Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Hukum Terhadap Tradisi Malam Tujuh Likur (Bertuntong) Di Kalangan Masyarakat Melayu Di Sarawak, Malaysia

View through CrossRef
Tradisi Malam Tujuh Likur, yang dirayakan oleh masyarakat Melayu di Sarawak pada tujuh malam terakhir bulan Ramadan, memiliki makna yang mendalam dalam konteks budaya dan keagamaan. Dalam perspektif Islam, malam-malam ini dianggap penuh keberkatan, di mana umat Islam digalakkan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Amalan seperti membaca Al-Qur'an, solat malam, zikir, dan berbuka puasa bersama menjadi inti dalam merayakan tradisi ini. Malam Tujuh Likur bukan hanya sebagai kesempatan untuk meningkatkan hubungan dengan Allah, tetapi juga untuk mengeratkan silaturahim dalam komunitas. Dengan demikian, tradisi ini menggambarkan perpaduan antara nilai-nilai Islam dan warisan budaya Melayu, memperkuat identitas keagamaan dan sosial masyarakat. Artikel ini menganalisis pengaruh dan signifikansi tradisi Malam Tujuh Likur dalam membentuk keperibadian masyarakat Melayu di Sarawak serta dampaknya terhadap penghayatan ajaran Islam.
Title: Analisis Hukum Terhadap Tradisi Malam Tujuh Likur (Bertuntong) Di Kalangan Masyarakat Melayu Di Sarawak, Malaysia
Description:
Tradisi Malam Tujuh Likur, yang dirayakan oleh masyarakat Melayu di Sarawak pada tujuh malam terakhir bulan Ramadan, memiliki makna yang mendalam dalam konteks budaya dan keagamaan.
Dalam perspektif Islam, malam-malam ini dianggap penuh keberkatan, di mana umat Islam digalakkan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri.
Amalan seperti membaca Al-Qur'an, solat malam, zikir, dan berbuka puasa bersama menjadi inti dalam merayakan tradisi ini.
Malam Tujuh Likur bukan hanya sebagai kesempatan untuk meningkatkan hubungan dengan Allah, tetapi juga untuk mengeratkan silaturahim dalam komunitas.
Dengan demikian, tradisi ini menggambarkan perpaduan antara nilai-nilai Islam dan warisan budaya Melayu, memperkuat identitas keagamaan dan sosial masyarakat.
Artikel ini menganalisis pengaruh dan signifikansi tradisi Malam Tujuh Likur dalam membentuk keperibadian masyarakat Melayu di Sarawak serta dampaknya terhadap penghayatan ajaran Islam.

Related Results

Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
Perjuangan Wanita dalam Gerakan Anti Penyerahan 1946-1950
Perjuangan Wanita dalam Gerakan Anti Penyerahan 1946-1950
Pada 1 Julai 1946, Sarawak dengan rasminya diisytiharkan sebagai tanah jajahan kolonial British.1 Akibatnya, muncul fenomena anti penyerahan yang berlaku di seluruh Sarawak. Antara...
Peranan Badan Mubaligh Kristian dalam Perkembangan Pendidikan Formal Wanita di Sarawak, 1848–1930
Peranan Badan Mubaligh Kristian dalam Perkembangan Pendidikan Formal Wanita di Sarawak, 1848–1930
In Sarawak, the Christian missionaries carried out their Christianisation by establishing missionary schools. Through the establishment of the missionary school, they not only want...
MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna, tahapan dalam proses tradisi malam bakohak serta pandangan masyarakat Desa Lopak Aur mengenai tradisi malam bakohak. Penelitian ini merup...
Perihal yang Perlu Ditingkatkan pada Pasar Malam di Denpasar, Studi Kasus: Pasar Malam Kreneng
Perihal yang Perlu Ditingkatkan pada Pasar Malam di Denpasar, Studi Kasus: Pasar Malam Kreneng
Pasar malam merupakan sebuah tempat berekreasi dan melakukan transaksi jual-beli bagi masyarakat. Para pengunjung pasar malam memiliki rentang keberagaman yang sangat luas (gender,...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
Kajian ini adalah mengenai perkembangan persatuan Melayu sebelum Perang Dunia Kedua. Tempoh antara tahun 1896, iaitu dengan penubuhan Negeri-negeri Melayu Bersekutu (NNMB) hingga t...

Back to Top