Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JAMPI MELAYU DALAM MANUSKRIP TIB MSS2515: ISU PENULISAN DAN INTERPRETASI BUDAYA BERAGAMA MASYARAKAT

View through CrossRef
ABSTRAK Kajian ini meneliti asal-usul dan perkembangan jampi dalam masyarakat Melayu berfokuskan konotasi budaya serta hubungannya dengan konsep doa serta amalan perubatan tradisional. Masalah kajian berpusat pada pengenalan jampi yang dipercayai bermula pada abad ke-17 dan memperlihatkan variasi daripada konsep doa serta mantera. Kajian ini mengambil contoh 15 jampi tradisional untuk dianalisis dengan pendekatan grafologi bagi menilai aspek penulisan manuskrip serta interpretasi budaya beragama untuk memahami pengaruh metafizik dan kepercayaan ghaib. Dapatan kajian menunjukkan; terdapat tiga jenis jampi yang diamalkan: (1) jampi bebas, (2) ruqyah, dan (3) jampi sinkretik. Jampi bebas, walaupun tidak menggunakan bahasa Arab atau sumber Islamik secara langsung, memperlihatkan beberapa atribut yang dikaitkan dengan Islam seperti basmalah dan penutupan dengan kalimah syahadah. Dari segi kuantiti, jampi bebas paling dominan, diikuti oleh ruqyah, kemudian jampi sinkretik. Analisis grafologi mencadangkan bahawa penulis manuskrip bukan individu berpendidikan tinggi atau terlatih dalam penulisan formal, yang mencerminkan kekangan pendidikan pada zaman tersebut menyebabkan penerusan amalan jampi yang berkonotasi Hinduisme. Selain itu, kajian ini juga menemui pengaruh dogma kesufian melalui tarekat, dengan keyakinan kepada wali dan entiti ghaib yang mempengaruhi pandangan pengamal perubatan Melayu. Walaupun terdapat unsur Islam yang jelas, unsur Hindu-Buddha turut ditemui, menggambarkan kemungkinan warisan jampi pra-Islam. Kata kunci: Mistik Melayu, perubatan tradisional, wafak, azimat, sejarah agama   ABSTRACT This study examines the origins and development of spells in Malay society focusing on cultural connotations and their relationship with the concept of prayer and traditional medical practices. The study problem is centered on the identification of spells believed to have originated in the 17th century and show variations from the concept of prayer and incantation. This study took a sample of 15 traditional spells to be analyzed with a graphological approach to assess aspects of manuscript writing and interpretation of religious culture to understand the influence of metaphysics and supernatural beliefs. The study findings show; there are three types of spells practiced: (1) free spells, (2) ruqyah, and (3) syncretic spells. Free spells, although not using Arabic or Islamic sources directly, show several attributes associated with Islam such as basmalah and closing with the shahadah. In terms of quantity, free spells are the most dominant, followed by ruqyah, then syncretic spells. Graphological analysis suggests that the manuscript writer was not a highly educated individual or trained in formal writing, which reflects the educational constraints of that era, causing the continuation of spell practices that connote Hinduism. In addition, this study also found the influence of Sufi dogma through the tarekat, with belief in saints and supernatural entities influencing the views of Malay medical practitioners. Although there are clear Islamic elements, Hindu-Buddhist elements are also found, indicating a possible pre-Islamic heritage of spells. Keywords: Malay mysticism, traditional medicine, wafak, amulets, religious history
Title: JAMPI MELAYU DALAM MANUSKRIP TIB MSS2515: ISU PENULISAN DAN INTERPRETASI BUDAYA BERAGAMA MASYARAKAT
Description:
ABSTRAK Kajian ini meneliti asal-usul dan perkembangan jampi dalam masyarakat Melayu berfokuskan konotasi budaya serta hubungannya dengan konsep doa serta amalan perubatan tradisional.
Masalah kajian berpusat pada pengenalan jampi yang dipercayai bermula pada abad ke-17 dan memperlihatkan variasi daripada konsep doa serta mantera.
Kajian ini mengambil contoh 15 jampi tradisional untuk dianalisis dengan pendekatan grafologi bagi menilai aspek penulisan manuskrip serta interpretasi budaya beragama untuk memahami pengaruh metafizik dan kepercayaan ghaib.
Dapatan kajian menunjukkan; terdapat tiga jenis jampi yang diamalkan: (1) jampi bebas, (2) ruqyah, dan (3) jampi sinkretik.
Jampi bebas, walaupun tidak menggunakan bahasa Arab atau sumber Islamik secara langsung, memperlihatkan beberapa atribut yang dikaitkan dengan Islam seperti basmalah dan penutupan dengan kalimah syahadah.
Dari segi kuantiti, jampi bebas paling dominan, diikuti oleh ruqyah, kemudian jampi sinkretik.
Analisis grafologi mencadangkan bahawa penulis manuskrip bukan individu berpendidikan tinggi atau terlatih dalam penulisan formal, yang mencerminkan kekangan pendidikan pada zaman tersebut menyebabkan penerusan amalan jampi yang berkonotasi Hinduisme.
Selain itu, kajian ini juga menemui pengaruh dogma kesufian melalui tarekat, dengan keyakinan kepada wali dan entiti ghaib yang mempengaruhi pandangan pengamal perubatan Melayu.
Walaupun terdapat unsur Islam yang jelas, unsur Hindu-Buddha turut ditemui, menggambarkan kemungkinan warisan jampi pra-Islam.
Kata kunci: Mistik Melayu, perubatan tradisional, wafak, azimat, sejarah agama   ABSTRACT This study examines the origins and development of spells in Malay society focusing on cultural connotations and their relationship with the concept of prayer and traditional medical practices.
The study problem is centered on the identification of spells believed to have originated in the 17th century and show variations from the concept of prayer and incantation.
This study took a sample of 15 traditional spells to be analyzed with a graphological approach to assess aspects of manuscript writing and interpretation of religious culture to understand the influence of metaphysics and supernatural beliefs.
The study findings show; there are three types of spells practiced: (1) free spells, (2) ruqyah, and (3) syncretic spells.
Free spells, although not using Arabic or Islamic sources directly, show several attributes associated with Islam such as basmalah and closing with the shahadah.
In terms of quantity, free spells are the most dominant, followed by ruqyah, then syncretic spells.
Graphological analysis suggests that the manuscript writer was not a highly educated individual or trained in formal writing, which reflects the educational constraints of that era, causing the continuation of spell practices that connote Hinduism.
In addition, this study also found the influence of Sufi dogma through the tarekat, with belief in saints and supernatural entities influencing the views of Malay medical practitioners.
Although there are clear Islamic elements, Hindu-Buddhist elements are also found, indicating a possible pre-Islamic heritage of spells.
Keywords: Malay mysticism, traditional medicine, wafak, amulets, religious history.

Related Results

KEARIFAN LOKAL PADA MANUSKRIP-MANUSKRIP JAWA (Kajian Pengobatan Penyakit Kulit)
KEARIFAN LOKAL PADA MANUSKRIP-MANUSKRIP JAWA (Kajian Pengobatan Penyakit Kulit)
Kajian terhadap manuskrip semakin diminati.Dalam manuskrip terdapat kearifan lokal diantaranya tentang pengobatan tradisional. Jumlah manuskrip yang berisi tentang pengobatan tradi...
Sinkretisme dalam Jampi Melayu Deli: Tinjauan Transformasi Budaya
Sinkretisme dalam Jampi Melayu Deli: Tinjauan Transformasi Budaya
Mantera, yang pada masyarakat Melayu Deli disebut Jampi, memiliki bahasa yang khas. Tradisi membaca jampi biasanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan dan dibaca ketika akan memu...
PEMIKIRAN TENGKU MARIAM DARI ASPEK BUDAYA DAN SEJARAH DALAM PENULISAN MANUSKRIP MELAYU KOLEKSI MUZIUM NEGERI TERENGGANU
PEMIKIRAN TENGKU MARIAM DARI ASPEK BUDAYA DAN SEJARAH DALAM PENULISAN MANUSKRIP MELAYU KOLEKSI MUZIUM NEGERI TERENGGANU
Abstrak: Nama Tengku Mariam sebagai pujangga wanita istana tidak begitu menyerlah dan terasing dari perhatian sarjana walaupun baginda banyak menghasilkan penulisan manuskrip dalam...
Collection of Manuscripts From Malacca Kept in London with Special Emphasis on Adat Raja-Raja Melayu
Collection of Manuscripts From Malacca Kept in London with Special Emphasis on Adat Raja-Raja Melayu
The real situation of the manuscripts originating from the state of Malacca is still a big question. There is no arrangement in a proper listing and is still vaguely understood by ...
Pengaruh Kitab Fiqh Jawi di Alam Melayu: Pengenalan Terhadap Manuskrip Arkān al-Ṣolāt
Pengaruh Kitab Fiqh Jawi di Alam Melayu: Pengenalan Terhadap Manuskrip Arkān al-Ṣolāt
Kedatangan agama Islam ke tanah Melayu telah berjaya mencorak dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan masyarakat Melayu terutamanya terhadap pandangan alam, amalan keagamaan,...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top