Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas

View through CrossRef
Abstrak Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah karya tari kreasi palegongan yang mengangkat ibing-ibingan pada bagian akhir dari tari Joged Bisama Legong Keraton. Pada karya ini gerak ibing-ibingan dibuat lebih terstruktur dan pola berpasangan yang selaras. Ngibing Ngalegong berasal dari dua kata yaitu ngibing dan ngalegong. Kata ngibing diambil dari bagian akhir dari tari Joged Bisama Legong Keraton yaitu ibing-ibingan yang disederhankan menjadi ngibing. Sedangkan ngalegong berasal dari kata legong kemudian penata memberikan awalan nga sebagai pelengkap yang berarti dikemas kedalam palegongan. Pada karya Tari Ngibing Ngalegong, metode penciptaan yang digunakan berpijak pada metode Angripta Sasolahan (menciptakan tari-tarian). Metode penciptaan tersebut di dalamnya meliputi lima tahapan penting, yaitu ngarencana (tahapan persiapan atau perencanaan penciptaan karya), nuasen (tahapan ritual atau spiritual untuk mengawali proses penciptaan), makalin (tahapan pemilihan material yang dibutuhkan dalam penciptaan), nelesin (tahapan pembentukan untuk menyelaraskan dan menyempurnakan hasil karya), dan ngebah (pementasan perdana karya tari secara utuh). Tari Ngibing Ngalegong bertemakan sosial religius, dari aktivitas interaksi ngibing bisa disebut sosial dan dikatakan religius karena ibing-ibingan Legong Bisama ini dipercaya sebagai penolak bala. Tari Ngibing Ngalegong dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan enam orang penari putri. Tata rias yang digunakan Tari Ngibing Ngalegong tata rias panggung tari Bali sedangkan, tata busana yang digunakan bersumber dari tata busana Tari Legong pada umumnya namun tatahan dan bentuknya lebih dikembangkan dengan perpaduan warna krem (cream). Tari Ngibing Ngalegong menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampling gamelan Semarandhana yang berdurasi 12 menit. Keunikan pada karya ini adalah gerak-gerak ibing-ibingan dibagian pengecet dan ending pada saat satu orang penari menyelipkan bunga di satu penari lainnya.   Kata Kunci: Ngibing Ngalegong, Ibing-ibingan, Kreasi Palegongan.
Title: Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Description:
Abstrak Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan.
Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah karya tari kreasi palegongan yang mengangkat ibing-ibingan pada bagian akhir dari tari Joged Bisama Legong Keraton.
Pada karya ini gerak ibing-ibingan dibuat lebih terstruktur dan pola berpasangan yang selaras.
Ngibing Ngalegong berasal dari dua kata yaitu ngibing dan ngalegong.
Kata ngibing diambil dari bagian akhir dari tari Joged Bisama Legong Keraton yaitu ibing-ibingan yang disederhankan menjadi ngibing.
Sedangkan ngalegong berasal dari kata legong kemudian penata memberikan awalan nga sebagai pelengkap yang berarti dikemas kedalam palegongan.
Pada karya Tari Ngibing Ngalegong, metode penciptaan yang digunakan berpijak pada metode Angripta Sasolahan (menciptakan tari-tarian).
Metode penciptaan tersebut di dalamnya meliputi lima tahapan penting, yaitu ngarencana (tahapan persiapan atau perencanaan penciptaan karya), nuasen (tahapan ritual atau spiritual untuk mengawali proses penciptaan), makalin (tahapan pemilihan material yang dibutuhkan dalam penciptaan), nelesin (tahapan pembentukan untuk menyelaraskan dan menyempurnakan hasil karya), dan ngebah (pementasan perdana karya tari secara utuh).
Tari Ngibing Ngalegong bertemakan sosial religius, dari aktivitas interaksi ngibing bisa disebut sosial dan dikatakan religius karena ibing-ibingan Legong Bisama ini dipercaya sebagai penolak bala.
Tari Ngibing Ngalegong dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan enam orang penari putri.
Tata rias yang digunakan Tari Ngibing Ngalegong tata rias panggung tari Bali sedangkan, tata busana yang digunakan bersumber dari tata busana Tari Legong pada umumnya namun tatahan dan bentuknya lebih dikembangkan dengan perpaduan warna krem (cream).
Tari Ngibing Ngalegong menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampling gamelan Semarandhana yang berdurasi 12 menit.
Keunikan pada karya ini adalah gerak-gerak ibing-ibingan dibagian pengecet dan ending pada saat satu orang penari menyelipkan bunga di satu penari lainnya.
  Kata Kunci: Ngibing Ngalegong, Ibing-ibingan, Kreasi Palegongan.

Related Results

KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
PERUBAHAN FUNGSI TARI TAYUBAN SEBAGAI TARI PERGAULAN DI MASYARAKAT
PERUBAHAN FUNGSI TARI TAYUBAN SEBAGAI TARI PERGAULAN DI MASYARAKAT
Tari Tayuban adalah salah satu tari berpasangan yang masih eksis dan populer di kalangan masyarakat Cirebon dan dikenal sebagai tarian yang tidak mempunyai pola gerak pakem. Tari T...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pendidikan seni ialah pendidikan yang memberikan wadah bagi anak untuk mengapresiasi diri sendiri dan lingkungan. Apresiasi akan timbul apabila pembelajaran dilaksanakan dengan bai...

Back to Top