pola sebaran dibedakan dalam periode musim kemarau.
Pola dispersi CO di area sekitar industri diestimasi menggunakan persamaan umum model Gauss.
Karakteristik udara menggunakan data iklim periode pengamatan tahun 2018.
Hasil analisis pola umum angin berupa arah dan kecepatan angin digambarkan dalam mawar angin (wind rose).
Stabilitas atmosfer ditentukan berdasarkan kecepatan angin dan pola radiasi harian.
Perhitungan konsentrasi ambien dilakukan pada setiap titik dengan perubahan 50 meter searah angin (sumbu–x) dan arah tegak lurus arah angin (sumbu-y) dari masing-masing titik cerobong.
Hasil ini kemudian dianalisis dan digambarkan dalam peta konsentrasi yang dioverlay pada peta wilayah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan pola angin pada kondisi atmosfer rata-rata musim kemarau (bulan Oktober) dominan ke arah selatan.
Stabilitas atmosfer berdasarkan data meteorologi diperoleh pada periode musim kemarau adalah katogori D (Netral).
Sebaran emisi berupa CO paling tinggi cerobong 1 adalah 118,94 μg/m3 dengan jarak 150 meter dari sumber emisi.
Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 124,14 μg/m dengan jarak 150 meter.
Pada sebaran jarak terjauh 500 meter cerobong 1 adalah 34,07 μg/Nm3 dan cerobong 2 adalah 35,90 μg/Nm3.
Sedangkan persebaran emisi kearah barat daya dengan arah angin ke selatan pada stabilitas atmosfer D konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 106,02 μg/m3 dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi.
Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 110,66 μg/m dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi.
Pada jarak terjauh yaitu jarak x 400 meter konsentrasi CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 44,34 μg/Nm3 dan Cerobong 2 adalah 46,70 μg/Nm3 dari sumber emisi.
Related Results
Analisis Biaya Oli Mesin Body Maker Dengan Metode Kualitatif
Analisis Biaya Oli Mesin Body Maker Dengan Metode Kualitatif
Biaya penggunakan oli baru untuk proses mesin body maker tinggi, supaya bisa lebih efisiensi penggunakan oli tersebut akan menggunaan oli bekas menggunakan mesin filtrasi oli. Tuju...
Pelatihan Daur Ulang Logam Aluminium Tungku CILOK “Cinta Lingkungan Kelola Rongsok” Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung
Pelatihan Daur Ulang Logam Aluminium Tungku CILOK “Cinta Lingkungan Kelola Rongsok” Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung
Kota Bandung menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia tak luput dari timbunan sampah barang bekas, salah satunya limbah kaleng minuman. Dalam jumlah banyak, limbah kalen...
Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Bermanfaat Bagi Masyarakat di Masa Pandemi
Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Bermanfaat Bagi Masyarakat di Masa Pandemi
Barang bekas diantaranya botol minuman bekas, koran-koran bekas, kain bekas dan sampah plastik bekas seperti kantong plastik kresek. Diantara barang bekas tersebut maka barang beka...
PEMODELAN PENYEBARAN POLUTAN DI UDARA DENGAN SOLUSI PERSAMAAN DIFUSI ADVEKTIF
PEMODELAN PENYEBARAN POLUTAN DI UDARA DENGAN SOLUSI PERSAMAAN DIFUSI ADVEKTIF
ABSTRAKTelah dimodelkan penyebaran konsentrasi polutan di udara akibat emisi pabrik melalui persamaan difusi advektif. Sebagai syarat batas, polutan dianggap berasal dari suatu sum...
Ohra-hernekokoviljasäilörehun ja loppukasvatuksen väkirehuintensiteetin vaikutus hereford-sonnien tuotantoon
Ohra-hernekokoviljasäilörehun ja loppukasvatuksen väkirehuintensiteetin vaikutus hereford-sonnien tuotantoon
Seoskasvustoista valmistettujen ns. kokoviljasäilörehujen käyttö naudoille on lisääntynyt, mm. koska ne voidaan korjata säilörehun korjuukalustolla ja kasvustot mahdollistavat karj...
Aarne Michaël Tallgren, Estonia, and Tartu in 1920: The image of a country in correspondence [Abstract: Kokkuvõte: Aarne Michaël Tallgren, Eesti ja Tartu aastal 1920: riigi kuvand kirjavahetuses]
Aarne Michaël Tallgren, Estonia, and Tartu in 1920: The image of a country in correspondence [Abstract: Kokkuvõte: Aarne Michaël Tallgren, Eesti ja Tartu aastal 1920: riigi kuvand kirjavahetuses]
Kokkuvõte: Aarne Michaël Tallgren, Eesti ja Tartu aastal 1920: riigi kuvand kirjavahetuses
Rahvusvaheliselt tuntud Soome arheoloog Aarne Michaël Tallgren (1885–1945) määrati ...
Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai
Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai
Hampir di setiap sudut jalan kita temui berbagai macam banner terpasang. Dan apabila masa waktunya telah habis maka banner tersebut akan dicopot dan dibersihkan oleh petugas yang b...
OLI BEKAS SEBAGAI BAHAN BAKAR (WASTE OIL AS A FUEL)
OLI BEKAS SEBAGAI BAHAN BAKAR (WASTE OIL AS A FUEL)
AbstrakAgar lingkungan di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia tetap terjaga maka diperlukan upaya untuk mengurangi limbah oli bekas. Tujuan Pengabdi...

