Javascript must be enabled to continue!
STUDI EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA KOPLING TETAP JENIS FLENS
View through CrossRef
Sambungan baut pada kopling berfungsi untuk memindahkan gaya-gaya yang bekerja pada titik penyambungan ke elemen – elemen. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisa torsi yang diterima oleh baut dan melakukan pengujian dampak torsi terhadap sambungan baut Pengujian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan perputaran motor dan jenis material sambungan baut yang berbeda. Perhitungan secara teoritis untuk mengetahui torsi yang terjadi berdasarkan besar daya 1500 watt dan kecepatan perputan 1500 rpm, maka di dapatkan torsi motor 9,549 N.m, torsi roda gigi 38,196 N.m dan trosi gearbox 2.291,76 N.m. Pada perhitungan sambungan baut secara teoritis didapatkan gaya pembebanan 763.920 N, dan tegangan geser yang terjadi pada masing-masing baut 7,40 x 108 N/m2. Dari ketiga material baut yang digunakan hanya baut dari material baja saja yang tegangan izinnya masih lebih besar dari tegangan aktual yang terjadi, sehingga baut dari material baja aman untuk digunakan. Hasil deformasi secara visual didapatkan bahwa pergeseran posisi baut pada masing-masing pengujian berbeda-beda. pergeseran posisi baut paling besar terjadi pada baut di posisi ‘b' dengan nilai pergeseran sebesar 1,94 mm pada kecepaatan 720 rpm. Adapun hubungan kecepatan perputaran terhadap torsi pengendoran dan pergeseran posisi baut ialah semakin besar kecepatan perputan motor maka torsi pengendoran dan pergeseran posisi bautnya semakin besar pula.
Title: STUDI EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA KOPLING TETAP JENIS FLENS
Description:
Sambungan baut pada kopling berfungsi untuk memindahkan gaya-gaya yang bekerja pada titik penyambungan ke elemen – elemen.
Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisa torsi yang diterima oleh baut dan melakukan pengujian dampak torsi terhadap sambungan baut Pengujian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan perputaran motor dan jenis material sambungan baut yang berbeda.
Perhitungan secara teoritis untuk mengetahui torsi yang terjadi berdasarkan besar daya 1500 watt dan kecepatan perputan 1500 rpm, maka di dapatkan torsi motor 9,549 N.
m, torsi roda gigi 38,196 N.
m dan trosi gearbox 2.
291,76 N.
m.
Pada perhitungan sambungan baut secara teoritis didapatkan gaya pembebanan 763.
920 N, dan tegangan geser yang terjadi pada masing-masing baut 7,40 x 108 N/m2.
Dari ketiga material baut yang digunakan hanya baut dari material baja saja yang tegangan izinnya masih lebih besar dari tegangan aktual yang terjadi, sehingga baut dari material baja aman untuk digunakan.
Hasil deformasi secara visual didapatkan bahwa pergeseran posisi baut pada masing-masing pengujian berbeda-beda.
pergeseran posisi baut paling besar terjadi pada baut di posisi ‘b' dengan nilai pergeseran sebesar 1,94 mm pada kecepaatan 720 rpm.
Adapun hubungan kecepatan perputaran terhadap torsi pengendoran dan pergeseran posisi baut ialah semakin besar kecepatan perputan motor maka torsi pengendoran dan pergeseran posisi bautnya semakin besar pula.
Related Results
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
Perawatan dan Perbaikan Sistem Kopling Manual Beberapa Jenis Mobil Operasional PT. Delta Sarana Sentosa
Perawatan dan Perbaikan Sistem Kopling Manual Beberapa Jenis Mobil Operasional PT. Delta Sarana Sentosa
Pembuatan komponen-komponen kopling dari pabrik mempunyai perkiraan atau batas pemakaian komponen kopling yang harus diganti apabila ada kerusakan yang terjadi. Tujuan dari pengama...
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. ...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
Inverter pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) on grid kapasitas kecil adalah smart micro inverter (SMI). SMI mensinkronkan daya yang dihasilkan oleh PLTS ke grid apabila sya...
Implementasi Arduino Nano Berbasis IOT Pada Alat Proteksi Terhadap Gangguan Tegangan Lebih
Implementasi Arduino Nano Berbasis IOT Pada Alat Proteksi Terhadap Gangguan Tegangan Lebih
Pada instalasi kelistrikan rumah daya 1300 VA merupakan instalasi sederhana yang menggunakan tegangan 1 phasa 220 Volt. Toleransi tegangan pelayanan PLN terhadap kenaikkan dan pen...
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Berdasarkan kejadian pada tanggal 17 Desember 2017, terjadi gangguan kedip tegangan yang berhasil direkam dengan PQA (Power Quality Analyzer) milik PT. HM Sampoerna dengan nilai pe...
<b>Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kopling Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius <i>Single Stage</i> Menggunakan Metode CFD</b>
<b>Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kopling Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius <i>Single Stage</i> Menggunakan Metode CFD</b>
Turbin angin Savonius merupakan salah satu turbin angin sumbu vertikal yang memiliki keunggulan dalam kemampuan beroperasi secara mandiri (self-starting) pada kondisi kecepatan ang...

