Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Asfiksia Neonatorum Sebagai Faktor Risiko Gagal Ginjal Akut

View through CrossRef
Latar belakang.Asfiksia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas bayi baru lahir yang dapat berakibat kerusakan organ. Sekitar 50% kerusakan organ terjadi pada ginjal yang berakibat gagal ginjal akut (GGA). Diagnosis dan pengenalan GGA merupakan hal penting agar fungsi ginjal tetap terjaga.Tujuan. Membuktikan asfiksia merupakan faktor risiko terjadinya GGA. Metode. Penelitian kohort prospektif dengan subyek sesuai kriteria inklusi bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUP Dr. Kariadi Semarang bulan Januari-Desember 2010. Sebagai kelompok terpapar adalah neonatus asfiksia berat dan neonatus asfiksia sedang sebagai kelompok tidak terpapar. Subyek dipilih secara consecutive sampling. Diagnosis GGA berdasarkan kadar ureum, kreatinin dan pengukuran diuresis pada hari keempat dan kelima perawatan. Analisis dengan uji Chi-square, Mann-Whitney, Kolmogorov-Smirnovdan t tidak berpasangan.Hasil. Subjek 63 neonatus., kejadian GGA pada neonatus asfiksia sedang dan berat 39,7%, keseluruhan kasus GGA merupakan tipe oliguria. Neonatus dengan GGA pada hari keempat rerata kadar ureum 33,6 (±13,53) mg/dL, kreatinin 1,54 (±0,35) mg/dL dan diuresis 0,45 (±0,07) mL/kgBB/jam dibandingkan rerata pada hari kelima terdapat peningkatan kadar ureum 41,36 (±14) mg/dL, penurunan kadar kreatinin 1,39 (±0,3) mg/dL, dan rerata diuresis 0,45 (±0,06) mL/kgBB/jam (p<0,05). Insidens GGA terbanyak terjadi pada asfiksia berat 56,3% (p=0,006; RR 2,5; 95%CI 1,2-5,1). Obat nefrotoksik bukan faktor risiko terjadinya gagal ginjal akut (p=0,002; RR 5,08; 95%CI 0,77-33,66). Kesimpulan.Asfiksia berat merupakan faktor risiko terjadinya GGA
Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society
Title: Asfiksia Neonatorum Sebagai Faktor Risiko Gagal Ginjal Akut
Description:
Latar belakang.
Asfiksia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas bayi baru lahir yang dapat berakibat kerusakan organ.
Sekitar 50% kerusakan organ terjadi pada ginjal yang berakibat gagal ginjal akut (GGA).
Diagnosis dan pengenalan GGA merupakan hal penting agar fungsi ginjal tetap terjaga.
Tujuan.
Membuktikan asfiksia merupakan faktor risiko terjadinya GGA.
Metode.
Penelitian kohort prospektif dengan subyek sesuai kriteria inklusi bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUP Dr.
Kariadi Semarang bulan Januari-Desember 2010.
Sebagai kelompok terpapar adalah neonatus asfiksia berat dan neonatus asfiksia sedang sebagai kelompok tidak terpapar.
Subyek dipilih secara consecutive sampling.
Diagnosis GGA berdasarkan kadar ureum, kreatinin dan pengukuran diuresis pada hari keempat dan kelima perawatan.
Analisis dengan uji Chi-square, Mann-Whitney, Kolmogorov-Smirnovdan t tidak berpasangan.
Hasil.
Subjek 63 neonatus.
, kejadian GGA pada neonatus asfiksia sedang dan berat 39,7%, keseluruhan kasus GGA merupakan tipe oliguria.
Neonatus dengan GGA pada hari keempat rerata kadar ureum 33,6 (±13,53) mg/dL, kreatinin 1,54 (±0,35) mg/dL dan diuresis 0,45 (±0,07) mL/kgBB/jam dibandingkan rerata pada hari kelima terdapat peningkatan kadar ureum 41,36 (±14) mg/dL, penurunan kadar kreatinin 1,39 (±0,3) mg/dL, dan rerata diuresis 0,45 (±0,06) mL/kgBB/jam (p<0,05).
Insidens GGA terbanyak terjadi pada asfiksia berat 56,3% (p=0,006; RR 2,5; 95%CI 1,2-5,1).
Obat nefrotoksik bukan faktor risiko terjadinya gagal ginjal akut (p=0,002; RR 5,08; 95%CI 0,77-33,66).
Kesimpulan.
Asfiksia berat merupakan faktor risiko terjadinya GGA.

Related Results

LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat. Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian b...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan anta...
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada b...
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah ...
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adal...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top