Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AGAMA DAN SOSIAL POLITIK KERAJAAN TANETE TERHADAP KERAJAAN LAIN PADA ABAD XVII

View through CrossRef
Kajian ini menjelaskan tentang sikap dan langkah kebijakan Kerajaan Tanete pada syiar Islam, termasuk persoalan sosial politik terhadap kerajaan-kerajaan lain. Kajian ini menggunakan metode Ilmu Sejarah yang mengkaji suatu peristiwa berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa abad XVII merupakan babak baru bagi Sulawesi Selatan dalam sejarah, khususnya masalah islamisasi dan persoalan sosial politik. Islamisasi di Kerajaan Tanete tidak mengalami persoalan yang berarti, sebab kerajaan ini sudah akrab dengan penganut agama Islam, terutama para pedagang di Pelabuhan Pancana. Kerajaan Tanete mudah menerima agama Islam ketika diajak oleh Kerajaan Gowa. Hubungan geneologis antara Kerajaan Gowa dengan Kerajaan Tanete menjadikan Kerajaan Tanete sebagai pusat syiar Islam di Sulawesi Selatan. Berdasarkan posisi dan hubungan baik dengan kelompok konfederasi Ajataparang dan Malusetasi, Kerajaan Tanete bukan hanya berhasil memainkan perannya sebagai pusat syiar Islam, tetapi juga dalam sosial politik. Pada awalnya, pra dan pasca Perang Makassar, Kerajaan Tanete berada pada posisi yang ambigu dalam menghadapi Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa. Namun secara arif dan penuh kesadaran, Kerajaan Tanete mampu mengambil sikap yangnetral. Sikap ini diambil sebagai langkah sosial politik kerajaan untuk tidak mengorbankan warganya dalam dilema pembiasan dan afiliasi pada salah satu kelompok politik yang tidak mungkin abadi.
Pangadereng -Jurnal hasil penelitian ilmu sosial dan humaniora,Balai pelestarian nilai budaya sulsel
Title: AGAMA DAN SOSIAL POLITIK KERAJAAN TANETE TERHADAP KERAJAAN LAIN PADA ABAD XVII
Description:
Kajian ini menjelaskan tentang sikap dan langkah kebijakan Kerajaan Tanete pada syiar Islam, termasuk persoalan sosial politik terhadap kerajaan-kerajaan lain.
Kajian ini menggunakan metode Ilmu Sejarah yang mengkaji suatu peristiwa berdasarkan perspektif sejarah.
Hasil kajian menunjukkan bahwa abad XVII merupakan babak baru bagi Sulawesi Selatan dalam sejarah, khususnya masalah islamisasi dan persoalan sosial politik.
Islamisasi di Kerajaan Tanete tidak mengalami persoalan yang berarti, sebab kerajaan ini sudah akrab dengan penganut agama Islam, terutama para pedagang di Pelabuhan Pancana.
Kerajaan Tanete mudah menerima agama Islam ketika diajak oleh Kerajaan Gowa.
Hubungan geneologis antara Kerajaan Gowa dengan Kerajaan Tanete menjadikan Kerajaan Tanete sebagai pusat syiar Islam di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan posisi dan hubungan baik dengan kelompok konfederasi Ajataparang dan Malusetasi, Kerajaan Tanete bukan hanya berhasil memainkan perannya sebagai pusat syiar Islam, tetapi juga dalam sosial politik.
Pada awalnya, pra dan pasca Perang Makassar, Kerajaan Tanete berada pada posisi yang ambigu dalam menghadapi Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa.
Namun secara arif dan penuh kesadaran, Kerajaan Tanete mampu mengambil sikap yangnetral.
Sikap ini diambil sebagai langkah sosial politik kerajaan untuk tidak mengorbankan warganya dalam dilema pembiasan dan afiliasi pada salah satu kelompok politik yang tidak mungkin abadi.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TRANSFORMASI BENTUK MAKAM RAJA-RAJA TANETE DARI ABAD KE-17 HINGGA ABAD KE-20
TRANSFORMASI BENTUK MAKAM RAJA-RAJA TANETE DARI ABAD KE-17 HINGGA ABAD KE-20
Our understanding of the cultural transformation phase of the Islamic grave in South Sulawesi is still limited to the study of its territorial scope, not specific to a particular l...
PENGARUH PENGEMBANGAN PASAR TANETE BULUKUMBA TERHADAP KONDISI LALU LINTAS PADA RUAS JALAN POROS BULUKUMBA–SINJAI
PENGARUH PENGEMBANGAN PASAR TANETE BULUKUMBA TERHADAP KONDISI LALU LINTAS PADA RUAS JALAN POROS BULUKUMBA–SINJAI
Abstract   One of the development activities carried out by the Government of Bulukumba Regency is renovating the Tanete Market in Bulukumpa District, Bulukumba Regency. The mark...
Membangun Keterampilan Abad 21 Berbasis Nilai-Nilai Pancasila dalam Menghadapi Era Disrupsi
Membangun Keterampilan Abad 21 Berbasis Nilai-Nilai Pancasila dalam Menghadapi Era Disrupsi
Abad kedua puluh satu menampilkan kemajuan dalam semua aspek kehidupan manusia. Keterampilan yang tepat diperlukan untuk menghadapi tantangan global, transformasi digital, kolabora...
KERAJAAN JAMBI DAN PENGARUH ISLAM
KERAJAAN JAMBI DAN PENGARUH ISLAM
Tulisan ini membahas tentang kerajaan Jambi dan keberadaannya sebagai sebagai negara yang terletak di jalur perdagangan internasional. Hal ini menarik diteliti karena masa pertumbu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top