Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perubahan Sistem Politik Kerajaan Sawitto Pasca Perlawanan terhadap Kolonial Belanda (1905-1906)

View through CrossRef
Penelitian ini berkonsentrasi pada perlawanan Kerajaan Sawitto terhadap pemerintah kolonial Belanda. Ini menekankan proses perselisihan antara kerajaan dan pemerintah kolonial, serta efek dari perselisihan tersebut. Penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah: pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan analisis sosial politik untuk menjelaskan hal ini. Penelitian ini menemukan bahwa perlawanan Sawitto pada awal abad ke-20 terutama disebabkan oleh penolakan terhadap kebijakan pelabuhan wajib pajak yang memungut cukai impor, ekspor, dan pajak pelabuhan. Selain itu, campur tangan pemerintah kolonial Belanda dalam urusan domestik Kerajaan Sawitto juga merupakan faktor. Konflik ini akhirnya diselesaikan oleh pemerintah kolonial Belanda, memulai konsolidasi kekuasaan kolonial di Sawitto. Hal ini berdampak pada perubahan sistem politik lokal, seperti pengambilan wewenang raja oleh Belanda dan pembatasan peran raja Sawitto menjadi sekadar simbol. Kekalahan Sawitto menandai integrasi kekuasaan kolonial di wilayah tersebut dan memicu transformasi dalam sistem politik lokal, di mana peran raja dibatasi sebagai simbol tanpa kekuasaan administratif. Temuan ini memberikan wawasan mengenai dampak kolonialisme terhadap dinamika politik dan posisi kerajaan lokal dalam sistem kolonial.
Title: Perubahan Sistem Politik Kerajaan Sawitto Pasca Perlawanan terhadap Kolonial Belanda (1905-1906)
Description:
Penelitian ini berkonsentrasi pada perlawanan Kerajaan Sawitto terhadap pemerintah kolonial Belanda.
Ini menekankan proses perselisihan antara kerajaan dan pemerintah kolonial, serta efek dari perselisihan tersebut.
Penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah: pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan analisis sosial politik untuk menjelaskan hal ini.
Penelitian ini menemukan bahwa perlawanan Sawitto pada awal abad ke-20 terutama disebabkan oleh penolakan terhadap kebijakan pelabuhan wajib pajak yang memungut cukai impor, ekspor, dan pajak pelabuhan.
Selain itu, campur tangan pemerintah kolonial Belanda dalam urusan domestik Kerajaan Sawitto juga merupakan faktor.
Konflik ini akhirnya diselesaikan oleh pemerintah kolonial Belanda, memulai konsolidasi kekuasaan kolonial di Sawitto.
Hal ini berdampak pada perubahan sistem politik lokal, seperti pengambilan wewenang raja oleh Belanda dan pembatasan peran raja Sawitto menjadi sekadar simbol.
Kekalahan Sawitto menandai integrasi kekuasaan kolonial di wilayah tersebut dan memicu transformasi dalam sistem politik lokal, di mana peran raja dibatasi sebagai simbol tanpa kekuasaan administratif.
Temuan ini memberikan wawasan mengenai dampak kolonialisme terhadap dinamika politik dan posisi kerajaan lokal dalam sistem kolonial.

Related Results

Dinamika Hubungan Pemerintah Kolonial Belanda dengan Raja-raja Badung-Bali Berdasarkan Naskah Surat Perjanjian ML. 487
Dinamika Hubungan Pemerintah Kolonial Belanda dengan Raja-raja Badung-Bali Berdasarkan Naskah Surat Perjanjian ML. 487
Bali adalah salah satu dari beberapa wilayah di Nusantara yang belum dapat dikuasai pemerintah kolonial Belanda hingga akhir abad ke-19. Faktor internal berupa perebutan kekuasaan ...
PERJUANGAN LA ODE NGKADIRI DI KERAJAAN MUNA DALAM MELAWAN BELANDA : 1626-1667
PERJUANGAN LA ODE NGKADIRI DI KERAJAAN MUNA DALAM MELAWAN BELANDA : 1626-1667
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1)  Menjelaskan latar belakang masuknya Belanda di Kerajaan Muna tahun 1613, (2) Menjelaskan alasan perjuangan La Ode Ngkadiri melawan Belanda, ...
SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI PRIANGAN 1900-1942
SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI PRIANGAN 1900-1942
Kebijakan pemerintah kolonial di Hindia Belanda (Indonesia) ketika memasuki awal abad ke-20 berubah. Diawali dengan kebijakan konservatif (kebijakan pemerintah kolonial sebelum tah...
PERLAWANAN ORANG BANJAR MENENTANG KOLONIALISME BELANDA TAHUN 1859-1906 KERJASAMA GOLONGAN TUTUS RAJA-RAJA DENGAN GOLONGAN JABA
PERLAWANAN ORANG BANJAR MENENTANG KOLONIALISME BELANDA TAHUN 1859-1906 KERJASAMA GOLONGAN TUTUS RAJA-RAJA DENGAN GOLONGAN JABA
Perjuangan Orang Banjar dalam melawan kolonialisme Belanda berlangsung cukup lama dan berlarut-larut karena faktor sosial politik yang mana kemudian adanya ikut campur tangan Belan...
BANGUNAN KOLONIAL BELANDA YANG MASIH BERDIRI DI JAKARTA SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA
BANGUNAN KOLONIAL BELANDA YANG MASIH BERDIRI DI JAKARTA SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi bangunan bangunan Kolonial Belanda di Jakarta yang dijadikan objek wisata serta fungsinya saat dulu maupun sekarang. Penel...
HUBUNGAN BILATERAL KERAJAAN MORONENE DENGAN KESULTANAN BUTON TAHUN 1491-1537
HUBUNGAN BILATERAL KERAJAAN MORONENE DENGAN KESULTANAN BUTON TAHUN 1491-1537
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan latar belakang hubungan kerajaan Moronene dengan Kesultanan Buton tahun 1491-1537, 2) Mendeskripsikan hubungan bilat...
Pergolakan Islam di Minangkabau: Perlawanan Kaum Padri (1818-1825)
Pergolakan Islam di Minangkabau: Perlawanan Kaum Padri (1818-1825)
Perluasan wilayah yang dilakukan Belanda di dataran tinggi Minangkabau menimbulkan respon dari berbagai golongan masyarakat. Kaum Padri yang merasa terancam kemudian membuat perlaw...

Back to Top