Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksplorasi Etnomatematika pada Tenun Corak Insang Melayu Pontianak

View through CrossRef
Salah satu profil pelajar pancasila yang dikembangkan dalam kurikulum merdeka (kurikulum paradigma baru) ialah berkebhinekaan global dan salah satu upaya untuk mencapai profil tersebut melalui integrasi budaya tenun corak insang melayu Pontianak dalam pembelajaran matematika. Proses integrasi tersebut memerlukan sebuah pengkajian terhadap konsep matematika dan kaitannya terhadap budaya tenun corak insang. Penelitian ini hadir dengan tujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada tenun corak insang melayu Pontianak. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan deskripsi terhadap hasil eksplorasi tersebut. Wawancara, observasi, dan studi dokumentasi menjadi teknik dalam pengumpulan data. Tokoh masyarakat melayu Pontianak menjadi subjek dalam penelitian ini. Setelah melalui tiga tahapan meliputi pengolahan data, analisis data, dan interpretasi, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa melalui eksplorasi tenun corak insang dapat dikonstruksi konsep dua garis sejajar dan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Secara detail diperoleh bahwa rangkaian motif tenun corak insang tersusun atas kumpulan garis yang sejajar, dimana setiap garis memiliki gradien (nilai kemiringan) yang sama, yakni sebesar 11/4. Selanjutnya, rangkaian motif tenun corak insang juga tersusun atas bangun datar yang sebangun dan kongruen, dimana pada motif tenun corak insang setiap sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang dan setiap sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Title: Eksplorasi Etnomatematika pada Tenun Corak Insang Melayu Pontianak
Description:
Salah satu profil pelajar pancasila yang dikembangkan dalam kurikulum merdeka (kurikulum paradigma baru) ialah berkebhinekaan global dan salah satu upaya untuk mencapai profil tersebut melalui integrasi budaya tenun corak insang melayu Pontianak dalam pembelajaran matematika.
Proses integrasi tersebut memerlukan sebuah pengkajian terhadap konsep matematika dan kaitannya terhadap budaya tenun corak insang.
Penelitian ini hadir dengan tujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada tenun corak insang melayu Pontianak.
Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan deskripsi terhadap hasil eksplorasi tersebut.
Wawancara, observasi, dan studi dokumentasi menjadi teknik dalam pengumpulan data.
Tokoh masyarakat melayu Pontianak menjadi subjek dalam penelitian ini.
Setelah melalui tiga tahapan meliputi pengolahan data, analisis data, dan interpretasi, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa melalui eksplorasi tenun corak insang dapat dikonstruksi konsep dua garis sejajar dan konsep kesebangunan dan kekongruenan.
Secara detail diperoleh bahwa rangkaian motif tenun corak insang tersusun atas kumpulan garis yang sejajar, dimana setiap garis memiliki gradien (nilai kemiringan) yang sama, yakni sebesar 11/4.
Selanjutnya, rangkaian motif tenun corak insang juga tersusun atas bangun datar yang sebangun dan kongruen, dimana pada motif tenun corak insang setiap sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang dan setiap sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

Related Results

PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD of Product Diversification of Corak Insang Weaving at Kampung Wisata Tenun KhatulistiwaAbstact. Since established on 16th of November 2018 as a woven tourist village area, th...
PENERAPAN TENUN CORAK INSANG DENGAN HIASAN TUGU KHATULISTIWA PADA PERANCANGAN BUSANA GALA
PENERAPAN TENUN CORAK INSANG DENGAN HIASAN TUGU KHATULISTIWA PADA PERANCANGAN BUSANA GALA
Perkembangan dunia fashion yang sangat pesat ini mendorong desainer menciptakan  busana pesta gala. Di Indonesia memiliki banyak kain etnik salah satunya yaitu kain tenun corak ins...
Makna Motif dan Sejarah Tenun Siak
Makna Motif dan Sejarah Tenun Siak
Tenun Siak pertama kali dikenalkan di kerajaan Siak oleh Wan Binti Karim seorang pengrajin dari kerajaan Trengganu Malaysia atas utasan Sultan Sayid Ali. Dari sinilah awal mula ten...
Filtrasi dan Aerasi Mengurangi Kerusakan secara Histopatologipada Organ Insang Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)
Filtrasi dan Aerasi Mengurangi Kerusakan secara Histopatologipada Organ Insang Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)
Penggunaan filter dan aerator dalam budidaya perikanan mempunyai peran penting dalam mengendalikan kualitas air, terutama kadar amonia agar tidak melebihi ambang batas. Senyawa am...
AKULTURASI MATERIAL TENUN SABU SERAT TENCEL
AKULTURASI MATERIAL TENUN SABU SERAT TENCEL
Akulturasi Material Tenun Sabu Serat Tencel. Tenun Sabu tradisional berbahan dasar benang kapas berisfat tebal dan kaku. Pengolahan bahan dasar kain tenun dapat menambahkan nilai e...
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun G...
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis Dan Mendeskripsikan Bentuk-bentuk Motif tenun Kambe-Kambera Dalam Tenun Tradisional Muna, (2) Menganalisis dan Mendeskripsikan makna...

Back to Top