Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sufisme Urban dan Kelas Menengah Muslim Indonesia (Analisis Pemikiran Tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sufisme urban di Indonesia melalui pemikiran tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (studi pustaka) dengan metode analisis deskriptif-kritis, kemudian diperkuat dengan pendalaman pemikiran dan metode tasawuf Abdullah Gymnastiar serta Emha Ainun Nadjib. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap karya dan pemikiran kedua tokoh tersebut serta sumber-sumber lain yang relevan dengan tema sufisme urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib memiliki dimensi sufisme dengan basis jamaah yang berasal dari masyarakat urban. Selain itu, metode tasawuf serta media dakwah yang digunakan oleh keduanya untuk menarik jamaah berbeda satu sama lain. Abdullah Gymnastiar menggunakan metode ceramah yang disiarkan melalui televisi dan YouTube, serta kental dengan nuansa budaya Sunda, sedangkan Emha Ainun Nadjib memanfaatkan media YouTube Jamaah Maiyah dengan pendekatan budaya Jawa sebagai sarana dakwahnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori active piety dari Asef Bayat, yang menjelaskan bahwa seseorang berusaha mengekspresikan keislamannya melalui perubahan penampilan, ketulusan dalam beribadah, dan ajakan kepada orang lain untuk mengikuti ajaran Islam sebagaimana yang ia pahami. Kelas menengah Muslim terlibat secara aktif dalam wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Abdullah Gymnastiar, yang menekankan ketenangan batin melalui metode dzikir, sedangkan wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Emha Ainun Nadjib juga menekankan ketenangan batin namun diperkaya dengan dimensi sosial dan kultural sesuai konteks jamaahnya. Dalam konteks demokrasi di Indonesia, baik Abdullah Gymnastiar maupun Emha Ainun Nadjib merupakan dua tokoh yang memiliki pengaruh dalam masyarakat Sunda dan Jawa serta memiliki peran dalam membentuk dan memperoleh dukungan politik.
Title: Sufisme Urban dan Kelas Menengah Muslim Indonesia (Analisis Pemikiran Tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sufisme urban di Indonesia melalui pemikiran tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (studi pustaka) dengan metode analisis deskriptif-kritis, kemudian diperkuat dengan pendalaman pemikiran dan metode tasawuf Abdullah Gymnastiar serta Emha Ainun Nadjib.
Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap karya dan pemikiran kedua tokoh tersebut serta sumber-sumber lain yang relevan dengan tema sufisme urban.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib memiliki dimensi sufisme dengan basis jamaah yang berasal dari masyarakat urban.
Selain itu, metode tasawuf serta media dakwah yang digunakan oleh keduanya untuk menarik jamaah berbeda satu sama lain.
Abdullah Gymnastiar menggunakan metode ceramah yang disiarkan melalui televisi dan YouTube, serta kental dengan nuansa budaya Sunda, sedangkan Emha Ainun Nadjib memanfaatkan media YouTube Jamaah Maiyah dengan pendekatan budaya Jawa sebagai sarana dakwahnya.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori active piety dari Asef Bayat, yang menjelaskan bahwa seseorang berusaha mengekspresikan keislamannya melalui perubahan penampilan, ketulusan dalam beribadah, dan ajakan kepada orang lain untuk mengikuti ajaran Islam sebagaimana yang ia pahami.
Kelas menengah Muslim terlibat secara aktif dalam wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Abdullah Gymnastiar, yang menekankan ketenangan batin melalui metode dzikir, sedangkan wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Emha Ainun Nadjib juga menekankan ketenangan batin namun diperkaya dengan dimensi sosial dan kultural sesuai konteks jamaahnya.
Dalam konteks demokrasi di Indonesia, baik Abdullah Gymnastiar maupun Emha Ainun Nadjib merupakan dua tokoh yang memiliki pengaruh dalam masyarakat Sunda dan Jawa serta memiliki peran dalam membentuk dan memperoleh dukungan politik.

Related Results

Retorika Emha Ainun Nadjib
Retorika Emha Ainun Nadjib
The purpose of this study is to find out how the rhetoric of the figure of intellectual cultural Emha Ainun Nadjib, the method used in this study is a qualitative method with descr...
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
Tantangan kehidupan keberagamaan yang terus berkembang, narasi baru terus tumbuh yang disebabkan terbukanya kran reformasi, polarisasi politik, hingga munculnya media baru. Dalam r...
Emha Ainun Nadjib and Sufism Communication: Congregation of Maiyah Kenduri Cinta as Case Study
Emha Ainun Nadjib and Sufism Communication: Congregation of Maiyah Kenduri Cinta as Case Study
This study answers questions about Sufism as a communication message for Emha Ainun Nadjib in the Ma'iyah Kenduri Cinta discussion group at Taman Ismail Marzuqi, Central Jakarta. T...
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
Dalam sebuah puisi, biasanya pengarang menggunakan foregrounding untuk menarik fokus perhatian pembaca. Selain itu, foregrounding juga digunakan pengarang sebagai sarana pengedepan...
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini berlandaskan p...
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
AbastrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tasawuf dari sisi ontologi, epistemologi dan axiologinya. Namun, karena tasawuf fi Indonesia memiliki karakteristik tersendiri diban...
SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM
SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM
Abstract: This article discusses Sufism in the Serat Sastra Gending Sultan Agung which had an influence on Javanese literature in Mataram. Sultan Agung Sufism teaching based on thi...

Back to Top