Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Derajat Kebugaran Jasmani antara Siswa yang Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga
View through CrossRef
Abstrak____________________________________________________________Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi pra-penelitian yang telah penelitilakukan sebelumnya, dalam observasi pra-penelitian tersebut peneliti mendapat temuan bahwa sarana dan prasarana olahraga di SD kemala bhayangkari tidak memadai, disisi lain peneliti juga mendapatkan temuan bahwa kegiatan ekstrakurikuler baik olahraga dan non olahraga tidak berjalan baik. untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan derajat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler non olahraga Di SD Kemala Bhayangkari. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas atas di SD Kemala Bhayangkari di Kota Bandung sebanyak 45 siswa (Siswa ekstrakurikuler olahraga 25 dan Siswa ekstrakurikuler non olahraga 20). Derajat kebugaran jasmani siswa diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Data dianalisis menggunakan SPSS 21, Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil t hitung sebesar -0,732 dan nilai signifikansi sebesar 0,468. Karena nilai signifikansi yaiu 0,468 lebih besar dari 0,05 (sig 0,05) dan t hitung yaitu -0,732 lebih kecil dari pada t tabel yaitu 2,021, maka hipotesis nihil (Ho) diterima dan hipotesis awal (Ha) ditolak. Kesimpulannya terdapat perbedaan derajat kebugaran antara siswa ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler non olahraga di SD Kemala Bhayangkari Kota Bandung. Siswa ekstrakurikuler olahraga menunjukan derajat kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan siswa ekstrakurikuler non olahraga.Abstract____________________________________________________________The background of this research is based on the results of pre-research observations that have been conducted previously, in the pre-research observations the researchers found that sports facilities and infrastructure in SD Kemala Bhayangkari were inadequate, on the other hand researchers also found that extracurricular activities both sports and non-sports not going well. to find out whether there are differences in the degree of physical fitness of students participating in sports extracurricular and non-sports extracurricular activities at SD Kemala BhayangkariThis study uses descriptive quantitative research. The research subjects were 45 high school students at SD Kemala Bhayangkari in Bandung City (25 sports extracurricular students and non-sports extracurricular students 20). Students' physical fitness degrees were measured using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI). Data were analyzed using SPSS 21, Based on the results of the analysis, the results of t count were -0.732 and a significance value of 0.468. Because the significance value of 0.468 is greater than 0.05 (sig 0.05) and t count, which is -0.732 smaller than t table which is 2.021, then the null hypothesis (Ho) is accepted and the initial hypothesis (Ha) is rejected. In conclusion, there are differences in fitness degrees between sports extracurricular and non-sports extracurricular students at Kemala Bhayangkari Elementary School, Bandung City. Extracurricular sports students show better physical fitness degrees than non-sports extracurricular students.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: Perbandingan Derajat Kebugaran Jasmani antara Siswa yang Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga
Description:
Abstrak____________________________________________________________Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi pra-penelitian yang telah penelitilakukan sebelumnya, dalam observasi pra-penelitian tersebut peneliti mendapat temuan bahwa sarana dan prasarana olahraga di SD kemala bhayangkari tidak memadai, disisi lain peneliti juga mendapatkan temuan bahwa kegiatan ekstrakurikuler baik olahraga dan non olahraga tidak berjalan baik.
untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan derajat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler non olahraga Di SD Kemala Bhayangkari.
Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif kuantitatif.
Subjek penelitian adalah siswa kelas atas di SD Kemala Bhayangkari di Kota Bandung sebanyak 45 siswa (Siswa ekstrakurikuler olahraga 25 dan Siswa ekstrakurikuler non olahraga 20).
Derajat kebugaran jasmani siswa diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI).
Data dianalisis menggunakan SPSS 21, Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil t hitung sebesar -0,732 dan nilai signifikansi sebesar 0,468.
Karena nilai signifikansi yaiu 0,468 lebih besar dari 0,05 (sig 0,05) dan t hitung yaitu -0,732 lebih kecil dari pada t tabel yaitu 2,021, maka hipotesis nihil (Ho) diterima dan hipotesis awal (Ha) ditolak.
Kesimpulannya terdapat perbedaan derajat kebugaran antara siswa ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler non olahraga di SD Kemala Bhayangkari Kota Bandung.
Siswa ekstrakurikuler olahraga menunjukan derajat kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan siswa ekstrakurikuler non olahraga.
Abstract____________________________________________________________The background of this research is based on the results of pre-research observations that have been conducted previously, in the pre-research observations the researchers found that sports facilities and infrastructure in SD Kemala Bhayangkari were inadequate, on the other hand researchers also found that extracurricular activities both sports and non-sports not going well.
to find out whether there are differences in the degree of physical fitness of students participating in sports extracurricular and non-sports extracurricular activities at SD Kemala BhayangkariThis study uses descriptive quantitative research.
The research subjects were 45 high school students at SD Kemala Bhayangkari in Bandung City (25 sports extracurricular students and non-sports extracurricular students 20).
Students' physical fitness degrees were measured using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI).
Data were analyzed using SPSS 21, Based on the results of the analysis, the results of t count were -0.
732 and a significance value of 0.
468.
Because the significance value of 0.
468 is greater than 0.
05 (sig 0.
05) and t count, which is -0.
732 smaller than t table which is 2.
021, then the null hypothesis (Ho) is accepted and the initial hypothesis (Ha) is rejected.
In conclusion, there are differences in fitness degrees between sports extracurricular and non-sports extracurricular students at Kemala Bhayangkari Elementary School, Bandung City.
Extracurricular sports students show better physical fitness degrees than non-sports extracurricular students.
.
Related Results
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Berdasarkan permasalahan-permasalahan Setiap penelitian yang dikerjakan selalu memiliki tujuan akhir untuk memperoleh gambaran yang jelas dan bermanfaat bagi yang menggunakannya. A...
Hubungan Profil Sosioekonomi Orang Tua dan Pola Pikir Pengeluaran dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa di SD Negeri 2 Ngawonggo
Hubungan Profil Sosioekonomi Orang Tua dan Pola Pikir Pengeluaran dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa di SD Negeri 2 Ngawonggo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status sosioekonomi orang tua dan pola pikir pengeluaran konsumtif anak dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SD N 2 Ngawon...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
makalah Andriany Putri X MIA 3
makalah Andriany Putri X MIA 3
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSeseorang yang sehat dinamis tentu sehat statis, namun tidak demikian dengan sebaliknya sehat statis belum tentu sehat dinamis. Jadi kian berat ke...
Indeks Massa Tubuh dan Kapasitas Aerobik Siswa yang Mengikuti dan Tidak Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal
Indeks Massa Tubuh dan Kapasitas Aerobik Siswa yang Mengikuti dan Tidak Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Indek Massa Tubuh (IMT) dan kapasitas aerobik (vo2max) siswa laki-laki SMA Muhammadiyah 3 Jember yang mengikuti ekstrakurikuler futsal...
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Derajat Low Back Pain pada Lansia
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Derajat Low Back Pain pada Lansia
Abstract. The aging process leads to a decline in physical and musculoskeletal function in older adults, which can result in decreased physical fitness and an increased risk of low...
EDUKASI SISWA SISWI SMAN 1 WONOAYU SIDOARJO DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI
EDUKASI SISWA SISWI SMAN 1 WONOAYU SIDOARJO DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonoayu putra mengikuti pembelajaran tentang kebugaran jasmani secara umum dan ma...

