Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PIYAGĔM SUKAPURA (1641 M): GEOPOLITIK KERAJAAN MATARAM ISLAM DI PRIANGAN

View through CrossRef
Abstract, Piyagem Sukapura (1641 Ad): Geopolitics of Islamic Mataram Kingdom in Priangan, Piyagem is epigraphic evidence of the hegemony establishment of the Islamic Mataram Kingdom in the Priangan area. The period of the Islamic Mataram Kingdom’s power began with the suwer of the King of Sumedang, Raden Suriadiwangsa, to Sultan Agung in 1620. One of the piyagem issued by Sultan Agung while reigning in Priangan was Piyagem Sukapura. This metal inscription with the New Javanese script outlines the information on the three regencies’ establishment in Priangan in 1641 AD. This research further seeks to answer the problem regarding the relationship between the establishment of the three regencies in Priangan and geopolitical phenomena in the Islamic Mataram Kingdom. The research steps taken included data collection and analysis, in which the primary data source of this study was the transliteration of Piyagem Sukapura, while the secondary sources used as comparisons included the Sajarah Sukapura and Sajarah Cikundul manuscripts. In the end, this research concludes that Piyagem Sukapura is closely related to Sultan Agung’s geopolitical strategy after the rebellion of Dipati Ukur and the failure of the conquest of Batavia. Keyword: Geopolitic, Piyagem Sukapura; Priangan; Sultan Agung   Abstrak, Piyagem merupakan bukti epigrafis dari berdirinya hegemoni kuasa Kerajaan Mataram Islam di daerah Priangan, Rentang waktu kekuasaan Kerajaan Mataram Islam dimulai sejak menyerahnya Raja Sumedang, Raden Suriadiwangsa, kepada Sultan Agung di tahun 1620. Salah satu piyagem yang dikeluarkan Sultan Agung selama memerintah di Priangan adalah Piyagem Sukapura. Prasasti logam beraksara dan berbahasa Jawa Baru ini, menguraikan keterangan pendirian tiga kabupaten di Priangan pada tahun 1641 M. Penelitian ini lebih lanjut berusaha untuk menjawab permasalahan soal kaitan antara pendirian tiga kabupaten di Priangan tersebut dan fenomena geopolitik di Kerajaan Mataram Islam. Adapun langkah-langkah penelitian yang diambil meliputi pengumpulan data dan analisis. Sumber data primer penelitian ini adalah transliterasi Piyagem Sukapura, sedangkan sumber sekunder yang dijadikan pembanding di antaranya manuskrip Sajarah Sukapura dan Sajarah Cikundul. Penelitian ini di akhir menghasilkan simpulan bahwa Piyagem Sukapura berkaitan erat dengan strategi geopolitik Sultan Agung pasca pemberontakan Dipati Ukur dan kegagalan penaklukan Batavia. Kata Kunci: Geopolitik; Piyagem Sukapura; Priangan; Sultan Agung.
National Research and Innovation Agency
Title: PIYAGĔM SUKAPURA (1641 M): GEOPOLITIK KERAJAAN MATARAM ISLAM DI PRIANGAN
Description:
Abstract, Piyagem Sukapura (1641 Ad): Geopolitics of Islamic Mataram Kingdom in Priangan, Piyagem is epigraphic evidence of the hegemony establishment of the Islamic Mataram Kingdom in the Priangan area.
The period of the Islamic Mataram Kingdom’s power began with the suwer of the King of Sumedang, Raden Suriadiwangsa, to Sultan Agung in 1620.
One of the piyagem issued by Sultan Agung while reigning in Priangan was Piyagem Sukapura.
This metal inscription with the New Javanese script outlines the information on the three regencies’ establishment in Priangan in 1641 AD.
This research further seeks to answer the problem regarding the relationship between the establishment of the three regencies in Priangan and geopolitical phenomena in the Islamic Mataram Kingdom.
The research steps taken included data collection and analysis, in which the primary data source of this study was the transliteration of Piyagem Sukapura, while the secondary sources used as comparisons included the Sajarah Sukapura and Sajarah Cikundul manuscripts.
In the end, this research concludes that Piyagem Sukapura is closely related to Sultan Agung’s geopolitical strategy after the rebellion of Dipati Ukur and the failure of the conquest of Batavia.
Keyword: Geopolitic, Piyagem Sukapura; Priangan; Sultan Agung   Abstrak, Piyagem merupakan bukti epigrafis dari berdirinya hegemoni kuasa Kerajaan Mataram Islam di daerah Priangan, Rentang waktu kekuasaan Kerajaan Mataram Islam dimulai sejak menyerahnya Raja Sumedang, Raden Suriadiwangsa, kepada Sultan Agung di tahun 1620.
Salah satu piyagem yang dikeluarkan Sultan Agung selama memerintah di Priangan adalah Piyagem Sukapura.
Prasasti logam beraksara dan berbahasa Jawa Baru ini, menguraikan keterangan pendirian tiga kabupaten di Priangan pada tahun 1641 M.
Penelitian ini lebih lanjut berusaha untuk menjawab permasalahan soal kaitan antara pendirian tiga kabupaten di Priangan tersebut dan fenomena geopolitik di Kerajaan Mataram Islam.
Adapun langkah-langkah penelitian yang diambil meliputi pengumpulan data dan analisis.
Sumber data primer penelitian ini adalah transliterasi Piyagem Sukapura, sedangkan sumber sekunder yang dijadikan pembanding di antaranya manuskrip Sajarah Sukapura dan Sajarah Cikundul.
Penelitian ini di akhir menghasilkan simpulan bahwa Piyagem Sukapura berkaitan erat dengan strategi geopolitik Sultan Agung pasca pemberontakan Dipati Ukur dan kegagalan penaklukan Batavia.
Kata Kunci: Geopolitik; Piyagem Sukapura; Priangan; Sultan Agung.

Related Results

PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh se...
PERANAN LASYKAR HIZBULLAH DI PRIANGAN 1945-1948
PERANAN LASYKAR HIZBULLAH DI PRIANGAN 1945-1948
AbstrakPenelitian ini menggambarkan Peranan Lasykar Hizbullah di Priangan dalam kurun waktu 1945 hingga 1948. Untuk merekontruksi permasalahan ini digunakan metode sejarah yang ter...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
ABSTRACT Ketuk tilu is one of traditional arts which lives and thrives in Priangan community. At the beginning of its creation, Ketuk tilu was allegedly an art having ritual funct...
Implementasi Deteksi Citra Termal untuk protokol pencegahan Covid19 di Desa Sukapura
Implementasi Deteksi Citra Termal untuk protokol pencegahan Covid19 di Desa Sukapura
Kantor Desa Sukapura adalah pusat administrasi dan kepemimpinan Desa Sukapura yang beralamat di Jl. Sukapura No.54, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat 40267. Kepala De...
Kejayaan Kerajaan Mataram Islam dan Pengaruhnya untuk Nusantara pada Masa Pemerintahan Sultan Agung Tahun 1613-1645 M
Kejayaan Kerajaan Mataram Islam dan Pengaruhnya untuk Nusantara pada Masa Pemerintahan Sultan Agung Tahun 1613-1645 M
Indonesia memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dikaji. Banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri diIndonesia, menjadikan Indonesia negeri yang kaya akan historis. Salah...
PENGEMBANGAN DESA SUKAPURA MENUJU SMART VILLAGE
PENGEMBANGAN DESA SUKAPURA MENUJU SMART VILLAGE
Isu smart city menjadi isu yang hangat saat ini di Indonesia. Adapun bangunan utama dari terciptanya tatanan level kota yang baik adalah dengan baiknya level kelurahan dan atau des...
Penerapan Just In Time Dalam Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Produksi (Suatu Studi Pada PT Albasi Priangan Lestari Kota Banjar)
Penerapan Just In Time Dalam Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Produksi (Suatu Studi Pada PT Albasi Priangan Lestari Kota Banjar)
This research is focused on the Application of Just In Time in Increasing Production Effectiveness and Efficiency (A Study at PT Albasi Priangan Lestari, Banjar City). The problems...

Back to Top