Javascript must be enabled to continue!
KEDUDUKAN DAN KONSEP SINDHÈNAN TRADISI JAWA TIMUR SURABAYAN
View through CrossRef
Artikel ini hasil dari penelitian tentang sindhenan Jawa Timur Surabayan dengan beberapa permasalahan sebagai berikut. Bentuk gending-gending apakah yang memerlukan sindhènan; bagaimana kedudukan sindhènan dalam penyajian gending-gending tradisi Jawa Timur Surabayan; dan bagaimana pandanganmasyarakat karawitan Jawa Timur tentang aspek estetik sajian sindhènan gending-gending Jawa Timur Surabayan? Penelitian menggunakan pendekatan etno-art, yakni sebuah pendekatan yang mendasarkan pada sudut pandang dan pemahaman masyarakat yang bersifat etic. Data-data penelitian didapat melaluistudi pustaka, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gending Jawa Timur Surabayan yang melibatkan unsur sindhènan adalah sejumlah gending yang memiliki kesejajaran bentuk dengan srepegan, ayak-ayakan, ketawang, ladrang, ketawanggending, dan gending kethuk loro kerep pada karawitan Jawa Tengah gaya Surakarta. Gending Jawa Timur Surabayan yang memerlukan sindhènan adalah gendinggending yang berkarakter gecul (jenaka) dan gobyog (ramai), sehingga rasa estetik yang dihasilkan jugacenderung gecul dan gobyog. Teks sindhènan didominasi oleh cakepan berbentuk parikan, sedangkan senggakan, isèn-isèn, dan wangsalan merupakan sebuah perkembangan ‘baru’ yang disebabkan oleh sindhènan JawaTengah, terutama gaya Surakarta. Céngkok sindhènan Jawa Timur Surabayan bervariasi dan tidak terikat oleh tinggi-rendahnya nada balungan gending. Mayoritas seniman karawitan Jawa Timur Surabayan berpendapat,bahwa ngepas dan nungkak merupakan kecenderungan garap sindhènan Jawa Timur Surabayan. Konsep ini dipandang sesuai dengan teknik tabuhan terutama ricikan kenong dan kempul yang bersamaan dengan ketukanirama.Kata kunci: sindhènan, Jawa Timur Surabayan, kedudukan dan konsep.
Title: KEDUDUKAN DAN KONSEP SINDHÈNAN TRADISI JAWA TIMUR SURABAYAN
Description:
Artikel ini hasil dari penelitian tentang sindhenan Jawa Timur Surabayan dengan beberapa permasalahan sebagai berikut.
Bentuk gending-gending apakah yang memerlukan sindhènan; bagaimana kedudukan sindhènan dalam penyajian gending-gending tradisi Jawa Timur Surabayan; dan bagaimana pandanganmasyarakat karawitan Jawa Timur tentang aspek estetik sajian sindhènan gending-gending Jawa Timur Surabayan? Penelitian menggunakan pendekatan etno-art, yakni sebuah pendekatan yang mendasarkan pada sudut pandang dan pemahaman masyarakat yang bersifat etic.
Data-data penelitian didapat melaluistudi pustaka, pengamatan, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gending Jawa Timur Surabayan yang melibatkan unsur sindhènan adalah sejumlah gending yang memiliki kesejajaran bentuk dengan srepegan, ayak-ayakan, ketawang, ladrang, ketawanggending, dan gending kethuk loro kerep pada karawitan Jawa Tengah gaya Surakarta.
Gending Jawa Timur Surabayan yang memerlukan sindhènan adalah gendinggending yang berkarakter gecul (jenaka) dan gobyog (ramai), sehingga rasa estetik yang dihasilkan jugacenderung gecul dan gobyog.
Teks sindhènan didominasi oleh cakepan berbentuk parikan, sedangkan senggakan, isèn-isèn, dan wangsalan merupakan sebuah perkembangan ‘baru’ yang disebabkan oleh sindhènan JawaTengah, terutama gaya Surakarta.
Céngkok sindhènan Jawa Timur Surabayan bervariasi dan tidak terikat oleh tinggi-rendahnya nada balungan gending.
Mayoritas seniman karawitan Jawa Timur Surabayan berpendapat,bahwa ngepas dan nungkak merupakan kecenderungan garap sindhènan Jawa Timur Surabayan.
Konsep ini dipandang sesuai dengan teknik tabuhan terutama ricikan kenong dan kempul yang bersamaan dengan ketukanirama.
Kata kunci: sindhènan, Jawa Timur Surabayan, kedudukan dan konsep.
Related Results
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari p...
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
Menganalisis Bentuk Desain Ornamen pada Kostum Tari Remo Gaya Surabayan dengan Estetika Objektif
Menganalisis Bentuk Desain Ornamen pada Kostum Tari Remo Gaya Surabayan dengan Estetika Objektif
Tari Remo merupakan salah satu kebudayaan tari yang tidak asing di telinga orang Indonesia termasuk pada Kota Surabaya, Jombang, dan seterusnya. Tari tersebut memiliki keterikatan ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga sebagai Sarana Untuk Membina Sraddha dan Bhakti Generasi Muda Desa Pakraman Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar
Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga sebagai Sarana Untuk Membina Sraddha dan Bhakti Generasi Muda Desa Pakraman Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar
Tradisi Ngambeng merupakan bentuk rasa Bhakti generasi muda Desa Pakraman Bedulu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tradisi Ngambeng ini dilakukan oleh para remaja dan anak-anak di ...
Tradisi Ider-ider di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Tradisi Ider-ider di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Abstract
The tradition of Ider-ider is a Javanese tradition that developed in the Boto’s village. This tradition is a tradition that carried out by every individual w...
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
Tradisi perkawinan adat bugis atau yang dikenal dengan tradisi Mappabotting khususnya masyarakat Hindu Bugis memiliki beberapa tahap atau proses komunikasi. Tentunya untuk ...

