Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KEPADATAN TEBAR TERHADAP PROFIL SENYAWA BIOAKTIF DAN SIFAT FUNGSIONAL Gracilaria verrucosa PADA SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK

View through CrossRef
  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap profil senyawa bioaktif dan sifat fungsional rumput laut Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya longline di tambak. Percobaan dilakukan selama 42 hari dengan empat perlakuan kepadatan awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kandungan polisakarida (agar), fenolik total, flavonoid total, serta pigmen (klorofil dan karotenoid). Data dianalisis menggunakan analisis varians satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mengalami peningkatan hingga mencapai titik optimum pada perlakuan 200 g, kemudian cenderung menurun pada kepadatan yang lebih tinggi. Kandungan agar tertinggi mencapai 32.4%, fenolik total 3.7 mg GAE g⁻¹, flavonoid total 2.7 mg QE g⁻¹, dan pigmen total 3.25 mg g⁻¹. Pola ini menunjukkan bahwa kepadatan biomassa berperan dalam mengoptimalkan alokasi karbon ke dalam komponen struktural dan metabolit sekunder. Kepadatan yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan efisiensi akibat kompetisi cahaya dan nutrien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan 200 g merupakan kondisi optimal untuk menghasilkan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas biokimia, serta memberikan implikasi penting dalam pengembangan strategi budidaya rumput laut berbasis kualitas.
Title: PENGARUH KEPADATAN TEBAR TERHADAP PROFIL SENYAWA BIOAKTIF DAN SIFAT FUNGSIONAL Gracilaria verrucosa PADA SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK
Description:
  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap profil senyawa bioaktif dan sifat fungsional rumput laut Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya longline di tambak.
Percobaan dilakukan selama 42 hari dengan empat perlakuan kepadatan awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing dengan tiga ulangan.
Parameter yang diamati meliputi kandungan polisakarida (agar), fenolik total, flavonoid total, serta pigmen (klorofil dan karotenoid).
Data dianalisis menggunakan analisis varians satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mengalami peningkatan hingga mencapai titik optimum pada perlakuan 200 g, kemudian cenderung menurun pada kepadatan yang lebih tinggi.
Kandungan agar tertinggi mencapai 32.
4%, fenolik total 3.
7 mg GAE g⁻¹, flavonoid total 2.
7 mg QE g⁻¹, dan pigmen total 3.
25 mg g⁻¹.
Pola ini menunjukkan bahwa kepadatan biomassa berperan dalam mengoptimalkan alokasi karbon ke dalam komponen struktural dan metabolit sekunder.
Kepadatan yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan efisiensi akibat kompetisi cahaya dan nutrien.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan 200 g merupakan kondisi optimal untuk menghasilkan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas biokimia, serta memberikan implikasi penting dalam pengembangan strategi budidaya rumput laut berbasis kualitas.

Related Results

KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap kandungan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) pada Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya ...
OPTIMASI BOBOT TEBAR AWAL GRACILARIA VERRUCOSA BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL, UNSUR HARA TANAH, DAN KUALITAS AIR TAMBAK
OPTIMASI BOBOT TEBAR AWAL GRACILARIA VERRUCOSA BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL, UNSUR HARA TANAH, DAN KUALITAS AIR TAMBAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap kandungan klorofil Gracilaria verrucosa, dinamika karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) tanah, ...
Preparation of Environmentally Friendly Bioplastics from Marine Red Algae, Salt Horned Seaweed, And Seaweed
Preparation of Environmentally Friendly Bioplastics from Marine Red Algae, Salt Horned Seaweed, And Seaweed
The present study aimed to prepare sustainable and eco - friendly bio - plastics of agar extracted from the red seaweeds - Gracilaria deblis, Gracilaria salicornia and Gracilaria e...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

Back to Top