Javascript must be enabled to continue!
PELESTARIAN BUDAYA SELOKO ADAT PERKAWINAN JAMBI
View through CrossRef
Di era globalisasi semua pengaruh kebudayaan asing merupakan kenyataan yang tidak terhindarkan. Kemajuan teknologi yang disebarluaskan oleh media cetak dan elektronik, sudah barang tentu akan mempengaruhi kebudayaan lokal, budaya yang datang dari luar tentulah tidak semuanya ditolak atau diterima begitu saja, akan tetapi semua itu dapat kita saring, maka perlu memperkenalkan jati diri budaya Jambi, terutama seloko dalam proses budaya perkawinan Jambi. Seloko berisikan nasehat dan pandangan nenek mamak, tuo tengganai, dan cerdik pandai untuk masyarakatnya. Di samping itu seloko juga berperan sebagai norma, filsafat, landasan, dan penegas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan masyarakat serta berfungsi sebagai media untuk menciptakan suasana yang akrab dan mengandung nilai estetika dalam berbahasa sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang memiliki rasa persatuan yang kuat dan hormat-menghormati. Selama ini proses seloko adat perkawinan Jambi belum banyak diketahui oleh kalangan generasi muda di kelurahan Jelutung. Hal ini disebabkan karena pengetahuan tentang seloko tidak diajarkan kepada pemuda dan masyarakat, masyarakat menganggap bahwa seloko adat itu adalah urusan orang adat dan mereka hanya mengikuti saja, Jika pengetahuan tentang seloko diberikan maka akan memberikan dampak positif bagi masyarakat tentang kelangsungan dan pelestarian budaya prosesi adat perkawinan Jambi di kelurahan Jelutung Provinsi Jambi.
Title: PELESTARIAN BUDAYA SELOKO ADAT PERKAWINAN JAMBI
Description:
Di era globalisasi semua pengaruh kebudayaan asing merupakan kenyataan yang tidak terhindarkan.
Kemajuan teknologi yang disebarluaskan oleh media cetak dan elektronik, sudah barang tentu akan mempengaruhi kebudayaan lokal, budaya yang datang dari luar tentulah tidak semuanya ditolak atau diterima begitu saja, akan tetapi semua itu dapat kita saring, maka perlu memperkenalkan jati diri budaya Jambi, terutama seloko dalam proses budaya perkawinan Jambi.
Seloko berisikan nasehat dan pandangan nenek mamak, tuo tengganai, dan cerdik pandai untuk masyarakatnya.
Di samping itu seloko juga berperan sebagai norma, filsafat, landasan, dan penegas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan masyarakat serta berfungsi sebagai media untuk menciptakan suasana yang akrab dan mengandung nilai estetika dalam berbahasa sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang memiliki rasa persatuan yang kuat dan hormat-menghormati.
Selama ini proses seloko adat perkawinan Jambi belum banyak diketahui oleh kalangan generasi muda di kelurahan Jelutung.
Hal ini disebabkan karena pengetahuan tentang seloko tidak diajarkan kepada pemuda dan masyarakat, masyarakat menganggap bahwa seloko adat itu adalah urusan orang adat dan mereka hanya mengikuti saja, Jika pengetahuan tentang seloko diberikan maka akan memberikan dampak positif bagi masyarakat tentang kelangsungan dan pelestarian budaya prosesi adat perkawinan Jambi di kelurahan Jelutung Provinsi Jambi.
Related Results
IMPLIKASI SELOKO RIMBO SEBAGAI KONVENSI ORANG RIMBA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS JAMBI
IMPLIKASI SELOKO RIMBO SEBAGAI KONVENSI ORANG RIMBA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS JAMBI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi yang boleh ditempati oleh manusia. Pada penelitian ini menggunakan Teori Biod...
KONTRIBUSI SELOKO ADAT JAMBI DALAM PENGUATAN DEMOKRASI LOKAL
KONTRIBUSI SELOKO ADAT JAMBI DALAM PENGUATAN DEMOKRASI LOKAL
Diskursus tentang gagasan demokrasi dalam bingkai kearifan lokal menjadi kajian yang debatable. Sebab kedua gagasan ini mewakili ruang kajian yang sangat distingsif, di mana konsep...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
Eksistensi dan Penerapan Hukum Adat di Kota Jambi dan Sekitarnya
Eksistensi dan Penerapan Hukum Adat di Kota Jambi dan Sekitarnya
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data kualitatif melalui pendekatan ekstrinsik, yaitu pandangan dan penilaian peneliti dari kacamata netral guna mengetahui dan memahami ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
CANDI MUARO JAMBI : KAJIAN CERITA RAKYAT, ARKEOLOGI, DAN PARIWISATA
CANDI MUARO JAMBI : KAJIAN CERITA RAKYAT, ARKEOLOGI, DAN PARIWISATA
Abstract Muaro Jambi Temple is a cultural heritage of the Buddhist era of the Malay kingdom which has value for the people of Muaro Jambi Village. From Muaro Jambi Te...

