Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN LITERATUR : PERAN ETNOMEDISIN DALAM TERAPI HIPERTENSI DI INDONESIA

View through CrossRef
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Fenomena ini semakin diperburuk oleh terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan modern, khususnya di daerah-daerah terpencil. Sebagai respon terhadap tantangan ini, etnomedisin atau pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal telah berkembang menjadi alternatif pengobatan hipertensi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memulai peran etnomedisin dalam terapi hipertensi di Indonesia melalui kajian literatur yang melibatkan berbagai sumber yang relevan. Pencarian data dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dengan batasan publikasi yang mencakup periode antara tahun 2018 hingga 2024. Setelah dilakukan proses telaah terhadap artikel-artikel yang relevan, ditemukan  hasil bahwa terdapat 26 famili tanaman yang digunakan dalam praktik etnomedisin untuk pengobatan hipertensi. Beberapa tanaman tersebut memiliki nilai penting yang bervariasi, dengan tanaman yang memiliki nilai penting tertinggi adalah Averrhoa bilimbi L. (belimbing wulAllium sativum L. (bawang putih), dan Physalis angulata L. (pultak-pultak), dengan nilai penting masing-masing 0.017 hingga 1.98, 1.82 hingga 1.91, dan 1.53. dari 26 famili tersebut semua bagian tumbuhan digunakan, namun daun merupakan bagian yang paling umum dimanfaatkan di Indonesia karena menyimpan banyak metabolit sekunder yang membantu menurunkan tekanan darah, proses pengaplikasian tanaman obat paling sering dengan dikonsumsi oral dengan melalui proses perebusan.
Title: KAJIAN LITERATUR : PERAN ETNOMEDISIN DALAM TERAPI HIPERTENSI DI INDONESIA
Description:
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Fenomena ini semakin diperburuk oleh terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan modern, khususnya di daerah-daerah terpencil.
Sebagai respon terhadap tantangan ini, etnomedisin atau pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal telah berkembang menjadi alternatif pengobatan hipertensi yang signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk memulai peran etnomedisin dalam terapi hipertensi di Indonesia melalui kajian literatur yang melibatkan berbagai sumber yang relevan.
Pencarian data dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dengan batasan publikasi yang mencakup periode antara tahun 2018 hingga 2024.
Setelah dilakukan proses telaah terhadap artikel-artikel yang relevan, ditemukan  hasil bahwa terdapat 26 famili tanaman yang digunakan dalam praktik etnomedisin untuk pengobatan hipertensi.
Beberapa tanaman tersebut memiliki nilai penting yang bervariasi, dengan tanaman yang memiliki nilai penting tertinggi adalah Averrhoa bilimbi L.
(belimbing wulAllium sativum L.
(bawang putih), dan Physalis angulata L.
(pultak-pultak), dengan nilai penting masing-masing 0.
017 hingga 1.
98, 1.
82 hingga 1.
91, dan 1.
53.
dari 26 famili tersebut semua bagian tumbuhan digunakan, namun daun merupakan bagian yang paling umum dimanfaatkan di Indonesia karena menyimpan banyak metabolit sekunder yang membantu menurunkan tekanan darah, proses pengaplikasian tanaman obat paling sering dengan dikonsumsi oral dengan melalui proses perebusan.

Related Results

Penerapan Senam Hipertensi dan Rebusan Air Daun Salam untuk Hipertensi
Penerapan Senam Hipertensi dan Rebusan Air Daun Salam untuk Hipertensi
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat menyerang otak, mata, jantung, ginjal sampai pada pembulu...
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. (2) Untuk mengidenti...
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN HIPERTENSI TERHADAP TATALAKSANA HIPERTENSI DI KLINIK DOKTER 24 JAM MELATI TASIKMALAYA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN HIPERTENSI TERHADAP TATALAKSANA HIPERTENSI DI KLINIK DOKTER 24 JAM MELATI TASIKMALAYA
Prevalensi penyakit hipertensi di kota Tasikmalaya masih tergolong tinggi. Salah satu penyebabnya adalah tingkat kesadaran penderita terhadap kesehatan masih rendah. Masih banyak p...
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Latar belakang. Hipertensi pada anak masih mendapat perhatian yang serius karena dapat menimbulkan cacat menetap dan berakibat kematian. Prevalensi hipertensi anak tidak diketahui ...
Implementasi Alat Jalan Terapi Portable bagi Penderita Hipertensi di Desa Ngingit
Implementasi Alat Jalan Terapi Portable bagi Penderita Hipertensi di Desa Ngingit
Hipertensi termasuk penyakit kardiovaskuler yang paling banyak ditemui. Menurut WHO, di seluruh dunia 1,28 miliar orang dewasa usia 30-79 tahun akan menderita hipertensi. American ...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Rancang Bangun Sistem Terapi Infrared Otomatis Untuk Terapi Far-Infrared Pada Spinal Cord
Rancang Bangun Sistem Terapi Infrared Otomatis Untuk Terapi Far-Infrared Pada Spinal Cord
Terapi infrared adalah terapi yang banyak dilakukan dengan memanfaatkan efek panas yang ditimbulkan pada tubuh manusia terutama pada permukaan kulit yang terpapar secara langsung. ...

Back to Top