Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ahlulbait dalam perspektif Al-Sha'rawi (Kajian Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim)

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan yang terjadi dalam masyarakat masa kini dalam memahami ahlulbait. Diantara mereka ada yang terlalu mengunggulkan akan ahlulbait dan sebagian yang lain terlalu merendahkannya. Menyadari pentingnya makna ahlulbait yang akan terjadi perbedaan diantara masyarakat masa kini, maka dari keadaan inilah peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai makna ahlulbait perpspektif Sha'rawi dalam Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hi awl al-Qur'an al Karim. Dengan ini berharap agar para pembaca bisa memahami lebih mendalam tentang ahlulbait Nabi Muhammad saw dengan beberapa pembahasan yaitu: Penafsiran Ahlulbait perspektif al-Sha'rawi dalam kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al Karim dan cara menyikapi ahlulbait Rasulullah SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kajian pustaka (Library research). Adapun dalam metodenya, peneliti menggunakan metode tafsir tematik tokoh. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim. Al-Sha'rawi lainnya seperti Ana min Sulalat ahlbait. Adapun hasil dari penelitian ini, Sha'rawi mengungkapkan bahwasannya ahlulbait tidak hanya terbatas pada nasab dari pihak pria semata, namun juga mencakup pihak wanita di dalamnya. karena wanita sangat berperan dalam menjaga privasi dan memberikan dukungan. Oleh karena itu, dalam suatu keputusan atau hukum, peran seorang wanita tidak pernah dilalaikan. Adapun lafadz "al-Rijsu" menurut Sha'rawi mempunyai 3 makna, 1. Kotoran fisik, 2. Kekejian moral, 3. Kemunafikan.
Title: Ahlulbait dalam perspektif Al-Sha'rawi (Kajian Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim)
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan yang terjadi dalam masyarakat masa kini dalam memahami ahlulbait.
Diantara mereka ada yang terlalu mengunggulkan akan ahlulbait dan sebagian yang lain terlalu merendahkannya.
Menyadari pentingnya makna ahlulbait yang akan terjadi perbedaan diantara masyarakat masa kini, maka dari keadaan inilah peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai makna ahlulbait perpspektif Sha'rawi dalam Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hi awl al-Qur'an al Karim.
 Dengan ini berharap agar para pembaca bisa memahami lebih mendalam tentang ahlulbait Nabi Muhammad saw dengan beberapa pembahasan yaitu: Penafsiran Ahlulbait perspektif al-Sha'rawi dalam kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al Karim dan cara menyikapi ahlulbait Rasulullah SAW.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kajian pustaka (Library research).
Adapun dalam metodenya, peneliti menggunakan metode tafsir tematik tokoh.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim.
 Al-Sha'rawi lainnya seperti Ana min Sulalat ahlbait.
 Adapun hasil dari penelitian ini, Sha'rawi mengungkapkan bahwasannya ahlulbait tidak hanya terbatas pada nasab dari pihak pria semata, namun juga mencakup pihak wanita di dalamnya.
karena wanita sangat berperan dalam menjaga privasi dan memberikan dukungan.
Oleh karena itu, dalam suatu keputusan atau hukum, peran seorang wanita tidak pernah dilalaikan.
Adapun lafadz "al-Rijsu" menurut Sha'rawi mempunyai 3 makna, 1.
Kotoran fisik, 2.
Kekejian moral, 3.
Kemunafikan.

Related Results

STUDI HADIS MENGHORMATI AHLULBAIT: dari Pemahaman Tekstualis sampai Kontekstualis
STUDI HADIS MENGHORMATI AHLULBAIT: dari Pemahaman Tekstualis sampai Kontekstualis
<p class="06IsiAbstrak">Menghormati ahlulbait adalah salah satu anjuran agama yang mulai diabaikan di komunitas sosial sebab mengabaikan pemahaman tekstual dan kontekstual da...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Studi Tematik Ayat-Ayat Maḥabbah Perspektif al-Sha’rāwī dalam Tafsīr al- Sha’rāwī
Studi Tematik Ayat-Ayat Maḥabbah Perspektif al-Sha’rāwī dalam Tafsīr al- Sha’rāwī
Tulisan ini berusaha mengkaji lebih dalam mengenai hakikat maḥabbah kepada Allah dan Rasul-Nya dalam perspektif al-Sha’rāwī. Ada dua hal penting yang hendak dijadikan kajian secara...

Back to Top