Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi

View through CrossRef
ABSTRACT The diversity of bird species in an area can reflect the integrity of the ecosystem and the biodiversity found within it. The existence of a bird in a habitat is very important in a forest ecosystem, for example, birds play an important role in the process of reproduction of vegetation types in the forest, namely in the process of seed dispersal and pollination. This research on identifying this bird species was carried out in the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, which was carried out in two habitats, namely secondary forest and bushes. Bird observations were carried out using the point count method. The results of the research show that in the Bukit Sari Grand Forest Park there are 13 species of birds from 10 families. In the secondary forest there are 9 species of birds from 8 families, in the bush there are 9 species of birds from 7 families. The highest number of individuals was found in the bush habitat with a total of 81 birds, while in the secondary forest habitat there were 52 individuals. The diversity index value (H'), Margalef species richness (R) and species evenness (E) of birds around the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, respectively are H' 2.3, R is 2.5 and E is 0 .9. There are five dominant bird species at each observation point, namely the alang-alang moth (Centropus bengalensis), gray bentet (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), finches (Pycnonotus aurigaster) and yellow-rumped woodpecker (Picus flavinucha). Keywords: bird, Bukit Sari Grand Forest Park, habitat   ABSTRAK Keanekaragaman spesies burung di suatu daerah dapat mencerminkan keutuhan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya. Keberadaan suatu burung disuatu habitat sangat penting dalam ekosistem hutan salah satu contohnya sebagaimana burung berperan penting dalam proses perkembangbiakan spesies vegetasi di dalam hutan yakni dalam proses penyebaran biji dan penyerbukan. Penelitian tentang identifikasi spesies burung ini di laksanakan di Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi, yang dilakukan pada dua habitat yaitu hutan sekunder dan semak belukar. Pengamatan burung dilakukan dengan menggunakan metode point count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari terdapat 13 species burung dari 10 famili. Pada hutan sekunder terdapat 9 spesies burung dari 8 famili, pada semak belukar terdapat 9 spesies burung dari 7 famili. Jumlah individu paling banyak terdapat pada habitat semak belukar dengan total 81 individu burung sedangkan pada habitat hutan sekunder sebanyak 52 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’), kekayaan spesies Margalef (R) dan kemerataan spesies (E)  burung di sekitar Taman Hutan Raya Bukit Sari Propinsi Jambi, masing-masing sebesar H’ 2,3 (sedang), R sebesar 2,5 (rendah) dan E sebesar 0,9 (tinggi). Terdapat lima spesies burung yang dominan pada 2 habitat pengamatan yaitu bubut alang-alang (Centropus bengalensis), bentet kelabu (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan pelatuk kuduk kuning (Picus flavinucha).   Katakunci: burung, habitat, Taman Hutan Raya Bukit Sari
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi
Description:
ABSTRACT The diversity of bird species in an area can reflect the integrity of the ecosystem and the biodiversity found within it.
The existence of a bird in a habitat is very important in a forest ecosystem, for example, birds play an important role in the process of reproduction of vegetation types in the forest, namely in the process of seed dispersal and pollination.
This research on identifying this bird species was carried out in the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, which was carried out in two habitats, namely secondary forest and bushes.
Bird observations were carried out using the point count method.
The results of the research show that in the Bukit Sari Grand Forest Park there are 13 species of birds from 10 families.
In the secondary forest there are 9 species of birds from 8 families, in the bush there are 9 species of birds from 7 families.
The highest number of individuals was found in the bush habitat with a total of 81 birds, while in the secondary forest habitat there were 52 individuals.
The diversity index value (H'), Margalef species richness (R) and species evenness (E) of birds around the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, respectively are H' 2.
3, R is 2.
5 and E is 0 .
9.
There are five dominant bird species at each observation point, namely the alang-alang moth (Centropus bengalensis), gray bentet (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), finches (Pycnonotus aurigaster) and yellow-rumped woodpecker (Picus flavinucha).
Keywords: bird, Bukit Sari Grand Forest Park, habitat   ABSTRAK Keanekaragaman spesies burung di suatu daerah dapat mencerminkan keutuhan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya.
Keberadaan suatu burung disuatu habitat sangat penting dalam ekosistem hutan salah satu contohnya sebagaimana burung berperan penting dalam proses perkembangbiakan spesies vegetasi di dalam hutan yakni dalam proses penyebaran biji dan penyerbukan.
Penelitian tentang identifikasi spesies burung ini di laksanakan di Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi, yang dilakukan pada dua habitat yaitu hutan sekunder dan semak belukar.
Pengamatan burung dilakukan dengan menggunakan metode point count.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari terdapat 13 species burung dari 10 famili.
Pada hutan sekunder terdapat 9 spesies burung dari 8 famili, pada semak belukar terdapat 9 spesies burung dari 7 famili.
Jumlah individu paling banyak terdapat pada habitat semak belukar dengan total 81 individu burung sedangkan pada habitat hutan sekunder sebanyak 52 individu.
Nilai indeks keanekaragaman (H’), kekayaan spesies Margalef (R) dan kemerataan spesies (E)  burung di sekitar Taman Hutan Raya Bukit Sari Propinsi Jambi, masing-masing sebesar H’ 2,3 (sedang), R sebesar 2,5 (rendah) dan E sebesar 0,9 (tinggi).
Terdapat lima spesies burung yang dominan pada 2 habitat pengamatan yaitu bubut alang-alang (Centropus bengalensis), bentet kelabu (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan pelatuk kuduk kuning (Picus flavinucha).
  Katakunci: burung, habitat, Taman Hutan Raya Bukit Sari.

Related Results

Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
The freshwaters of Sulawesi are the habitat of numerous endemic Indonesian ichthyofauna that are not found anywhere else in the world. About 68 endemic fish species described from ...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terd...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara
Nymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu se...
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
Komunitas plankton memiliki peran penting pada proses rantai makanan, siklus nutrien dan proses suksesi awal wet dune slacks. Kawasan wet dune slacks merupakan cekungan yang berada...

Back to Top