Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM

View through CrossRef
Abstract: This article discusses Sufism in the Serat Sastra Gending Sultan Agung which had an influence on Javanese literature in Mataram. Sultan Agung Sufism teaching based on this fiber describe a kings desire to convery the teachings of Islam, especially Sufisme patterned Islam to his people through a Javanese cultural approach. Therefore, it is identified through this study as “Javanese Sufism”. The main problem of this research how is the Javanese Sufism pattern reflected in Sultan Agung view? and why did Sultan Agung Sufism teaching influence Javanese literature in the Mataram area? This study was developed using the history of thought method. The findings of this study are as follows: First, the socio-religious conditions at the time of Sultan Agung wereclosely related to the pantheism that was embraced by the Javanese inland community. Second, the teachings of Sultan Agung Sufism in the serat sastra Gending show two things that are interrelated and need, which are reflected in the relationship between man and God (the creator). The concept of Sufism in describes the acculturation of three cultures: Javanese, Hindu, and Islamic. Third, the teaching of Sultan Agung Sufism are included in the syncretic teachings influenced the development of Javanese literature in Mataram. The urgency of Sufism teachings framed in the form of literature is able to explain religion and political polices until the next period after Sultan Agung.  Keyword: King’s View, Sastra Gending, Javanese Sufism. Abstrak: Artikel ini membahas sufisme dalam Serat Sastra Gending Sultan Agung yang memberi pengaruh terhadap kesusastraan Jawa di Mataram.  Ajaran tasawuf Sultan Agung ini berdasarkan serat ini menggambarkan suatu keinginan seorang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam, khususnya Islam bercorak tasawuf kepada rakyatnya melalui pendekatan budaya Jawa. Karena itu, teridentifikasi melalui kajian ini sebagai "Sufisme Jawa".  Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana corak sufisme-Jawa tercermin dari pandangan Sultan Agung? dan mengapa ajaran tasawuf Sultan Agung berpengaruh terhadap kesusastraan Jawa di wilayah Mataram?. Studi ini dikembangkan dengan metode sejarah pemikiran. Adapun temuan kajian ini sebagai berikut: Pertama, kondisi sosial keagamaan pada masa Sultan Agung lekat dengan panteisme yang dianut oleh masyarakat Jawa pedalaman. Kedua, ajaran tasawuf Sultan Agung dalam Serat Sastra Gending memperlihatkan dua hal yang saling berkaitan dan membutuhkan, yang tergambar dalam hubungan manusia dengan Tuhan (pencipta). Adapun konsep tasawuf di dalamnya menggambarkan akulturasi tiga budaya: Jawa, Hindu, dan Islam. Ketiga, ajaran tasawuf Sultan Agung termasuk dalam ajaran tasawuf yang sinkretis. Ajaran tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kesusastraan Jawa di Mataram. Urgensi ajaran tasawuf yang dibingkai dalam bentuk sastra mampu menjelaskan agama dan kebijakan politik hingga masa selanjutnya pasca Sultan Agung. Kata Kunci : Pandangan Raja, Sastra Gending, Sufisme Jawa.
Title: SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM
Description:
Abstract: This article discusses Sufism in the Serat Sastra Gending Sultan Agung which had an influence on Javanese literature in Mataram.
Sultan Agung Sufism teaching based on this fiber describe a kings desire to convery the teachings of Islam, especially Sufisme patterned Islam to his people through a Javanese cultural approach.
Therefore, it is identified through this study as “Javanese Sufism”.
The main problem of this research how is the Javanese Sufism pattern reflected in Sultan Agung view? and why did Sultan Agung Sufism teaching influence Javanese literature in the Mataram area? This study was developed using the history of thought method.
The findings of this study are as follows: First, the socio-religious conditions at the time of Sultan Agung wereclosely related to the pantheism that was embraced by the Javanese inland community.
Second, the teachings of Sultan Agung Sufism in the serat sastra Gending show two things that are interrelated and need, which are reflected in the relationship between man and God (the creator).
The concept of Sufism in describes the acculturation of three cultures: Javanese, Hindu, and Islamic.
Third, the teaching of Sultan Agung Sufism are included in the syncretic teachings influenced the development of Javanese literature in Mataram.
The urgency of Sufism teachings framed in the form of literature is able to explain religion and political polices until the next period after Sultan Agung.
 Keyword: King’s View, Sastra Gending, Javanese Sufism.
 Abstrak: Artikel ini membahas sufisme dalam Serat Sastra Gending Sultan Agung yang memberi pengaruh terhadap kesusastraan Jawa di Mataram.
  Ajaran tasawuf Sultan Agung ini berdasarkan serat ini menggambarkan suatu keinginan seorang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam, khususnya Islam bercorak tasawuf kepada rakyatnya melalui pendekatan budaya Jawa.
Karena itu, teridentifikasi melalui kajian ini sebagai "Sufisme Jawa".
  Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana corak sufisme-Jawa tercermin dari pandangan Sultan Agung? dan mengapa ajaran tasawuf Sultan Agung berpengaruh terhadap kesusastraan Jawa di wilayah Mataram?.
Studi ini dikembangkan dengan metode sejarah pemikiran.
Adapun temuan kajian ini sebagai berikut: Pertama, kondisi sosial keagamaan pada masa Sultan Agung lekat dengan panteisme yang dianut oleh masyarakat Jawa pedalaman.
Kedua, ajaran tasawuf Sultan Agung dalam Serat Sastra Gending memperlihatkan dua hal yang saling berkaitan dan membutuhkan, yang tergambar dalam hubungan manusia dengan Tuhan (pencipta).
Adapun konsep tasawuf di dalamnya menggambarkan akulturasi tiga budaya: Jawa, Hindu, dan Islam.
Ketiga, ajaran tasawuf Sultan Agung termasuk dalam ajaran tasawuf yang sinkretis.
Ajaran tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kesusastraan Jawa di Mataram.
Urgensi ajaran tasawuf yang dibingkai dalam bentuk sastra mampu menjelaskan agama dan kebijakan politik hingga masa selanjutnya pasca Sultan Agung.
 Kata Kunci : Pandangan Raja, Sastra Gending, Sufisme Jawa.

Related Results

Eksplorasi Balungan Gending Gaya Yogyakarta dan Surakarta
Eksplorasi Balungan Gending Gaya Yogyakarta dan Surakarta
Balungan gending merupakan acuan pengrawit dalam menentukan pola permainan ricikan. Secara visual, balungan gending berbentuk susunan nada-nada yang sudah diatur tinggi rendah maup...
STRUKTURMIWAHSUKSMAN GENDING RARÉ “MADE CENIK“
STRUKTURMIWAHSUKSMAN GENDING RARÉ “MADE CENIK“
<p><em>Gending is one form of tembang (poetry) which is one kind of Bali Purwa literature. Gending raré has no definite rules like any other form of gending. The form o...
KEDUDUKAN DAN KONSEP SINDHÈNAN TRADISI JAWA TIMUR SURABAYAN
KEDUDUKAN DAN KONSEP SINDHÈNAN TRADISI JAWA TIMUR SURABAYAN
Artikel ini hasil dari penelitian tentang sindhenan Jawa Timur Surabayan dengan beberapa permasalahan sebagai berikut. Bentuk gending-gending apakah yang memerlukan sindhènan; ba...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
PERKEMBANGAN GARAP GENDING JANGKUNG KUNING
PERKEMBANGAN GARAP GENDING JANGKUNG KUNING
Gending Jangkung Kuning is one of the repertoire gending Karawitan Surakarta style that has been developing of musical garap. With the ability of creativity, the pengrawit use the ...
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
Konsep Bakti Pada Penyajian Gending-Gending Gambang di Desa Kwanji Sempidi
Konsep Bakti Pada Penyajian Gending-Gending Gambang di Desa Kwanji Sempidi
Konsep bakti adalah rasa hormat; perbuatan yang menyatakan setia, kasih, dan tunduk, dalam Hindu direalisasikan melalui penyajian gending-gending Gambang yang merefleksikan konsep ...

Back to Top