Javascript must be enabled to continue!
B PENAMBAHAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DAN MAGNESIUM KLORIDA (MgCl2) TERHADAP STABILISASI DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG
View through CrossRef
Tanah mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, mengembang bila kadar air bertambah, menyusut bila kondisi kering. Sifat inilah yang menyebabkan kerusakan pada konstruksi-konstruksi. Maka diperlukan upaya untuk memperbaikinya dengan menambah stabilisasi tanah itu sendiri. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap tanah lempung yang berasal dari daerah Air Batu, Banyuasin dengan menambahkan variasi bahan campuran berupa Kalsium Karbonat (CaCO3) dengan variasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10% dari berat kering tanah dan untuk variasi bahan campuran berupa Kalsium Karbonat (CaCO3) optimum + Magnesium Karbonat (MgCl2) dengan variasi 2%, 4%, 6%, 8%. Pengujian dilakukan dua tahap yaitu, pengujian sifat fisik yang meliputi pengujian kadar air, batas-batas konsitensi, analisa saringan, hidrometer dan berat jenis, kemudian pengujian sifat mekanik yang meliputi pengujian pemadatan (compaction), CBR (California Bearing Ratio), hasil penelitian menunjukan bahwa Penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) berpengaruh untuk stabilisasi pada tanah lempung jika persentase penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) semakin besar maka nilai kadar air optimumnya akan semakin turun sedangkan penambahan magnesium klorida (MgCl₂) pada tanah maka tidak cocok untuk menstabilisasikan tanah
Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan
Title: B PENAMBAHAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DAN MAGNESIUM KLORIDA (MgCl2) TERHADAP STABILISASI DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG
Description:
Tanah mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, mengembang bila kadar air bertambah, menyusut bila kondisi kering.
Sifat inilah yang menyebabkan kerusakan pada konstruksi-konstruksi.
Maka diperlukan upaya untuk memperbaikinya dengan menambah stabilisasi tanah itu sendiri.
Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap tanah lempung yang berasal dari daerah Air Batu, Banyuasin dengan menambahkan variasi bahan campuran berupa Kalsium Karbonat (CaCO3) dengan variasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10% dari berat kering tanah dan untuk variasi bahan campuran berupa Kalsium Karbonat (CaCO3) optimum + Magnesium Karbonat (MgCl2) dengan variasi 2%, 4%, 6%, 8%.
Pengujian dilakukan dua tahap yaitu, pengujian sifat fisik yang meliputi pengujian kadar air, batas-batas konsitensi, analisa saringan, hidrometer dan berat jenis, kemudian pengujian sifat mekanik yang meliputi pengujian pemadatan (compaction), CBR (California Bearing Ratio), hasil penelitian menunjukan bahwa Penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) berpengaruh untuk stabilisasi pada tanah lempung jika persentase penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) semakin besar maka nilai kadar air optimumnya akan semakin turun sedangkan penambahan magnesium klorida (MgCl₂) pada tanah maka tidak cocok untuk menstabilisasikan tanah.
Related Results
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak
Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
UJI EKSPERIMENTAL STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN AMPAS BATU GAMPING INDUSTRI MARMER
UJI EKSPERIMENTAL STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN AMPAS BATU GAMPING INDUSTRI MARMER
Stabilisasi kimiawi pada tanah lempung biasanya memakai bahan semen atau kapur, pada penelitian ini digunakan serbuk marmer hasil limbah olahan industri pemotongan marmer dan larut...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Tanah pada Universitas Islam “45” Bekasi merupakan jenis tanah lempung yang mempunyai nilai CBR yang rendah sehingga secara strukturil tanah tersebut tidak layak diadakan suatu pem...
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
Prediksi daya dukung tiang rencana dari beberapa metode statis dan dinamis sering ditemui tidak sesuai denga daya dukung aktual di lapangan. Daya dukung tiang rencana tersebut haru...
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
Tanah dasar merupakan bagian terpenting pada suatu pembangunan dalam bidang konstruksi baik itu jalan, gedung, ataupun jembatan. Menjaga kestabilan tanah, khususnya perkuatan tanah...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdi...

