Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap kandungan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) pada Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya longline di tambak ekstensif. Penelitian dilaksanakan selama 42 hari (Juni–Juli 2025) di Desa Banyuurip, Gresik, dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan kepadatan biomassa awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing dengan tiga ulangan. Analisis kandungan C, N, dan P dilakukan menggunakan metode pembakaran kering, Kjeldahl, dan spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan biomassa berpengaruh nyata terhadap kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor Gracilaria verrucosa. Nilai tertinggi untuk ketiga parameter diperoleh pada perlakuan 200 g, yaitu karbon 16,10%, nitrogen 2,38%, dan fosfor 0,39%. Pola yang terbentuk menunjukkan hubungan non-linear (unimodal), di mana kandungan C, N, dan P meningkat seiring peningkatan kepadatan biomassa hingga mencapai titik optimum, kemudian menurun pada kepadatan yang lebih tinggi. Penurunan pada kepadatan 250 g mengindikasikan adanya peningkatan kompetisi terhadap cahaya dan nutrien yang menurunkan efisiensi penyerapan. Penelitian ini mengungkap bahwa kepadatan biomassa merupakan faktor kunci dalam mengatur efisiensi akumulasi karbon dan nutrien dalam sistem budidaya rumput laut. Kepadatan 200 g direkomendasikan sebagai kondisi optimal untuk memaksimalkan kualitas biomassa berbasis kandungan C–N–P dalam tambak ekstensif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan secara biogeokimia.
Title: KEPADATAN BIOMASSA MENGATUR KANDUNGAN KARBON, NITROGEN, DAN FOSFOR Gracilaria verrucosa DALAM SISTEM BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan biomassa terhadap kandungan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) pada Gracilaria verrucosa dalam sistem budidaya longline di tambak ekstensif.
Penelitian dilaksanakan selama 42 hari (Juni–Juli 2025) di Desa Banyuurip, Gresik, dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan kepadatan biomassa awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing dengan tiga ulangan.
Analisis kandungan C, N, dan P dilakukan menggunakan metode pembakaran kering, Kjeldahl, dan spektrofotometri.
Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD (p < 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan biomassa berpengaruh nyata terhadap kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor Gracilaria verrucosa.
Nilai tertinggi untuk ketiga parameter diperoleh pada perlakuan 200 g, yaitu karbon 16,10%, nitrogen 2,38%, dan fosfor 0,39%.
Pola yang terbentuk menunjukkan hubungan non-linear (unimodal), di mana kandungan C, N, dan P meningkat seiring peningkatan kepadatan biomassa hingga mencapai titik optimum, kemudian menurun pada kepadatan yang lebih tinggi.
Penurunan pada kepadatan 250 g mengindikasikan adanya peningkatan kompetisi terhadap cahaya dan nutrien yang menurunkan efisiensi penyerapan.
Penelitian ini mengungkap bahwa kepadatan biomassa merupakan faktor kunci dalam mengatur efisiensi akumulasi karbon dan nutrien dalam sistem budidaya rumput laut.
Kepadatan 200 g direkomendasikan sebagai kondisi optimal untuk memaksimalkan kualitas biomassa berbasis kandungan C–N–P dalam tambak ekstensif.
Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan secara biogeokimia.

Related Results

SNACK BAR RENDAH FOSFOR DAN PROTEIN BERBASIS PRODUK OLAHAN BERAS
SNACK BAR RENDAH FOSFOR DAN PROTEIN BERBASIS PRODUK OLAHAN BERAS
Latar Belakang: Hiperfosfatemia merupakan gangguan metabolisme pada pasien gagal ginjal kronik. Strategi diet untuk menurunkan kadar fosfor dalam darah adalah mengonsumsi makanan r...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

Back to Top