Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksegesis Shema Israel dalam Ulangan 6:4 dan Implikasinya bagi Pembentukan Identitas Iman di Era Kontemporer

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis Shema Israel dalam Ulangan 6:4 melalui pendekatan eksegesis, serta menelaah implikasinya bagi pembentukan identitas iman Kristen di era kontemporer yang ditandai oleh pluralisme, sekularisme, dan relativisme moral. Teks ini dipahami sebagai pusat pengakuan iman Israel yang menegaskan keesaan Allah sekaligus menuntut respons total dalam bentuk kasih dan ketaatan kepada-Nya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika biblika melalui studi kepustakaan, dengan mengintegrasikan analisis historis-kontekstual, gramatikal-leksikal, struktural, dan teologis terhadap teks, khususnya pada istilah kunci seperti shema’ dan echad. Sumber data meliputi teks Alkitab sebagai data primer serta berbagai literatur teologis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shema Israel tidak hanya merupakan pernyataan monoteisme secara konseptual, tetapi juga mengandung tuntutan ketaatan yang menyeluruh dan berkelanjutan; secara leksikal dan teologis, istilah echad menegaskan keesaan Allah yang bersifat eksklusif dan tidak tertandingi dalam konteks polemik terhadap politeisme, sekaligus menekankan pentingnya transmisi iman secara generasional melalui keluarga sebagai pusat pendidikan iman. Dengan demikian, pembentukan identitas iman Kristen tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui proses internalisasi firman, pembaharuan pola pikir, dan praktik hidup yang konsisten dalam relasi dengan Allah, sehingga Shema Israel tetap memiliki relevansi normatif dalam membangun identitas iman yang autentik, holistik, dan kontekstual di tengah dinamika kehidupan masa kini.
Title: Eksegesis Shema Israel dalam Ulangan 6:4 dan Implikasinya bagi Pembentukan Identitas Iman di Era Kontemporer
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis Shema Israel dalam Ulangan 6:4 melalui pendekatan eksegesis, serta menelaah implikasinya bagi pembentukan identitas iman Kristen di era kontemporer yang ditandai oleh pluralisme, sekularisme, dan relativisme moral.
Teks ini dipahami sebagai pusat pengakuan iman Israel yang menegaskan keesaan Allah sekaligus menuntut respons total dalam bentuk kasih dan ketaatan kepada-Nya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika biblika melalui studi kepustakaan, dengan mengintegrasikan analisis historis-kontekstual, gramatikal-leksikal, struktural, dan teologis terhadap teks, khususnya pada istilah kunci seperti shema’ dan echad.
Sumber data meliputi teks Alkitab sebagai data primer serta berbagai literatur teologis sebagai data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shema Israel tidak hanya merupakan pernyataan monoteisme secara konseptual, tetapi juga mengandung tuntutan ketaatan yang menyeluruh dan berkelanjutan; secara leksikal dan teologis, istilah echad menegaskan keesaan Allah yang bersifat eksklusif dan tidak tertandingi dalam konteks polemik terhadap politeisme, sekaligus menekankan pentingnya transmisi iman secara generasional melalui keluarga sebagai pusat pendidikan iman.
Dengan demikian, pembentukan identitas iman Kristen tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui proses internalisasi firman, pembaharuan pola pikir, dan praktik hidup yang konsisten dalam relasi dengan Allah, sehingga Shema Israel tetap memiliki relevansi normatif dalam membangun identitas iman yang autentik, holistik, dan kontekstual di tengah dinamika kehidupan masa kini.

Related Results

Konflik jemaat dan identitas sosial Shema dalam 1 Korintus 12
Konflik jemaat dan identitas sosial Shema dalam 1 Korintus 12
This article aims to read the echo of the Shema in 1 Corinthians 12. Using the Social Identity Theory shows that the apostle Paul echoes the Shema when utilizing the oneness langua...
Mâtürîdîlerde İmanda Açıklık
Mâtürîdîlerde İmanda Açıklık
Bu araştırma Mâtürîdîlerin iman alanındaki temel görüş ve kabullerine dayanarak, bu anlayışın imanı örtülü, kapalı bir temelde ele almaya imkân verip vermediğini tartışmaktadır. İm...
Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Dalam Ulangan 6:4-9
Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Dalam Ulangan 6:4-9
The problem in this paper lies in the principles of child education contained in the Israel Shema. This discussion aims to First, the author can find out how the Israeli concept of...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Konsep Alkitab (Ulangan 6:4-9) tentang Pendidikan Agama Kristen Anak
Konsep Alkitab (Ulangan 6:4-9) tentang Pendidikan Agama Kristen Anak
Peran penting orang tua dalam pertumbuhan rohani anak menjadi sorotan tersendiri di kalangan kekristenan. Ditemukan orang tua yang mengingini anaknya memiliki pertumbuhan rohani ya...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top