Javascript must be enabled to continue!
KAMPER SEBAGAI CAGAR BUDAYA WARISAN DUNIA: SEBUAH PEMIKIRAN AWAL
View through CrossRef
AbstrakKajian ini hendak menempatkan kamper sebagai karya budaya yang memenuhi syarat sebagai benda cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kamper merupakan produk budaya dari Barus yang menjadi komoditas dunia pada masanya. Kehadirannya sebagai benda yang bernilai penting dibuktikan dengan terciptanya tatanan perdagangannya sendiri dan konsumennya yang spesifik. Meskipun jangkauan pengetahuan dunia tentang kamper melampaui wilayah Sumatera maupun wilayah lain di Indonesia, hingga saat ini, kamper belum mendapatkan pengakuan sebagai benda cagar budaya Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan pada Pemerintah RI agar dapat mempertimbangkan dan mendorong kamper menjadi salah satu benda cagar budaya di Indonesia, bahkan jika mungkin di dunia. Metode penulisan artikel ini berbentuk eksplanatif dengan merujuk sumber historis yang terpercaya. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa terdapat urgensitas peranan kamper dalam dinamika perdagangan rempah dengan dunia luar di masa lalu, yang terlihat pada dampaknya yang luas, tidak hanya menyentuh aspek ekonomi saat itu, tetapi juga merambah ke kehidupan sosial, kesehatan, dinamika hubungan kenegaraan, pelayaran, perdagangan, dan sebagainya. Adapun imbas untuk masyarakat Nusantara adalah adanya dugaan bahwa perdagangan kamper juga intensif mendorong munculnya berbagai materi rempah lainnya, lalu secara bersama-sama memperkaya jaringan perdagangan antar negeri di Nusantara saat itu.
Title: KAMPER SEBAGAI CAGAR BUDAYA WARISAN DUNIA: SEBUAH PEMIKIRAN AWAL
Description:
AbstrakKajian ini hendak menempatkan kamper sebagai karya budaya yang memenuhi syarat sebagai benda cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Kamper merupakan produk budaya dari Barus yang menjadi komoditas dunia pada masanya.
Kehadirannya sebagai benda yang bernilai penting dibuktikan dengan terciptanya tatanan perdagangannya sendiri dan konsumennya yang spesifik.
Meskipun jangkauan pengetahuan dunia tentang kamper melampaui wilayah Sumatera maupun wilayah lain di Indonesia, hingga saat ini, kamper belum mendapatkan pengakuan sebagai benda cagar budaya Indonesia.
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan pada Pemerintah RI agar dapat mempertimbangkan dan mendorong kamper menjadi salah satu benda cagar budaya di Indonesia, bahkan jika mungkin di dunia.
Metode penulisan artikel ini berbentuk eksplanatif dengan merujuk sumber historis yang terpercaya.
Hasil kajiannya menunjukkan bahwa terdapat urgensitas peranan kamper dalam dinamika perdagangan rempah dengan dunia luar di masa lalu, yang terlihat pada dampaknya yang luas, tidak hanya menyentuh aspek ekonomi saat itu, tetapi juga merambah ke kehidupan sosial, kesehatan, dinamika hubungan kenegaraan, pelayaran, perdagangan, dan sebagainya.
Adapun imbas untuk masyarakat Nusantara adalah adanya dugaan bahwa perdagangan kamper juga intensif mendorong munculnya berbagai materi rempah lainnya, lalu secara bersama-sama memperkaya jaringan perdagangan antar negeri di Nusantara saat itu.
Related Results
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI
Kepemanduan wisata cagar budaya adalah salah satu program kegiatan pembelajaran sejarah yang memanfaatkan objek cagar budaya sebagai dasar implementasi kegiatannya. Metode pelaksa...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Modernisasi menjadi hal yang sulit dihindari suatu bangsa yang tergolong sedang berkembang, terlebih Indonesia yang masyarakatnya sangat terbuka. Semangat modernisasi cenderung dit...
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
Dalem Notonegoro merupakan bekas Rumah Bupati Notonegoro salah satu Bupati Pemalang yang saat ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan dibuktikan adanya SK penetap...
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Abstract. Cultural heritage buildings are valuable assets and must be preserved. Because cultural heritage buildings are one of the remnants of the past and also a form of identity...
Warisan Budaya Etnik Bajau Samah di Kota Belud, Sabah
Warisan Budaya Etnik Bajau Samah di Kota Belud, Sabah
Sabah terkenal dengan kepelbagaian etnik dalam kalangan masyaraka yang terdiri daripada Kadazandusun, Bajau, Bugis, Iranum, Brunei, Bonggi dan beberapa etnik lagi. Adanya kepelbaga...
PEMBUATAN ENSIKLOPEDIA WARISAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS VPS CLOUD
PEMBUATAN ENSIKLOPEDIA WARISAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS VPS CLOUD
Masalah warisan budaya (cultural heritage) belakangan ini semakin mendapat perhatian baik oleh pemerintah, akademisi, maupun kalangan organisasi nonpemerintah. Perhatian terhadap m...

