Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Legong Kreasi Mahisamanggala

View through CrossRef
Tari Legong Kreasi Mahisamanggala adalah tari yang ditarikan oleh enam orang penari putri, yang terinspirasi dari ritual Kebo Dongol di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tari ini hanya mengangkat inti sari dari ritual Kebo Dongol sebagai ide garapan yang terdiri dari penari yang menarikan sesajen, bentuk sesajen yang menyerupai kerbau, pertemuan sesajen Kebo Dongol dan Pedang Sudamala serta adanya megarang-garangan sesajen. Berorientasi dari pemikiran tersebut, maka terciptalah hasil penciptaan berjudul Mahisamanggala. Mahisamanggala merupakan istilah lain untuk menjelaskan Ritual Kebo Dongol. Tari Legong Kreasi Mahisamanggala tercipta menggunakan prinsip-prinsip metode angripta sesolahan yang terdiri dari Ngarencana yaitu proses awal penjelajahan sumber yang mendukung penciptaan, Nuasen merupakan upacara ritual yang dilakukan sebelum berproses, Makalin merupakan proses pemilihan materi yang mengandung terciptanya karya tari, Nelesin yaitupenggabungan untuk menentukan bentuk ciptaan dan Ngebah merupakan pementasan pertama dari sebuah hasil karya tari. Penggarapan Tari Legong Kreasi Mahisamanggala dikemas dalam lima struktur terdiri dari pepeson, pengawak, pengetog, pengecet, pekaad. Secara keseluruhan, karya tari Legong Kreasi Mahisamanggala digarap tidak bercerita, namun disajikan secara dramatik dengan menggunakan mode penyajian simbolik. Tujuan dari penciptaan tari Legong Kreasi Mahisamanggala adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa ritual Kebo Dongol memiliki nilai-nilai filosofi dan estetika yang tinggi, sekaligus melestarikan kesenian dengan memuat budaya lokal.Kata Kunci : Ritual Kebo Dongol, Penciptaan, Legong Kreasi Mahisamanggala.
Title: Legong Kreasi Mahisamanggala
Description:
Tari Legong Kreasi Mahisamanggala adalah tari yang ditarikan oleh enam orang penari putri, yang terinspirasi dari ritual Kebo Dongol di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Tari ini hanya mengangkat inti sari dari ritual Kebo Dongol sebagai ide garapan yang terdiri dari penari yang menarikan sesajen, bentuk sesajen yang menyerupai kerbau, pertemuan sesajen Kebo Dongol dan Pedang Sudamala serta adanya megarang-garangan sesajen.
Berorientasi dari pemikiran tersebut, maka terciptalah hasil penciptaan berjudul Mahisamanggala.
Mahisamanggala merupakan istilah lain untuk menjelaskan Ritual Kebo Dongol.
Tari Legong Kreasi Mahisamanggala tercipta menggunakan prinsip-prinsip metode angripta sesolahan yang terdiri dari Ngarencana yaitu proses awal penjelajahan sumber yang mendukung penciptaan, Nuasen merupakan upacara ritual yang dilakukan sebelum berproses, Makalin merupakan proses pemilihan materi yang mengandung terciptanya karya tari, Nelesin yaitupenggabungan untuk menentukan bentuk ciptaan dan Ngebah merupakan pementasan pertama dari sebuah hasil karya tari.
Penggarapan Tari Legong Kreasi Mahisamanggala dikemas dalam lima struktur terdiri dari pepeson, pengawak, pengetog, pengecet, pekaad.
Secara keseluruhan, karya tari Legong Kreasi Mahisamanggala digarap tidak bercerita, namun disajikan secara dramatik dengan menggunakan mode penyajian simbolik.
Tujuan dari penciptaan tari Legong Kreasi Mahisamanggala adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa ritual Kebo Dongol memiliki nilai-nilai filosofi dan estetika yang tinggi, sekaligus melestarikan kesenian dengan memuat budaya lokal.
Kata Kunci : Ritual Kebo Dongol, Penciptaan, Legong Kreasi Mahisamanggala.

Related Results

Legong Krincing Suara
Legong Krincing Suara
  Abstrak Tari Legong Krincing Suara adalah sebuah tari Legong kreasi baru dengan Gongseng sebagai sumber kreatif penciptaan. Penata mencoba mengkombinasikan segi gerak, musik, t...
Meaning of Legong Dedari Performance in Banjar Abian Nangka Kaja, Kesiman Petilan, East Denpasar
Meaning of Legong Dedari Performance in Banjar Abian Nangka Kaja, Kesiman Petilan, East Denpasar
The Legong Dedari is one of the sacred dances performed by the Balinese Hindu community at Banjar Abian Nangka Kaja, Kesiman Petilan Village, East Denpasar. Despite the fact that t...
TARI LEGONG TINUT
TARI LEGONG TINUT
Abstrak          Tari Legong Tinut merupakan tari kreasi palegongan yang dikembangkan dari gerak tari legong dan kisah mitos awal mula Pura Peti Tenget, di Desa Kerobokan, Kecama...
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Abstrak Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah k...
KONSEP MUSIK JAZZ FUSION BALI PADA KOMPOSISI SANGHYANG LEGONG KARYA INDRA LESMANA
KONSEP MUSIK JAZZ FUSION BALI PADA KOMPOSISI SANGHYANG LEGONG KARYA INDRA LESMANA
Jazz Fusion music is one of the music styles currently developing in Bali. The characteristics of Jazz Fusion include combining two musical concept approaches, between local music ...
The Concept of Tri Angga in Makeup and Costume Condong  Legong Kraton Dance
The Concept of Tri Angga in Makeup and Costume Condong  Legong Kraton Dance
Condong  Legong Kraton dance is one of the forms of classical Balinese performing arts that is rich in aesthetic value, philosophy, and symbolic meaning. One of the elements in thi...
SPIRIT RINDI
SPIRIT RINDI
Tari Spirit Rindi adalah tari legong dalam bentuk kreasi baru yang ditarikan oleh enam penari laki – laki yang terinspirasi dari semangat I Wayan Rindi dalam menarikan tari legong ...
KOMPLEKSITAS TABUH KREASI BARU GONG KEBYAR SANG NYOMAN PUTRA ARSA WIJAYA
KOMPLEKSITAS TABUH KREASI BARU GONG KEBYAR SANG NYOMAN PUTRA ARSA WIJAYA
ABSTRACTThe complexity indicates the main characteristics of karawitan art as the meaning of the word “rawit” which means refined and complicated. Composing the complexity on Tabuh...

Back to Top