Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ikonologi Wayang Kreasi Sebagai Pengembangan Seni Rupa

View through CrossRef
Wayang Kreasi menjadi wujud wayang baru yang berkembang sesuai dengan hasil pemikiran penciptanya sebagai identias visual merek dagangnya. Penelitian ini memfokuskan pada makna intrinsik pada rupa wayang kreasi dan kecenderungan gaya visual yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ikonologi melalui pemikiran Erwin Panofsky. Ikonologi merupakan cabang dari sejarah seni yang berkaitan dengan pokok bahasan (subject matter) atau makna dari karya seni. Berdasarkan hasil analisis interpretasi ikonologi diperoleh temuan suatu motif artistik dalam visualisasi rupa wayang kreasi berupa gambar dinamika sosial-budaya masyarakat saat ini dengan makna ekspresioal tertentu yang menjadi makna intrinsik dalam interpretasi ikonologi, seperti rupa Wayang Rai Wong dengan makna ekpresional sebagai realistik figur (bentuk nyata/asli), rupa Wayang Kampung Sebelah dengan makna ekpresional kearifan, dan  kesederhana dalam menggambarkan keadaan masyarakat saat ini dengan dinamika sosial-budayanya, dan rupa Wayang Kancil dengan makna ekpresional sebagai realistik figur dengan gambaran karakter-karakter manusia. Ditemukan pula bahwa penggunaan rupa pada masing-masing jenis wayang kreasi sebagai identitas visual wayang kreasi cenderung dipengaruhi gaya objektik dimana ekspresi sebuah objek yang mudah dikenali atau familiar yang kemudian membawa pada konsep perwujudan ikonis realistik. Dalam sejarah tipe perwujudan secara ikonis ekpresi sebuah objek familiar banyak digunakan untuk menyatakan hubungan objektif antara ikon rupa wayang kreasi dengan rupa keadaan nyata.
Title: Ikonologi Wayang Kreasi Sebagai Pengembangan Seni Rupa
Description:
Wayang Kreasi menjadi wujud wayang baru yang berkembang sesuai dengan hasil pemikiran penciptanya sebagai identias visual merek dagangnya.
Penelitian ini memfokuskan pada makna intrinsik pada rupa wayang kreasi dan kecenderungan gaya visual yang dimilikinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ikonologi melalui pemikiran Erwin Panofsky.
Ikonologi merupakan cabang dari sejarah seni yang berkaitan dengan pokok bahasan (subject matter) atau makna dari karya seni.
Berdasarkan hasil analisis interpretasi ikonologi diperoleh temuan suatu motif artistik dalam visualisasi rupa wayang kreasi berupa gambar dinamika sosial-budaya masyarakat saat ini dengan makna ekspresioal tertentu yang menjadi makna intrinsik dalam interpretasi ikonologi, seperti rupa Wayang Rai Wong dengan makna ekpresional sebagai realistik figur (bentuk nyata/asli), rupa Wayang Kampung Sebelah dengan makna ekpresional kearifan, dan  kesederhana dalam menggambarkan keadaan masyarakat saat ini dengan dinamika sosial-budayanya, dan rupa Wayang Kancil dengan makna ekpresional sebagai realistik figur dengan gambaran karakter-karakter manusia.
Ditemukan pula bahwa penggunaan rupa pada masing-masing jenis wayang kreasi sebagai identitas visual wayang kreasi cenderung dipengaruhi gaya objektik dimana ekspresi sebuah objek yang mudah dikenali atau familiar yang kemudian membawa pada konsep perwujudan ikonis realistik.
Dalam sejarah tipe perwujudan secara ikonis ekpresi sebuah objek familiar banyak digunakan untuk menyatakan hubungan objektif antara ikon rupa wayang kreasi dengan rupa keadaan nyata.

Related Results

Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Masyarakat Jawa sejak dulu sampai sekarang, merasa diri bagian dari sistem dunia, hingga merasa wajib memayu hayuning bawana dalam bidang apapun termasuk budaya seni wayang, agar d...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
NILAI PENDIDIKAN SENI PADA PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK GIRI HARJA KABUPATEN BANDUNG
NILAI PENDIDIKAN SENI PADA PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK GIRI HARJA KABUPATEN BANDUNG
This study discusses the Giri Harja hermitage in wayang golek in West Java. The selection of the Giri Harja wayang golek to be studied is very important because it has a role and f...
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...

Back to Top