Javascript must be enabled to continue!
Perjuangan Wanita dalam Gerakan Anti Penyerahan 1946-1950
View through CrossRef
Pada 1 Julai 1946, Sarawak dengan rasminya diisytiharkan sebagai tanah jajahan kolonial British.1 Akibatnya, muncul fenomena anti penyerahan yang berlaku di seluruh Sarawak. Antaranya ialah di Sibu, Miri, Bintulu, Limbang, Lawas, Simanggang dan Sedan. la tercetus di Kuching dan mencapai klimaks di Sibu.2 Hanya penduduk bumiputera sahaja yang terbabit secara aktif dalam gerakan anti penyerahan. la diperjuangkan melalui Persatuan Kebangsaan Melayu Sarawak, Persatuan Dayak Sarawak, Persatuan Pemuda Melayu, Persatuan Melayu Miri, Perhimpunan Kebajikan Baram, Kesatuan Melayu Muda Matu, Kelab Kesetiaan Dalat, Watasan Ketiga, Watasan Keempat, Sulam Mas Seria, Persatuan Melayu Limbang, Persatuan Melayu Simanggang, Laa Lla Daiman Abada Oya, Angkatan Semangat Anak Sarawak, Barisan Pemuda Sarawak. Ini termasuk Persatuan Wanita Melayu Sarawak dan Kaum Ibu Persatuan Pemuda Melayu.3 Bagi kaum ibu,suara mereka disalurkan melalui Persatuan Wanita Melayu Sarawak dan Kaum Ibu Persatuan Pemuda Melayu. Lazimnya, mereka menyatakan bantahan melalui demonstrasi, perarakan, rapat umum dan pemulauansecara besar-besaran, menghantar memorandum, surat bantahan dan rayuan serta solat hajat. Kuching dan Sibu adalah dua pusat gerakan anti penyerahan. Lebih-lebih lagi di Sibu, gerakan anti penyerahan lebih radikal dan agresif berbanding di tempat lain.4 Di Kuching pula, demonstrasi anti penyerahan diadakan tiga bulan sekali.
Title: Perjuangan Wanita dalam Gerakan Anti Penyerahan 1946-1950
Description:
Pada 1 Julai 1946, Sarawak dengan rasminya diisytiharkan sebagai tanah jajahan kolonial British.
1 Akibatnya, muncul fenomena anti penyerahan yang berlaku di seluruh Sarawak.
Antaranya ialah di Sibu, Miri, Bintulu, Limbang, Lawas, Simanggang dan Sedan.
la tercetus di Kuching dan mencapai klimaks di Sibu.
2 Hanya penduduk bumiputera sahaja yang terbabit secara aktif dalam gerakan anti penyerahan.
la diperjuangkan melalui Persatuan Kebangsaan Melayu Sarawak, Persatuan Dayak Sarawak, Persatuan Pemuda Melayu, Persatuan Melayu Miri, Perhimpunan Kebajikan Baram, Kesatuan Melayu Muda Matu, Kelab Kesetiaan Dalat, Watasan Ketiga, Watasan Keempat, Sulam Mas Seria, Persatuan Melayu Limbang, Persatuan Melayu Simanggang, Laa Lla Daiman Abada Oya, Angkatan Semangat Anak Sarawak, Barisan Pemuda Sarawak.
Ini termasuk Persatuan Wanita Melayu Sarawak dan Kaum Ibu Persatuan Pemuda Melayu.
3 Bagi kaum ibu,suara mereka disalurkan melalui Persatuan Wanita Melayu Sarawak dan Kaum Ibu Persatuan Pemuda Melayu.
Lazimnya, mereka menyatakan bantahan melalui demonstrasi, perarakan, rapat umum dan pemulauansecara besar-besaran, menghantar memorandum, surat bantahan dan rayuan serta solat hajat.
Kuching dan Sibu adalah dua pusat gerakan anti penyerahan.
Lebih-lebih lagi di Sibu, gerakan anti penyerahan lebih radikal dan agresif berbanding di tempat lain.
4 Di Kuching pula, demonstrasi anti penyerahan diadakan tiga bulan sekali.
Related Results
Wanita Dalam Politik Sarawak 1946-1996: Satu Tinjauan Awal
Wanita Dalam Politik Sarawak 1946-1996: Satu Tinjauan Awal
Kertas in bertujuan membincangkan penglibatan peranan dan ketokohan wanita dalam politik Sarawak. la dibincangkan secara umum dan menyeluruh. Wanita mula bergiat aktif dalam kegiat...
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena gerakan Islam liberal dan peran dakwah dalam gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbe...
Analisis Gerakan Tari Saman Ditinjauan Dari Konsep Kebugaran Dan Konsep Gerakan Dasar
Analisis Gerakan Tari Saman Ditinjauan Dari Konsep Kebugaran Dan Konsep Gerakan Dasar
Tari saman merupakan sebuah tari tradisional yang berkembang secara turun-temurun di daerah Gayo Lues. Kegiatan saman dilakukan oleh laki-laki dalam posisi duduk bersimpuh dan kegi...
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ekofeminisme Gerakan Chipko di India ntuk mengetahui kontribusi ekofeminisme terhadap gerakan Chipko di India serta mengetahui pengaruh ...
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
 Wanita yang menyandang status sebagai wanita karir memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Dalam hal ini, wanita harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Perana...
Diksi Pada Antologi Puisi Cerita Perjuangan Karya Dosen Dan Guru Bahasa Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA
Diksi Pada Antologi Puisi Cerita Perjuangan Karya Dosen Dan Guru Bahasa Indonesia Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diksi yang digunakan pada antologi puisi Cerita Perjuangan karya dosen dan guru bahasa Indonesia dan untuk mendeskripsikan implik...

