Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI KINERJA ALAT PENUKAR PANAS 11-E-107 PADA UNIT DISTILASI MINYAK MENTAH (CDU)

View through CrossRef
Pemanasan awal pada unit distilasi minyak mentah (CDU) berfungsi menaikkan temperatur minyak mentah sebelum masuk ruang pembakaran (furnace) untuk mengurangi beban kerja dari furnace. Pemanasan awal dilakukan dengan bantuan alat penukar panas 11-E-107. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi alat penukar panas 11-E-107 berdasarkan parameter faktor pengotor (fouling factor, Rd), penurunan tekanan (pressure drop, ∆P), dan efisiensi. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data aktual berupa laju alir dan suhu fluida panas (atmospheric residue) dan fluida dingin (desalted crude oil) selama bulan Juni 2023. Analisis hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan antara hasil perhitungan (Rd, ∆P, dan efisiensi) terhadap data desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rd dari data aktual berkisar antara 0,0006 – 0,0014 hr.ft2.oF/Btu, lebih kecil dibandingkan data desain. Hasil analisis penurunan tekanan (∆P) pada shell dan tube berada pada rentang 0,1046 – 0,1305 dan 0,1031 – 0,1352 psi, lebih kecil dibandingkan allowable pressure drop. Efisiensi dari alat penukar panas 11-E-107 berada di antara 87,60 - 91,30%. Secara keseluruhan, kinerja alat penukar panas 11-E-107 dalam kondisi yang baik. Perawatan berkala perlu dilakukan jika efisiensi alat penukar panas berada pada nilai kurang dari 80%.
Title: EVALUASI KINERJA ALAT PENUKAR PANAS 11-E-107 PADA UNIT DISTILASI MINYAK MENTAH (CDU)
Description:
Pemanasan awal pada unit distilasi minyak mentah (CDU) berfungsi menaikkan temperatur minyak mentah sebelum masuk ruang pembakaran (furnace) untuk mengurangi beban kerja dari furnace.
Pemanasan awal dilakukan dengan bantuan alat penukar panas 11-E-107.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi alat penukar panas 11-E-107 berdasarkan parameter faktor pengotor (fouling factor, Rd), penurunan tekanan (pressure drop, ∆P), dan efisiensi.
Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data aktual berupa laju alir dan suhu fluida panas (atmospheric residue) dan fluida dingin (desalted crude oil) selama bulan Juni 2023.
Analisis hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan antara hasil perhitungan (Rd, ∆P, dan efisiensi) terhadap data desain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rd dari data aktual berkisar antara 0,0006 – 0,0014 hr.
ft2.
oF/Btu, lebih kecil dibandingkan data desain.
Hasil analisis penurunan tekanan (∆P) pada shell dan tube berada pada rentang 0,1046 – 0,1305 dan 0,1031 – 0,1352 psi, lebih kecil dibandingkan allowable pressure drop.
Efisiensi dari alat penukar panas 11-E-107 berada di antara 87,60 - 91,30%.
Secara keseluruhan, kinerja alat penukar panas 11-E-107 dalam kondisi yang baik.
Perawatan berkala perlu dilakukan jika efisiensi alat penukar panas berada pada nilai kurang dari 80%.

Related Results

Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
Pembuatan Dan Pengujian Alat Praktikum Penukar Kalor Tipe Double Pipe
Pembuatan Dan Pengujian Alat Praktikum Penukar Kalor Tipe Double Pipe
Perpindahan panas telah menjadi matakuliah dibeberapa program studi teknik diseluruh indonesia. Selain itu, matakuliah penukar kalor juga telah banyak dibuka sebagai matakuliah pil...
Pemodelan ARIMA Intervensi Untuk Meramalkan Harga Minyak Mentah Dunia
Pemodelan ARIMA Intervensi Untuk Meramalkan Harga Minyak Mentah Dunia
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang sangat signifikan karena adanya suatu intervensi, yaitu pandemi COVID-19. Peramalan harga minyak mentah dunia penting dilakukan u...
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
<p>Abstrak</p><p>Proses penggorengan akan menyebabkan perubahan mutu minyak akibat reaksi hidrolisis, oksidasi dan proses termal. Penelitian ini bertujuan untuk m...

Back to Top