Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH BOBOT TEBAR AWAL TERHADAP RENDEMEN, VISKOSITAS, DAN KEKUATAN GEL AGAR GRACILARIA VERRUCOSA PADA BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap rendemen, viskositas, dan kekuatan gel agar Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan dengan metode longline di tambak ekstensif Pulokerto, Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan bobot tebar awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing tiga ulangan. Pada akhir pemeliharaan, biomassa dipanen dan digunakan sebagai bahan baku ekstraksi agar. Parameter yang diamati meliputi rendemen agar, viskositas, dan kekuatan gel. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tebar awal berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu agar. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 21,23%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan 250 g sebesar 20,53%. Viskositas tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 113,67 cP dan berbeda nyata dibanding perlakuan lainnya. Kekuatan gel tertinggi tercatat pada perlakuan 200 g sebesar 447,67 g cm⁻², kemudian menurun pada perlakuan 250 g. Hasil ini menunjukkan bahwa bobot tebar awal 200 g merupakan tingkat optimum untuk menghasilkan mutu agar terbaik. Pengaturan kepadatan tebar yang tepat dapat meningkatkan kualitas bahan baku dan nilai ekonomi budidaya Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan.
Title: PENGARUH BOBOT TEBAR AWAL TERHADAP RENDEMEN, VISKOSITAS, DAN KEKUATAN GEL AGAR GRACILARIA VERRUCOSA PADA BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
Description:
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap rendemen, viskositas, dan kekuatan gel agar Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan dengan metode longline di tambak ekstensif Pulokerto, Kabupaten Pasuruan.
Penelitian dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan bobot tebar awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing tiga ulangan.
Pada akhir pemeliharaan, biomassa dipanen dan digunakan sebagai bahan baku ekstraksi agar.
Parameter yang diamati meliputi rendemen agar, viskositas, dan kekuatan gel.
Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tebar awal berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu agar.
Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 21,23%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan 250 g sebesar 20,53%.
Viskositas tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 113,67 cP dan berbeda nyata dibanding perlakuan lainnya.
Kekuatan gel tertinggi tercatat pada perlakuan 200 g sebesar 447,67 g cm⁻², kemudian menurun pada perlakuan 250 g.
Hasil ini menunjukkan bahwa bobot tebar awal 200 g merupakan tingkat optimum untuk menghasilkan mutu agar terbaik.
Pengaturan kepadatan tebar yang tepat dapat meningkatkan kualitas bahan baku dan nilai ekonomi budidaya Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan.
Related Results
OPTIMASI BOBOT TEBAR AWAL GRACILARIA VERRUCOSA BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL, UNSUR HARA TANAH, DAN KUALITAS AIR TAMBAK
OPTIMASI BOBOT TEBAR AWAL GRACILARIA VERRUCOSA BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL, UNSUR HARA TANAH, DAN KUALITAS AIR TAMBAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap kandungan klorofil Gracilaria verrucosa, dinamika karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) tanah, ...
KETERKAITAN YANG DIPENGARUHI KEPADATAN ANTARA PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN DINAMIKA C–N–P AIR PADA BUDIDAYA LONGLINE Gracilaria verrucosa DI TAMBAK EKSTENSIF
KETERKAITAN YANG DIPENGARUHI KEPADATAN ANTARA PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN DINAMIKA C–N–P AIR PADA BUDIDAYA LONGLINE Gracilaria verrucosa DI TAMBAK EKSTENSIF
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap pertumbuhan biomassa Gracilaria verrucosa serta dinamika karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap kandungan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) pada Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya ...
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK VERMIKMPOS TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KUALITAS RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK VERMIKMPOS TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KUALITAS RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa
Gracillaria verrucosa merupakan salah satu jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permasalahan yang sering terjadi pada pembudidaya rumput laut Gracilaria verrucos...
Preparation of Environmentally Friendly Bioplastics from Marine Red Algae, Salt Horned Seaweed, And Seaweed
Preparation of Environmentally Friendly Bioplastics from Marine Red Algae, Salt Horned Seaweed, And Seaweed
The present study aimed to prepare sustainable and eco - friendly bio - plastics of agar extracted from the red seaweeds - Gracilaria deblis, Gracilaria salicornia and Gracilaria e...
OPTIMASI BIOMASSA AWAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPOSISI PROKSIMAT Gracilaria verrucosa PADA BUDIDAYA SISTEM LONGLINE DI TAMBAK AIR PAYAU TROPIS
OPTIMASI BIOMASSA AWAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPOSISI PROKSIMAT Gracilaria verrucosa PADA BUDIDAYA SISTEM LONGLINE DI TAMBAK AIR PAYAU TROPIS
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan biomassa awal terhadap komposisi proksimat (karbohidrat, protein, dan lemak) Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan menggu...
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Penelitian ini telah dilaksanakan di RPH Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 bulan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot potong te...

