Javascript must be enabled to continue!
IMPLIKASI SELOKO RIMBO SEBAGAI KONVENSI ORANG RIMBA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS JAMBI
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi yang boleh ditempati oleh manusia. Pada penelitian ini menggunakan Teori Biodeversity Conservation by Indigenous People dari Isager dan Theilade. Teori ini menjelaskan tentang Partisipasi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (Indigenous People) dalam upaya konservasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD. (2) Menjelaskan makna syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD. (3) Mendeskripsikan implikasi syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data sebagai berikut: (1) analisis sebelum di lapangan dan (2) analisis data di lapangan dengan menggunakan model Miles and Huberman. Guna menambah akurasi data, selanjutnya peneliti menggunakan tahapan analisis data dari Spradley yaitu Analisis Domain.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat bentuk Seloko Rimbo berupa syair-syair yang dapat peneliti tuliskan. (2) Makna syair Seloko Rimbo berhubungan erat dengan upaya pelestarian hutan TNBD. (3) Seloko Rimbo berimplikasi dalam upaya pelestarian hutan TNBD. Temuan ini telah membuktikan bahwa syair Seloko Rimbo sebagai kearifan lokal Orang Rimba memiliki implikasi dalam upaya pelestarian hutan TNBD, sehingga Seloko Rimbo ini patut untuk dijaga dan dilestarikan
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jambi
Title: IMPLIKASI SELOKO RIMBO SEBAGAI KONVENSI ORANG RIMBA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS JAMBI
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi yang boleh ditempati oleh manusia.
Pada penelitian ini menggunakan Teori Biodeversity Conservation by Indigenous People dari Isager dan Theilade.
Teori ini menjelaskan tentang Partisipasi Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (Indigenous People) dalam upaya konservasi hutan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD.
(2) Menjelaskan makna syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD.
(3) Mendeskripsikan implikasi syair Seloko Rimbo dalam upaya pelestarian Hutan TNBD.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif-kualitatif.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data sebagai berikut: (1) analisis sebelum di lapangan dan (2) analisis data di lapangan dengan menggunakan model Miles and Huberman.
Guna menambah akurasi data, selanjutnya peneliti menggunakan tahapan analisis data dari Spradley yaitu Analisis Domain.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat bentuk Seloko Rimbo berupa syair-syair yang dapat peneliti tuliskan.
(2) Makna syair Seloko Rimbo berhubungan erat dengan upaya pelestarian hutan TNBD.
(3) Seloko Rimbo berimplikasi dalam upaya pelestarian hutan TNBD.
Temuan ini telah membuktikan bahwa syair Seloko Rimbo sebagai kearifan lokal Orang Rimba memiliki implikasi dalam upaya pelestarian hutan TNBD, sehingga Seloko Rimbo ini patut untuk dijaga dan dilestarikan.
Related Results
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...
KONTRIBUSI SELOKO ADAT JAMBI DALAM PENGUATAN DEMOKRASI LOKAL
KONTRIBUSI SELOKO ADAT JAMBI DALAM PENGUATAN DEMOKRASI LOKAL
Diskursus tentang gagasan demokrasi dalam bingkai kearifan lokal menjadi kajian yang debatable. Sebab kedua gagasan ini mewakili ruang kajian yang sangat distingsif, di mana konsep...
Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi
Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi
ABSTRACT
The diversity of bird species in an area can reflect the integrity of the ecosystem and the biodiversity found within it. The existence of a bird in a habitat is very impo...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini mengkaji mengenai pengawasan taman nasional tesso nilo oleh balai taman nasional tesso nilo kecamatan ukui kabupaten pelalawan, dengan rumusan masalah tentang bagaim...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

