Javascript must be enabled to continue!
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
View through CrossRef
Tanah dasar merupakan bagian terpenting pada suatu pembangunan dalam bidang konstruksi baik itu jalan, gedung, ataupun jembatan. Menjaga kestabilan tanah, khususnya perkuatan tanah dibutuhkan perhatian lebih. Tanah lempung lokasi Cangar merupakan tanah subur yang berada di dataran tinggi. Dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut perlu dilakukan pengujian tanah laboratorium untuk mengetahui sifat dan daya dukung perkerasan tanahnya. Cara verifikasi pemaksimalan daya dukung perkerasan tanah ialah dengan mencampurkan 20% batu kapur serta menggunakan metode pengujian compaction modified dan CBR laboratorium. Hasil pengujian mendapatkan tanah lempung di lokasi memiliki plastisitas tinggi, lalu setelah dicampur dengan batu kapur mengalami penurunan plastisitas sebesar 11 poin pada level 15 sehingga dapat digolongkan menjadi tanah lempung berlanau yang memiliki plastisitas sedang. Berdasar pada pengujian CBR tanah lempung asli, didapatkan nilai daya dukung tanah sebesar 22.4%, dan setelah dicampur 20% batu kapur nilainya meningkat mencapai 26.4%, sedangkan kepadatan maksimum MDD tanah lempung asli sebesar 0.99 gram/cm³ lalu setelah dicampur batu kapur MDD mencapai 1.24 gram/cm³. Distribusi ukuran butiran sebelum dicampur batu kapur yakni kerikil 2.02 gr, pasir 61.03 gr, lempung 436.95 gr. Setelah diberi stabilator batu kapur yakni kerikil 37.06 gr, pasir 123.45 gr, dan lempung 339.49 gr.
Title: PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
Description:
Tanah dasar merupakan bagian terpenting pada suatu pembangunan dalam bidang konstruksi baik itu jalan, gedung, ataupun jembatan.
Menjaga kestabilan tanah, khususnya perkuatan tanah dibutuhkan perhatian lebih.
Tanah lempung lokasi Cangar merupakan tanah subur yang berada di dataran tinggi.
Dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut perlu dilakukan pengujian tanah laboratorium untuk mengetahui sifat dan daya dukung perkerasan tanahnya.
Cara verifikasi pemaksimalan daya dukung perkerasan tanah ialah dengan mencampurkan 20% batu kapur serta menggunakan metode pengujian compaction modified dan CBR laboratorium.
Hasil pengujian mendapatkan tanah lempung di lokasi memiliki plastisitas tinggi, lalu setelah dicampur dengan batu kapur mengalami penurunan plastisitas sebesar 11 poin pada level 15 sehingga dapat digolongkan menjadi tanah lempung berlanau yang memiliki plastisitas sedang.
Berdasar pada pengujian CBR tanah lempung asli, didapatkan nilai daya dukung tanah sebesar 22.
4%, dan setelah dicampur 20% batu kapur nilainya meningkat mencapai 26.
4%, sedangkan kepadatan maksimum MDD tanah lempung asli sebesar 0.
99 gram/cm³ lalu setelah dicampur batu kapur MDD mencapai 1.
24 gram/cm³.
Distribusi ukuran butiran sebelum dicampur batu kapur yakni kerikil 2.
02 gr, pasir 61.
03 gr, lempung 436.
95 gr.
Setelah diberi stabilator batu kapur yakni kerikil 37.
06 gr, pasir 123.
45 gr, dan lempung 339.
49 gr.
Related Results
UJI EKSPERIMENTAL STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN AMPAS BATU GAMPING INDUSTRI MARMER
UJI EKSPERIMENTAL STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN AMPAS BATU GAMPING INDUSTRI MARMER
Stabilisasi kimiawi pada tanah lempung biasanya memakai bahan semen atau kapur, pada penelitian ini digunakan serbuk marmer hasil limbah olahan industri pemotongan marmer dan larut...
STUDI STABILISASI TANAH LEMPUNG BERPASIR MENGGUNAKAN CAMPURAN KAPUR ALAM DAN SEMEN
STUDI STABILISASI TANAH LEMPUNG BERPASIR MENGGUNAKAN CAMPURAN KAPUR ALAM DAN SEMEN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui campuran terbaik antara kapur alam dan semen pada stabilisasi tanah lempung berpasir, serta untuk mengetahui kuat tekan bebas ( Unconfined Co...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak
Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Pekerasan lentur merupakan jenis perkerasan dengan material berupa campuran agregat dengan aspal. Pada jenis pekerasan ini, beban kendaraan diteruskan ke tanah dasar dengan sebaran...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdi...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Tanah pada Universitas Islam “45” Bekasi merupakan jenis tanah lempung yang mempunyai nilai CBR yang rendah sehingga secara strukturil tanah tersebut tidak layak diadakan suatu pem...

